Tiga Kades di Sumba Tengah Terjerat Kasus Dugaan Korupsi DD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Kades di Sumba Tengah Terjerat Kasus Dugaan Korupsi DD


Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto (kiri) didampingi Kasat Reskrim memberi keterangan pers terkait penanganan kasus dugaan korupsi dengan tersangka tiga Kades (belakangi lensa) di Sumba Tengah, di Mapolres setempat, Selasa (24/11). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tiga Kades di Sumba Tengah Terjerat Kasus Dugaan Korupsi DD


WAIKABUBAK, TIMEXKUPANG.com-Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, SIK., MH menyatakan tidak main-main dalam upaya memberantas pelaku yang mengorupsi dana desa. Agar kinerja Polres Sumba Barat dalam memberantas korupsi diikuti dengan baik oleh publik, setiap bulan Kapolres AKBP FX Irwan Arianto melakukan jumpa pers untuk melaporkan perkembangan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah itu.

Misalnya dalam sesi jumpa pers di lobi Mapolres Sumba Barat, Selasa (24/11), Kapolres FX Irwan Arianto mengumumkan adanya penetapan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa (DD) tahun anggaran 2017 yang ada di Kabupaten Sumba Tengah. Tiga tersangka itu merupakan Kades Pondok dan Kades Umbu Langang di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat,  dan Pelaksana tugas (Plt) Kades Ngadu Olu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay.

Kapolres Irwan yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Sumba Barat kepada wartawan menjelaskan bahwa ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu merupakan Kades (nonaktif), dan berkas penyidikkannya telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik.

“Berkas ketiga tersangka yang ada di belakang saya ini telah dinyatakan lengkap oleh JPU, dan besok akan dilanjutkan pada proses tahap dua, yakni pengiriman berkas perkara, barang bukti dan tiga tersangka mantan kades ke Kejaksaan Tinggi untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor yang ada di Kupang,” ungkapnya.

Ketiga tersangka berinisial JB, MJH, dan RNM oleh penyidik Polres Sumba Barat menyatakan mereka telah melakukan korupsi senilai ratusan juta rupiah dari anggaran dana desa tahun 2017. Ketiga mantan kades tersebut dikenai Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah menjadi Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda paling banyak 1 miliar rupiah.

“Besok tanggal 25 November 2020, Kasat Reskrim Polres Sumba Barat bersama penyidik pembantu akan berangkat ke Kupang untuk menyerahkan berkas sekaligus ketiga tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya Irwan. (*)

PENULIS: Frederikus Bulu Ladi

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top