Angka Covid-19 di Belu Melonjak, Pjs Bupati Larang Gelar Pesta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Angka Covid-19 di Belu Melonjak, Pjs Bupati Larang Gelar Pesta


Pjs Bupati Belu, Zakarias Moruk. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Angka Covid-19 di Belu Melonjak, Pjs Bupati Larang Gelar Pesta


Juga tidak Boleh Ada Duduk-duduk Nongkrong

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kasus pandemi Covid-19 di Kabupten Belu terus melonjak. Hingga hari ini, berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Belu, pasien yang terkonfirmasi positif korona berjumlah 29 orang. Dari jumlah ini, baru empat pasien yang dinyatakan sembuh, sementara sisanya 25 pasien sementara dalam perawatan.

Atas pertambahan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah perbatasan RI-RTDL ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan aturan tidak menciptakan kegiatan yang mengumpulkan massa atau hajatan pesta dan duduk atau nongkrong bareng. Aturan ini demi menekan angka penularan atau penyebaran virus mematikan di masyarakat.

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Belu, Zakarias Moruk saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/11) menjelaskan, pihaknya sudah menerbitkan surat kepada camat, kepala desa, maupun tokoh agama
di wilayah Kabupaten Belu agar tidak memberikan izin untuk menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa.

“Surat sudah keluar tadi (Jumat, 27/11, Red), mulai besok (Sabtu, 28/11, Red) tidak ada lagi pesta-pesta. Kalau ada yang nikah dikoordinasikan dengan pastor cukup makan dan minum di gereja,” tandasnya.

Menurut Zakarias, hajatan pesta yang mengumpulkan massa sangat berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. “Sehingga sebaiknya dihindari,” tegasnya.

Bukan hanya itu. Zakarias Moruk juga menegaskan bahwa segala bentuk keramaian seperti duduk nongkrong malam hari juga dibatasi. Menurut Zakarias, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian agar memantau saat malam hari. Upaya ini perlu dilakukan sehingga tidak berdampak luas penyebaran virus korona ini.

“Angkanya memang melonjak tapi tidak boleh panik. Kita harus lebih waspada karena tiga pasien yang terkonfirmasi itu penularannya dari transmisi lokal. Sedangkan lainnya itu pelaku perjalanan,” ujarnya.

BACA JUGA: Rekor Baru Covid-19 Tercipta di Belu, 23 Kasus Baru Kluster Kavaleri TNI

Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT menambahkan, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Belu, perlu mengaktifkan kembali pos penjagaan di pintu masuk wilayah batas, yakni di Ainiba, Motamaro, Teun sebagai jalur darat pintu masuk Belu. Termasuk pos di Bandara Haliwen dan Pelabuhan Atapupu.

Zakarias juga mengatakan bahwa, akibat adanya petugas medis yang terpapar korona, manajemen RSUD Gabriel Manek Atambua saat ini menutup sementara pelayanan poliklink rawat jalan. Sedangkan pelayanan IGD dan poli lainnya tetap dibuka normal.

Penutupan salah satu poli di RSUD Gabriel Manek ini sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan menyusul diumumkannya 23 kasus baru Covid-19 di Belu, dimana tiga pasien diantaranya merupakan tenaga medis di RSUD Atambua. Sedangkan 20 orang lainnya merupakan anggota TNI satuan Kavaleri Lelowai.

“Sudah ada koordinasi agar lockdown di markas Lelowai. Pasien 20 orang (Anggota TNI, Red) isolasi mandiri di markas,” ungkapnya.

Dikatakan, kini tim gugus tugas sedang melacak orang-orang yang melakukan kontak erat dengan 23 pasien baru yang terkonfirmasi Covid-19. Setelah di-tracing langsung diikuti dengan pengambilan sampel swab untuk diperiksa di laboratorium.

“Mari kita semua patuhi protokol kesehatan. Tidak boleh panik, tetap waspada. Wajib pakai masker, hindari kerumunan, dan cuci tangan pakai sabun,” imbau Zakarias.

Sementara Direktur RSUD Gabriel Manek Atambua, dr. Elena Corputty, saat dikonfirmasi Jumat (27/11) menuturkan, pihaknya sudah mengeluarkan pengumuman berkaitan dengan penutupan poli rawat jalan. Sedangkan untuk pelayanan IGD dan lainnya tetap dibuka seperti biasa.

Menurut dr. Elena, upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19. “Poli yang ditutup ini akan dibuka kembali setelah melihat perkembangan hasil swab tiga tenaga medis di RSUD Atambua yang terpapar Covid. Jadi menunggu sampai ada pemberitahuan lagi setelah hasil pemeriksaan sampel swab keluar,” kata dr. Elena. (Mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top