Rote Ndao Minim Peredaran Narkoba, Tim Kemenko Polhukam: Tetap Waspada | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rote Ndao Minim Peredaran Narkoba, Tim Kemenko Polhukam: Tetap Waspada


KUNKER. Tim Kemenko Polhukam RI melakukan pertemuan dengan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bulu dan jajaran dalam rangka mewujudkan efektifitas koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan Inpres No 2 tentang RAN P4GN, di Rote, Jumat (27/11). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Rote Ndao Minim Peredaran Narkoba, Tim Kemenko Polhukam: Tetap Waspada


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao masuk dalam daerah dengan tingkat peredaran narkoba kategori rendah. Walau demikian, tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI dalam kunjungan kerjanya (Kunker), Jumat (28/11), mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao perlu mewaspadai.

Sebagaimana diketahui, kunker tersebut dalam rangka mewujudkan efektifitas koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2020 yang menginstruksikan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional (RAN) terhadap Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap dan Prekusor Narkotika (P4GN).

Sebagai daerah wisata, Rote Ndao juga berpotensi sebagai pintu masuk peredaran narkoba. Lalu lintas laut yang begitu terbuka, memungkinkan masuknya narkoba ke pantai wisata Nemberala.

“Rote Ndao, walau tidak terkotegori daerah pengedar, namun ada indikasi terhadap pengguna narkoba,” kata Pelaksana harian (Plh) Asdep 3, Deputi V Kamtibmas, Hadi Gunawan, SH, S.IK

Menurutnya, Rote Ndao masih sangat rendah terhadap pengedaran narkoba, dibanding daerah lain di Nusa Tenggara Timur. Dan jika dibandingkan dengan Labuan Bajo, Hadi Gunawan menyebut Rote Ndao berada di bawahnya.

Sehingga kepada Pemkab Rote Ndao, Hadi Gunawan meminta untuk mewaspadai penggunaan secara perseorangan. Karena Rote Ndao menurutnya, belum berpotensi sebagai daerah pengedar narkoba.

Selain itu, terhadap pencegahan dan penanggulangan Covid-19, di Rote Ndao, Hadi Gunawan, menegaskan untuk melakukan penindakan secara tegas oleh pemerintah melalui Peraturan Bupati, yang memuat sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, mengatakan, pemerintah mendapat dukungan Forkopimda dalam melaksanakan P4GN. Dimana secara teknis telah dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyasar hingga ke desa-desa, juga ke lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan tes urin secara berkala kepada ASN. “Bahkan, selain di tingkat kabupaten dan kecamatan, Satgas/tim terpadu P4GN sudah dibentuk di desa,” ungkap Paulina.

Bupati Paulina bertekad kabupaten yang dipimpinnya ini tetap mepertahankan statusnya sebagai daerah berkategori rendah terhadap peredaran narkoba. Sehingga dapat berkonsentrasi terhadap kegiatan pembangunan lainnya.

“Mudah-mudahan Rote Ndao tetap pada status saat ini. Tetapi kami juga berharap tanpa narkoba,” harap Bupati Paulina.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Penanganan Kejahatan Luar Biasa, Deputi V/Kamtibmas, Murry Miranda, S.IK, banyak pencari suaka, yang kebanyakan dari Timur Tengah melintas ke wilayah NKRI sebagai daerah persinggahan.

Dengan tak sedikit modus yang kerap digunakan agar memperoleh suaka. Untuk itu, pengawasan terhadap setiap kapal yang masuk, khususnya di Rote Ndao harus diperketat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Banyak sekali modus yang mereka (Pencari suaka, Red) gunakan. Di sinilah kita harus lebih ketat dan jeli terhadap kedok untuk mendapatkan suaka,” kata Murry Miranda. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top