Rekor Baru Covid-19 Tercipta di Belu, 23 Kasus Baru Kluster Kavaleri TNI | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rekor Baru Covid-19 Tercipta di Belu, 23 Kasus Baru Kluster Kavaleri TNI


Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Rekor Baru Covid-19 Tercipta di Belu, 23 Kasus Baru Kluster Kavaleri TNI


Dua Dokter dan Satu Perawat Terpapar, Dinkes Koordinasi Tutup Poli

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Rekor baru kasus Covid-19 tercipta di Kabupaten Belu. Hari ini, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab di Laboratorium Biomokuler RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang terdapat 23 warga Kabupaten Belu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 20 pasien Covid-19 merupakan anggota Satuan TNI Kompi Komando Kavaleri (Kokav) di Lelowai, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), dan masuk klaster Kavileri TNI.

Sementara tiga pasien Covid-19 lainnya adalah tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Gabriel Manek Atambua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek saat dikonfirmasi Rabu (25/11) malam menjelaskan, data kasus baru Covid-19 ini baru diterima petang tadi.

Menurut dr. Joice, ke-20 pasien klaster Kavileri TNI saat ini melakukan isolasi mandiri di markas mereka. Pihak Dinkes, kata dr. Joice, sudah berkoordinasi dengan Komandan Kompi (Danki) Satuan Kokav, dan sudah ada perintah komandan agar semuanya tidak keluar markas.

Selama masa karantina mandiri itu, kata dr. Joice, tim dari Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat dan tenaga kesehatan TNI melakukan pemantauan dan turun ke markas untuk melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien. “Pimpinan Danki sudah perintahkan semua anggota tidak boleh keluar sehingga memudahkan untuk tracing,” ungkap dr. Joice seraya menambahkan, pasien anggota satuan kavaleri ini akan dikawal ketat pengawasannya. Tim medis akan rutin melakukan kontrol di lokasi markas setiap tiga hari.

Dokter Joice menyebutkan, semua penghuni markas akan dilakukan swab untuk memastikan sejauh mana penularan di lingkungan markas militer itu. “Yang tidak bergejala dilakukan isolasi mandiri. Sementara untuk rencana pengambilan swab untuk kontak erat kami jadwalkan pada Jumat (27/11) atau Sabtu (28/11),” jelas dr. Joice.

Sementara itu, lanjut dr. Joice, untuk tiga orang tenaga medis RSUD Atambua yang terdiri dari dua dokter dan satu perawat sementara ini sedang menjalani isolasi di ruang perawatan RSUD Gabriel Manek Atambua.

Karena ada tiga orang tenaga medis yang terpapar, kata dr. Joice, pihaknya sudah berkoordinasi untuk menutup sejumlah poli yang diduga perawatnya kontak erat dengan para pasien.

Sementara Direktur RSUD Gabriel Manek Atambua, dr. Helena Corpputy saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, terhadap tiga orang yang terkonfirmasi positif masih menunggu informasi pasti dari Dinas Kesehatan. “Maaf saya belum dapat data resmi dan masih menunggu dari Dinkes,” ungkap sosok yang akrab disapa dr. Elen itu. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top