Dapat DAK Rp 49 M, Pemkab Malaka Bangun Gedung RSPP Betun 3 Lantai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dapat DAK Rp 49 M, Pemkab Malaka Bangun Gedung RSPP Betun 3 Lantai


Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin K. Kaswadie. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dapat DAK Rp 49 M, Pemkab Malaka Bangun Gedung RSPP Betun 3 Lantai


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan terus mengembangkan sarana prasarana pendukung pembangunan bidang kesehatan di wilayah itu.

Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, MPH yang berlatar belakang sebagai orang kesehatan ingin agar masyarakatnya terlayani dengan fasilitas kesehatan yang representatif. Karena itu, sejak awal memimpin Malaka, Bupati yang terkenal dengan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ini tak melupakan pelayanan dasar bagi masyarakat, yakni kesehatan. Berbagai sarana prasarana kesehatan, seperti Puskesmas di wilayah itu dibenahi hingga proses akreditasinya.

Atas keseriusan pemerintah itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberi perhatian berupa bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan senilai Rp 49 miliar.

“Anggaran ini sangat besar, nilainya Rp 49 miliar bantuan dari Menteri Kesehatan. Ini juga bagian dari kerja keras teman-teman Perencanaan Rumah Sakit dalam mengajukan proposal yang dilengkapi dengan yang akurat sehingga orang pusat melihat bahwa kita memang butuh dana itu,” ungkap Direktur Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, dr. Oktelin K. Kaswadie kepada Timor Express, Selasa (24/11).

Dana bantuan itu, kata dr. Oktalin, akan digunakan untuk keperluan membangun gedung RSPP tiga lantai serta fasilitas kesehatan lainnya.

Dokter Oktelin menjelaskan, dana bantuan tersebut akan dipakai membangun satu gedung rawat inap tiga lantai senilai Rp 35 miliar yang pekerjaannya dimulai tahun 2021. Selain ini, disisihkan dana Rp 12 milliar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rp 1 milliar pengadaan air RO untuk kepentingan cuci darah.

“Alat ini nantinya untuk menyaring air agar tidak mengandung kapur dan tidak mengandung kuman dan murni untuk air cuci darah, serta mengadakan dua unit ambulance senilai Rp 700 juta, sehingga totalnya nanti sekitar Rp 49 milliar,” urai dr. Oktelin.

Selain dana itu, lanjut dr. Oktelin, tahun ini pihaknya juga mendapat alokasi dana Rp 4 miliar yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat. “Tahun lalu kita dapat Rp 19 miliar, dan dipakai sebanyak Rp 14 miliar untuk bangun gedung IGD dan pengadaan alkes senilai Rp 5 miliar,” beber dr. Oktelin.

Dokter Oktelin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan agar RSPP Betun ini dijadikan rumah Sakit rujukan khusus perbatasan karena memang rumah sakit ini berada di garis batas selatan, dimana sering juga menerima rujukan pasien dari TTU, TTS, Belu bahkan sebagian dari Distrik Suai, Negara Timor Leste.

Dokter Oktelin menambahkan, di RSPP Betun tersedia semua dokter spesialis karena Pemkab Malaka telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dokter spesialis yang siap membantu rakyat Malaka kapan saja dibutuhkan. Saat ini, lanjut dr. Oktelin, Pemkab Malaka sedang menyekolahkan sebanyak enam dokter untuk mengambil spesialisasi, setelah selesai mereka akan langsung mengabdi di Malaka.

“Saat ini Pemkab Malaka masih bekerjasama dengan dokter spesialis dari luar, ke depan kita bakal punya dokter spesialis sendiri karena ada orang dari Malaka yang disekolahkan untuk ambil spesialis sehingga mereka lulus nanti bisa mengabdi di Malaka,” katanya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top