Gunung Api Ili Lewotolok Erupsi, Warga Panik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gunung Api Ili Lewotolok Erupsi, Warga Panik


MENJULANG TINGGI. Semburan abu dari erupsi Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (29/11) pagi tadi yang diabadikan warga setempat. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Gunung Api Ili Lewotolok Erupsi, Warga Panik


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Minta Warga Tenang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi pada Minggu (29/11) pagi. Dari sejumlah rekaman video yang berada di media sosial juga grup-grup WhatsApp, warga yang berada di sekitar salah satu gunung api aktif di Indonesia pun lari meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Nitanel, salah seorang warga yang dihubungi TIMEXKUPANG.com via telepon, Minggu (29/11) siang menyebutkan, gunung itu terus menyemburkan abu ke angkasa. “Sekarang ini masih keluar abu. Kita dapat debu, tapi tidak apa-apa. Jarak rumah dengan gunung itu lebih kurang lima kilometer,” ungkap Nitanel.

Terpisah,Vecky Making, salah satu ASN di Pemkab Lembata yang dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com per telepon, Minggu (29/11) mengaku sedang berada di area sekitar lokasi bencana untuk mengevakuasi warga di dua kecamatan yang paling dekat dengan Gunung Ili Lewotolok.

“Sejak pagi kami berada di lokasi untuk mengevakuasi warga ke kota. Ada dua kecamatan yang kami evakuasi warganya,” ungkap Vecky Making.

Sementara itu, dikutip dari laman vsi.esdm.go.id, disebutkan bahwa tingkat aktivitas gunung ini berada pada Level II (Waspada) sejak 7 Oktober 2017 pukul 20:00 Wita.

Peningkatan status tingkat aktivitas ini dilatarbelakangi oleh adanya peningkatan kegempaan signifikan terutama gempa Tektonik Lokal (TL), Vulkanik Dalam (VA), dan Vulkanik Dangkal (VB) sejak pertengahan September 2017.

Gunung Api Ili Lewotolok yang tingginya 1.018 meter di atas permukaan laut itu mengalami erupsi pada 28 November 2020 pukul 05:57 Wita. Saat itu gunung ini menyemburkan abu dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 500 meter di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dengan durasi erupsi tidak teramati jelas karena diikuti tremor menerus.

Hasil pemantauan sehari terakhir, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 400 meter dari puncak.

Pada malam hari teramati sinar api di area puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah selatan, barat, dan barat laut. Cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah selatan, barat, dan barat laut. Suhu udara 27-30.1 °C.

Dari hasil rekaman seismograf pada 28 November 2020 tercatat gunung api Ili Lewotolok ini terjadi 6 kali tremor harmonik, 2 kali tremor non-harmonik, dan 5 kali gempa vulkanik dalam.

Selanjutnya pada Minggu (29/11) sekira pukul 06:00 Wita tercatat terjadi 6 kali gempa vulkanik dalam.

Atas kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Api Ili Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah, dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok juga diharapkan tetap tenang, dan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

“Masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah daerah, BPBD provinsi/kabupaten beserta aparatur terkait lainnya sesuai rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi sehingga jika diperlukan upaya-upaya mitigasi strategis yang cepat, dapat dilakukan dengan segera dan tanpa menunggu waktu yang lama,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top