Bank NTT-Dinas PUPR Teken PKS, Bupati Agas: Semakin Transparan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT-Dinas PUPR Teken PKS, Bupati Agas: Semakin Transparan


Bupati Matim, Agas Andreas (Tengah) bersama Pimpinan Bank NTT Borong, Nurchalis, Kadis PUPR Yos Marto, Kadis Keuangan Abdullah, dan Kabag Umum dan Keuangan BLUD SPAM Fransiskus Y. Aga foto bersama usai penandatanganan PKS, Jumat (27/11). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bank NTT-Dinas PUPR Teken PKS, Bupati Agas: Semakin Transparan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bank NTT Cabang Borong dan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menandatangani perjanjian kerja sama (PKS), dalam rangka kemudahan transaksi/pembayaran tagihan air minum oleh masyarakat secara online.

Seremoni penandatanganan PKS itu dilakukan Kepala Dinas (Kadis) PUPR, Yos Marto dan Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT, Nurchalis Tahir bertempat di ruang rapat bupati, kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Gurung Liwut, kecamatan Borong, Jumat (27/11). Bupati Matim, Agas Andreas menyaksikan langsung penandatanganan PKS ini. Hadir saat itu Kadis Keuangan Abdullah, Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) Matim, Fransiskus Y. Aga.

“Dengan kerja sama ini, masyarakat dimudahkan untuk membayar kewajibanya sebagai pelanggan air minum pada BLUD SPAM. Tentu ini juga sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Matim,” kata Bupati Agas dalam acara itu.

Bupati Agas mengaku, dirinya telah membaca seluruh draft PKS tersebut. Ia menilai draft itu sangat bagus dan patut diapresiasi. Selain sangat membantu pelanggan terkait pembayaran jasa tagihan air minum, juga sistem pembayaran terkontrol.

Bupati Agas berharap ke depan, semua sistem pembayaran tagihan di instansi Pemkab Matim dilakukan secara online. “Saya sudah baca draf PKS ini, dan saya yakin pemungutan retribusi semakin bagus dan transparan. Semuanya mudah dikontrol. Dalam PKS ini tentu tidak sekadar seremonial, tapi supaya penyetoran tertib dan memuaskan masyarakat,” ungkap Bupati Agas.

Pimpinan Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Matim melalui Dinas PUPR yang telah mempercayai Bank NTT sebagai mitra penyelenggaraan layanan penerimaan pembayaran jasa tagihan air minum secara online.

“Untuk sistem pembayaran tagihan air minum secara online melalui Bank NTT, di NTT, Kabupaten Matim merupakan yang ke-8. Mulai Desember 2020, masyarakat Matim sudah bisa menyetor atau membayar tagihan air di Bank NTT secara online,” kata Nurchalis.

Menurutnya, masyarakat Matim sudah terbiasa dengan layanan digital pada Bank NTT. Salah satunya, pelanggan cukup menggunakan mobile banking Bank NTT, semua urusan transaksi non tunai termasuk pembayaran tagihan air dengan mudah dilakukan melalui handphone (HP). Sistem di BLUD SPAM Matim sudah sangat memadai untuk koneksi dengan Bank NTT.

“Pembayaran secara online ini memudahkan pelanggan BLUD SPAM membayar tagihan air. Bisa bayar dari rumah dengan mengunakan HP. Bisa juga pakai ATM. Tidak perlu pakai antrean. Pastinya kami akan memberikan pelayanan secara totalitas bagi masyarakat Matim. Tentunya agar lebih mudah dalam pembayaran tagihan air,” janji Nurchalis.

Sementara Kadis PUPR Marto melalui Kabag Umum dan Keuangan BLUD SPAM, Fransiskus, yang ditemui TIMEXKUPANG.com usai penandatanganan PKS menyebutkan, saat ini jumlah pelanggan air minum BLUD SPAM Matim sebanyak 5.759 pelanggan. Dari jumlah itu tercatat yang aktif sebanyak 5.259. Lainya non aktif.

“Yang non aktif itu pernah menjadi pelanggan. Tapi karena debit air kurang, makan pelayanan air minum dihentikan atau non aktif sementara. Jumlah pelanggan yang ada itu, tidak hanya dalam Kota Borong, tapi di seluruh wilayah Kabupaten Matim,” beber Fransiskus.

Menurutnya, dengan penandatanganan PKS itu, penyelenggaraan layanan penerimaan pembayaran jasa tagihan air minum dilakukan secara non tunai. Dengan demikian, kantor BLUD SPAM yang berlokasi di Golo Karot, Kelurahan Rana Loba nanti hanya melayani pengaduan masyarakat.

“Ini karena pembayaran sudah dilakukan secara online dengan Bank NTT. Pelanggan lebih mudah dan simpel melakukan pembayaran, lebih efisien karena wilayah Matim ini cukup luas. Sistem ini juga sangat transparan. Kalau sistem pembayaran tagihan yang sebelumnya manual, maka sekarang kita alihkan ke sistem online dengan sentralisasi data pelanggan,” katanya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top