Minta Perlindungan Hukum, Cornelia dan Keluarga Datangi DPRD TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Minta Perlindungan Hukum, Cornelia dan Keluarga Datangi DPRD TTU


MINTA PERLINDUNGAN. Cornelia C.B Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat didampingi Keluarga saat mendatangi kantor DPRD setempat, Senin (23/11). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Minta Perlindungan Hukum, Cornelia dan Keluarga Datangi DPRD TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Cornelia C. B. Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) didampingi keluarga mendatangi Kantor DPRD TTU, Senin (23/11).

Cornelia yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh Kabag Organisasi Setda TTU, Yoseph Muki tersebut mendatangi lembaga wakil rakyat itu guna meminta pendampingan dan perlindungan hukum atas kasus yang menimpa korban.

Terpantau Timor Express, Senin (23/11) sekira pukul 15.00 Wita, Cornelia Haekase didampingi Keluarga tiba di kantor DPRD. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif bersama Ketua Komisi I, Carolus Boromeus Sonbay dan anggota.

Pertemuan antara korban bersama keluarga dan Anggota DPRD TTU tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi I.

Cornelia Haekase, kepada Timor Express, Senin (23/11) mengatakan dirinya didampingi Keluarga mendatangi Kantor DPRD TTU untuk meminta bantuan dan perlindungan dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya dengan pelaku Kabag Organisasi Setda TTU, Yoseph Muki.

Selain mendatangi kantor DPRD TTU, Cornelia bersama keluarga juga mendatangi Yayasan Amnaut Bige Kuan (Yabiku NTT) dan Romo Deken Kefamenanu untuk meminta bantuan dan perlindungan hukum dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

“Saya ingin kasus ini diusut sampai tuntas. Kami akan terus menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung saya dalam mengungkap kasus ini. Saya tidak akan berdamai dan saya ingin kasus ini diproses sampai tuntas,” tegasnya.

Yoseph Haekase, kakak kandung korban kepada Timor Express, Senin (23/11) menambahkan, mereka mendampingi korban ke DPRD TTU guna meminta bantuan dan pendampingan hukum dalam kasus, dimana melibatkan seorang pelaku yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).

BACA JUGA: Penyidik Periksa Saksi Tambahan dari Pihak Korban

“Kami keluarga berharap melalui Komisi I yang bermitra dengan Pemerintah Daerah bisa dapat memanggil oknum pelaku untuk dimintai keterangan. Selain itu kami juga meminta dukungan sehingga proses hukum yang sementara berjalan di Polres TTU bisa diusut hingga tuntas,” ungkap Yoseph.

Menurut Yoseph, perbuatan yang dilakukan oknum pejabat tersebut terhadap korban yang adalah seorang perempuan sangat melukai hati dan perasaan keluarga.

Apalagi, kejadiannya berlangsung di rumah seorang Bupati TTU yang seharusnya setiap warga yang mendatangi rumah tersebut wajib hukumnya memperoleh kenyamanan dan kesejukan, bukan sebaliknya warga yang datang dengan niat baik mendapatkan penganiayaan.

“Kalau di rumah seorang kepala daerah saja masyarakat merasa sudah tidak aman, terus kemana lagi masyarakat harus berlindung,” tukas Yoseph.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD TTU, Carolus Boromeus Sonbay kepada Timor Express, Senin (23/11) mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan korban bersama masyarakat terkait kasus dugaan tindak pidana penganiayaan itu.

Pihaknya, kata Carolus, akan melakukan pemanggilan terhadap oknum ASN tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait dengan laporan pengaduan dari korban bersama keluarga. Selain itu juga, lembaga DPRD akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengawal perkembangan penyidikan terhadap kasus tersebut.

“Kita akan kawal kasus ini sampai dengan tuntas. Kita akan panggil pejabat yang bersangkutan dan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda TTU Yoseph Muki ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon selulernya enggan merespon. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan pun tidak dijawab. Sebelumnya, ketika hendak ditemui di kantor untuk meminta komentar Yoseph terkait aduan warga itu, sang Kabag belum tiba di kantornya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top