Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RS Kawalahan Tampung Pasien, Pemkot Siapkan RS Darurat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RS Kawalahan Tampung Pasien, Pemkot Siapkan RS Darurat


Koordinator Tim III Penanganan Covid-19 RS Bhayangkara, dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP (kiri), Wakil Kepala RS Bhayangkara, Kompol dr. Made Handa Wira (tengah) dan penanggung-jawab ruang rawat inap Covid-19, dr. Merty Taolin saat diwawancarai media ini di ruang bedah RSB, Kamis (26/11) siang. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RS Kawalahan Tampung Pasien, Pemkot Siapkan RS Darurat


Dokter Ayu Suswati Usul Pemkot Siapkan Gedung Khusus Karantina

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Bahkan hingga kemarin (26/11) jumlahnya sudah 1.119 kasus. Dari jumlah itu, yang masih dalam perawatan saat ini atau menjalani isolasi/karantina mandiri sebanyak 416 orang, 681 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 22 pasien korona meninggal dunia. Jumlah kasus ini menyebar di seantero NTT, kecuali Kabupaten Sabu Raijua yang hingga kini masih berada dalam zona hijau alias tanpa kasus Covid-19.

Dari total kasus tersebut, jumlah tertinggi berada di Kota Kupang. Hingga kemarin (26/11), total pasien terkonfirmasi positif di Kota Kupang sebanyak 452 kasus. Pasien yang masih dalam perawatan atau karantina/isolasi mandiri sebanyak 266 orang, 171 pasien sembuh, dan 16 orang meninggal akibat Covid-19.

Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 membuat sejumlah rumah sakit, khususnya di Kota Kupang kewalahan menampung para pasien. Jumlah pasien terpapar korona terus bertambah sementara kapasitas ruang khusus perawatan atau ruang isolasi sangat terbatas. Akibatnya sebagian besar pasien positif korona dengan gejala ringan diizinkan melakukan karantina/isolasi mandiri di rumah. Hal ini cukup membuat khawatir lantaran pengawasan yang lemah berpotensi menambah penyebaran kasus transmisi lokal.

Berdasarkan pantauan media ini di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, baik itu RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang sebagai rumah sakit rujukan, RSUD SK Lerik, RS Siloam, RS Leona, RS Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang, RST Wirasakti Kupang sudah over kapasitas menampung para pasien Covid-19.

Sudah begitu, pemerintah seakan lamban dalam menyikapi fenomena pertambahan pasien terpapar korona yang kini lebih didominasi oleh kasus penularan transmisi lokal. Akibat keterlambatan ini, sejumlah petugas medis di Kota Kupang pun ikut terpapar virus mematikan tersebut. Bahkan tercatat sudah empat Puskesmas di Kota Kupang menutup pelayanan pasien. Masing-masing Puskesmas Oepoi, Puskesmas Oebobo, Puskesmas Sikumana, dan Puskesmas Oesapa. Sebelumnya, beberapa waktu lalu Puskesmas Pasir Panjang yang ditutup lantaran salah satu dokter yang bertugas di sana terpapar korona.

Dengan kondisi ini, jika pemerintah tak cepat mengambil langkah strategis, jangan kaget jika situasi akan makin sulit dikendalikan karena kasus terus bertambah setiap hari.

Kondisi ini mencemaskan sejumlah petugas medis dibeberapa rumah sakit di Kota Kupang. Salah satunya para medis di RS Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang.

Sejumlah dokter di RS Bhayangkara Kupang mengakui beberapa pekan terakhir terpaksa merujuk sejumlah pasien Covid-19 ke rumah sakit rujukan lainnya karena terbatasnya ruang perawatan.

“Kami di Rumah Sakit Bhayangkara hanya punya delapan ruang khusus perawatan pasien Covid-19. Delapan ruangan kami memang semuanya lengkap dengan fasilitas pendukung sesuai SOP. Masing-masing ruangan diisi oleh satu pasien. Jadi kalau pasien baru, kami terpaksa rujuk ke rumah sakit lainnya,” ungkap Koordinator Tim III Penanganan Covid-19 RS Bhayangkara Titus Uly, dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati saat diwawancarai TIMEXKUPANG.com di ruang bedah rumah sakit itu, Kamis (26/11) siang.

Dengan memakai alat pelindung diri sesuai standar kamar bedah, media ini mendapatkan penjelasan terkait apa yang paling penting dilakukan saat ini demi mencegah meluasnya penyebaran virus korona di Kota Kupang.

“Selama ini, lebih kurang ada enam pasien Covid-19 yang terpaksa harus kami rujuk ke rumah sakit lain karena ruangan isolasi kami penuh. Pasien yang kami rujuk itu ada ibu hamil dan balita. Ini baru pasien yang kami temukan sendiri, belum lagi telephone dari sesama rumah rujukan lain yang meminta untuk merujuk pasien koronanya,” beber dr. Ayu yang saat itu bersama Wakil Kepala RS. Bhayangkara, Kompol dr. Made Handa Wira, dan penanggung-jawab ruang rawat inap Covid-19, dr. Merty Taolin.

BACA JUGA: RS di Kota Kupang Over Kapasitas Tampung Pasien Covid-19, Ratusan Pasien Terpaksa Jalani Isolasi Mandiri

Dokter Ayu mengurai, selama ini, penerapan perawatan pasien Covid-19 di RS Bhayangkara mengacu pada panduan Kemenkes RI ke-5, yang mengatur tentang perawatan pasien tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat.
Pasien Covid-19 yang dianjurkan untuk isolasi mandiri adalah pasien yang positif namun setelah dikaji gejalanya tidak ada atau bergejala ringan.

“Jadi yang dirawat di rumah sakit adalah pasien ringan atau sedang dan berat. Bagi pasien positif yang dirawat awalnya mungkin ringan atau sedang namun setelah dirawat dikaji ternyata tidak ada gejala dan membaik, maka dokter akan sarankan dipulangkan dan menjalani isolasi mandiri walaupun dalam keadaan positif karena sudah tidak ada gejala lagi,” jelas dr. Ayu.

Langkah ini, tegas dr. Ayu, diambil untuk memberi ruang perawatan bagi pasien Covid-19 lainnya yang butuh perawatan medis intensif di rumah sakit.

Mengenai tren peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Kota Kupang beberapa pekan terakhir, dr. Ayu meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak melepas tanggung jawab atau terkesan menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya ke pihak rumah sakit yang ada di Kota Kupang. “Ini masyarakat siapa yang punya? Jadi siapa yang harus bertanggung-jawab? Seolah-olah tanggung-jawab semuanya dibebankan ke rumah sakit, akhirnya rumah sakit sudah kebingungan mau minta tolong kepada siapa,” katanya.

“Kami berharap pemerintah daerah termasuk gugus tugas mulai dari daerah sampai provinsi memberi alternatif atau jalan keluar. Kalau rumah sakit sudah penuh dengan pasien, kemana kami harus merujuk? Rumah sakit mana yang disiapkan sebagai rumah sakit rujukan lagi?” tanya dr. Ayu.

Persoalan lain yang ditemukan, tambah dr. Ayu, adalah ada pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke keluarganya namun pasien yang bersangkutan enggan pulang karena keluarganya menolak kehadiran pasien. Alasan yang bersangkutan tidak punya ruang isolasi.

Atas fakta-fakta ini, dr. Ayu meminta Pemkot Kupang untuk menyiapkan gedung karantina khusus guna menampung para pasien Covid-19 yang tergolong pasien tanpa gejala di Kota Kupang. “Jadi solusinya untuk menampung pasien Covid-19 yang terus bertambah ini, pemerintah kota harus menyiapkan gedung khusus untuk karantina,” pinta dr. Ayu.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji. (FOTO: ISTIMEWA)

Pemkot Siap RS Darurat

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sedang menyiapkan sebuah rumah sakit (RS) darurat. RS Darurat ini disiapkan untuk menampung para pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tak bisa ditampung di berbagai RS di kota ini akibat terbatasnya daya tampung.

Ernest mengatakan hal ini ketika ditanyai TIMEXKUPANG.com terkait apa langkah ke depan menyikapi melonjaknya kasus Covid-19 di daerah ini, sementara sejumlah rumah sakit rujukan kewalahan menampung para pasien akibat over kapasitas.

Saat ditanyai apakah ada rencana Kota Kupang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat kasus korona terus meninggi, Ernest menegaskan, Kota Kupang belum ada rencana penerapan PSBB. “Yang sementara dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah menyiapkan Rumah Sakit Darurat,” beber Ernest.

Ernest menyebutkan, untuk mengadakan RS Darurat itu, sejauh ini ada dua calon lokasi, yakni gedung di Susteran Belo dan gedung bekal Panti Asuhan Nok Manekan di Kelurahan Fatukoa. (ogi/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top