Peringati HUT Ke-13, Bupati Agas Ungkap 3 Makna Kelahiran Kabupaten Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peringati HUT Ke-13, Bupati Agas Ungkap 3 Makna Kelahiran Kabupaten Matim


PERINGATI HUT. Bupati Agas, Pjs Bupati Manggarai, pimpinan OPD, dan undangan berpakaian adat hadir dalam upacara HUT ke-13 Kabupaten Matim di Lehong, Senin (23/11). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Peringati HUT Ke-13, Bupati Agas Ungkap 3 Makna Kelahiran Kabupaten Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-13 Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Senin (23/11) dimeriahkan dengan sejumlah atraksi budaya dan pameran hasil kerajinan para pelaku usaha. Perayaan itu ditandai dengan upacara di halaman kantor Bupati Matim di Lehong, dipimpin langsung Bupati Agas Andreas.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Jaghur Stefanus, Pjs Bupati Manggarai, Zeth Sony Libing, Sekda Matim Boni Hasudungan, Sekda Manggarai Fansi Jahang, unsur Forkopimda Matim, pimpinan dan anggota DPRD Matim.

Hadir pula pimpinan perangkat daerah (PD) lingkup Pemkab Matim, sejumlah pimpinan PD Manggarai, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pimpinan BUMD, instansi vertikal, seluruh pegawai ASN dan THL di Matim, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para guru dan pelajar SMA/K. Seluruh peserta upacara hadir dengan busana adat Manggarai.

Usai upacara, berlangsung atraksi Tarian Caci persembahan pelajar SMA-SMK dalam Kota Borong, serta pameran hasil karya seni sejumlah SMA-SMK. Ada juga sajian kuliner dan kopi khas asli Matim yang semuanya merupakan binaan Bank NTT Cabang Borong.

“Campur tangan Tuhan sangat kita rasakan dalam seluruh rentangan sejarah perjalanan kehidupan Kabupaten Matim sebagai suatu daerah otonom. Peristiwa bersejarah kita maknai sebagai suatu peristiwa iman yang harus disyukuri,” ujar Bupati Agas dalam sambutannya saat memimpin upacara HUT Matim, Senin (23/11).

Menurut Bupati Agas, peristiwa terbentuknya Kabupaten Matim menjadi daerah otonom mengandung makna yang sangat penting dan strategis bagi semua pihak. Terutama bagi perjalanan sejarah Kabupaten Matim dari generasi ke generasi.

Sebagaimana diketahui bahwa pada hakikatnya pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah dan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat.

Bupati Agas mengatakan, memperingati HUT ke-13 kelahiran Kabupaten Matim, secara filosofis mengandung tiga makna. Pertama, retrospektif. “Artinya melalui peristiwa peringatan HUT, kita berupaya untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah sekaligus fondasi referensi dalam menapaki masa kini dan masa depan,” ungkapnya.

BACA JUGA: HUT Ke-13 Matim, Bupati Agas Beber Capaian Pembangunan, Ini Hasilnya

Kedua, introspektif. Artinya peringatan HUT ke13 Kabupaten Matim ini, dijadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri. Dengan demikian, setiap etape perjalanan kehidupan itu selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsif dengan tantangan kedepan.

Ketiga, demikian Bupati Agas, prospektif. Artinya melalui perayaan HUT itu juga, semua berupaya merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian, tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.

“Peristiwa pengresmian Kabupaten Matim sebagai suatu daerah otonomi juga dapat dimaknai sebagai sebuah rahim kehidupan yang melahirkan harapan dan semangat baru bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” kata Bupati Agas.

Sehingga, lanjut dia, sudah sepantasnya semua terpanggil untuk menjaga, merawat, dan membangun daerah Matim dengan penuh tanggung jawab. Serta terus memberikan rasa nyaman, damai dalam menghadapi masa depan dengan penuh harapan.

Dalam konteks memperingati HUT lahirnya Kabupaten Matim melalui upacara apel hari ini, menurut Bupati Agas, bukan sekadar seremonial semata. Tetapi lebih dari itu merupakan sebuah momen berahmat untuk merefleksi dan mempertegas komitmen semua untuk membangun Matim ke arah yang lebih baik.

“Upacara apel hari ini kiranya menjadi energi positif yang mampu mendorong semangat kita untuk meningkatkan  kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan,” bilangnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Agas mengajak semua pihak untuk selalu memiliki kemauan keras dan komitmen yang sungguh dengan mengedepankan semangat kerja sama dan sama-sama bekerja dalam bingkai budaya gotong royong.

“Harus mampu menunjukkan sikap mandiri dalam kebersamaan, semangat kerja keras, kerja cerdas, dan hidup berdampingan secara damai dalam rangka mewujudkan komitmen kita menuju Matim yang sejahtera, berdaya, dan berbudaya,” pesan Bupati Agas. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top