Sikka Kembali ke Zona Merah, Satu Pasien Covid-19 Meninggal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sikka Kembali ke Zona Merah, Satu Pasien Covid-19 Meninggal


Jubir Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sikka Kembali ke Zona Merah, Satu Pasien Covid-19 Meninggal


Tiga Pasien Terkonfirmasi Positif Lainnya Jalani Isolasi

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Sikka kembali ke zona merah penularan Covid-19 setelah adanya satu pasien yang meninggal dan tambahan tiga pasien terkonfirmasi positif korona hasil pemeriksaan sampel swab yang dikirim dari laboratorium di Maumere.

Pasien meninggal dan tiga kasus terkonfirmasi positif lainnya itu merupakan pelaku perjalanan, dan selama ini menjalani isolsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. TC. Hillers Maumere.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (25/11) menyebutkan, pasien yang meninggal dunia tersebut berinisia SH, 63, warga Pulau Pemana.

Menurut Petrus, SH sebelumnya dirawat di RS Kewapante selama tiga hari, kemudian dirujuk ke RSUD dr. TC. Hillers Maumere dan ditempatkan di ruang paviliun.

BACA JUGA: Update Covid-19 NTT: Tambah 73 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal di Sikka

Petrus menjelaskan, kondisi pasien SH sejak dirujuk ke RSUD TC Hillers dengan keluhan mengalami sesak nafas. SH diketahui terinfeksi Covid-19 detik-detik jelang kematian setelah hasil pemeriksaan swabnya diambil pihak rumah sakit dari laboratorium di Maumere.

Petrus mengaku bahwa SH setelah swabnya diperiksa di laboratorium hasilnya positif Covid-19. Ketika di pindahkan ke ruang pavilium, SH menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saya bicara berdasarkan hasil laboratoroum yang terkonfirmasi bahwa SH benar positif Covid-19. Sementara tiga orang lainnya masih dirawat di ruang isolasi,” jelas Petrus.

Sebagai Juru Bicara Satuan Tugas juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus mengimbau agar masyarakat Sikka menaati protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Masyarakat diharapkan tidak boleh lengah, selalu menggunakan masker, cuci tangan, dan menghindar dari keeumunan orang banyak. Apalagi menjelang musim hujan dengan kelembaban yang tinggi sangat memudahkan terjadinya penyebaran Covid-19,” kata Petrus mengingatkan. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top