Mau NTT Maju? Gubernur VBL: Tinggalkan Pola Lama, Terapkan Kerja Inovatif-Kreatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mau NTT Maju? Gubernur VBL: Tinggalkan Pola Lama, Terapkan Kerja Inovatif-Kreatif


TEKEN MoU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani MoU antar Pemprov NTT bersama para pimpinan PT se Tirosa, di Swisbell Kristal Hotel Kupang, Senin (23/11). MoU ini guna menunjang kegiatan prioritas pembangunan daerah NTT. Tampak Rektor Undana, Prof. Fred Benu (kanan) dan Karo Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT, Dr. Lery Rupidara (kiri). (FOTO: ISTIMEWA)

PEMERINTAHAN

Mau NTT Maju? Gubernur VBL: Tinggalkan Pola Lama, Terapkan Kerja Inovatif-Kreatif


Pemprov NTT Teken MoU dengan Perguruan Tinggi di Tirosa

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Guna memajukan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam berbagai bidang, pemerintah berusaha untuk tidak lagi menggunakan pola kerja lama yang pada akhirnya tidak maksimal.

“Demi menggenjot percepatan pembangunan NTT, harus menerapkan kerja inovatif dan kreatif, baik itu dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) maupun dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM),” ungkap Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan para pimpinan Perguruan Tinggi (PT) se-daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor (Tirosa), bertempat di Swisbell Kristal Hotel Kupang, Senin (23/11).

Menurut Gubernur VBL, MoU ini dibuat untuk menunjang kegiatan prioritas pembangunan daerah NTT.

Menurut VBL, jika ingin NTT ke depan memiliki masa depan yang baik, yakni kesejahteraan masyarakat dan juga masa depan generasi bangsa, maka sudah saatnya menciptakan pola kerja yang kreatif dan inovatif. Pola kerja iitu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh stakeholder termasuk perguruan-perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di NTT.

“Kalau kita mau agar NTT ini punya masa depan yang cerah, maka harus ciptakan cara kerja yang inovatif dan kreatif. Jangan dengan cara kerja yang lama yang hasilnya tidak maksimal. Ini adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat serta pihak swasta,” papar VBL.

Untuk itu, VBL mengharapkan agar seluruh masyarakat NTT berpartisipasi mendukung kemajuan NTT menuju sejahtera. Dunia saat ini, katanya, tidak hanya menuntut masyarakat untuk cukup memiliki ilmu saja melalui pendidikan formal di bangku kuliah, melainkan pentingnya pendidikan non formal. “Ini harus diterapkan dan ada hasilnya,” tegas VBL.

Pemerintah, demikian VBL, telah mengalokasikan anggaran, sehingga diupayakan semaksimal mungkin baik itu perencanaan hingga pelaksanaan dapat dilakukan secara baik dan benar. “Misalnya untuk pertanian. Kita tanam semangka maka harus terencana dengan baik persiapan lahannya, anggaran dibantu dari pemerintah, kemudian penanaman, perawatan hingga pada panennya diusahakan sampai dibeli oleh pihak swasta. Maka market kita bertumbuh. Jadi Perguruan Tinggi harus mengedukasi masyarakat agar berkelanjutan,” paparnya.

Gubernur mengatakan agar pihak perguruan tinggi, dalam hal ini para dosen dan mahasiswa, harus memiliki rasa tanggung jawab untuk bersinergi bersama masyarakat memanfaatkan dan mengelola SDA di bidang peternakan, pertanian, dan perikanan serta pariwisata.

“Kita ingin agar ke depannya kita mampu mengelola pakan ternak kita sendiri, sehingga menekan anggaran impor pakan ternak dan tidak perlu diambil dari luar NTT. Kita kelola dengan benar semuanya sehingga bisa membantu kelancaran program TJPS kita. Saya juga tangal 27 November nanti, akan bertemu Menteri ESDM membicarakan pengembangan energi terbarukan yang kita miliki yaitu sumber energi panas matahari yang ada di Pulau Timor dan Pulau Sumba,” katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, MS., Ph.D dalam sambutannya mewakili seluruh pimpinan PT memberikan apresiasi pada Pemprov NTT atas kerja sama yang dibangun ini.

“Terima kasih pada Pemprov NTT yang sudah melaksanakan kerja sama ini, dan tentunya membuka kesempatan yang besar bagi kami Pihak Perguruan Tinggi untuk turut mendukung program pembangunan. Ini juga tentunya sangat membantu para mahasiswa, yang mana saat ini juga diberi kesempatan turun ke lapangan dan kerja nyata bersama masyarakat, dan itu ada perhitungan angka kredit dari mata kuliah yang dipilih tersebut,” jelas Prof. Fred Benu.

Jauh sebelum perencanaan pelaksanaan kerja sama tersebut, kata Prof. Fred, pihaknya bersama beberapa pimpinan PT telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pelaksanaan program kerja dan juga rencana edukasi masyarakat. Baik melalui praktik kerja lapangan oleh mahasiswa maupun riset dan edukasi serta pelatihan bagi masyarakat.

Untuk diketahui, penandanganan MoU antara Pemprov dan PT tersebut diikuti 35 PT yang ada di Timor, Rote, Sabu, dan Alor. (yop)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top