Detik-detik Warga Humusu Wini Tewas Tersambar Petir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Detik-detik Warga Humusu Wini Tewas Tersambar Petir


EVAKUASI. Anggota Polsek Insana Utara bersama warga mengevakuasi Korban Donelci Yanto Anin, ke Puskesmas Wini, petang tadi (1/12). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Detik-detik Warga Humusu Wini Tewas Tersambar Petir


Kapolres TTU Imbau Masyarakat Tetap Waspada

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Donelci Yanto Anin, 18, warga Kiusnasa, RT 11/RW 02, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tewas tersambar petir, Selasa (1/12) petang.

Korban tersambar petir saat sedang berada di kebun milik Vitalis Yustisianus Seran, yang juga warga setempat. Akibat sambaran petir tersebut, korban mengalami luka melepuh pada bagian kemaluan, perut bagian kanan, kaki, dan bahu.

Informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya menjelaskan detik-detik petir merenggut nyawa Donelci ini.

Disebutkan bahwa pada siang hari tadi (1/12), sekira pukul 14.30 Wita, korban Donelci Yanto Anin bersama saksi Vitalis Yustisianus Seran tengah berada di kebun milik Vitalis di Kiusnasa, Desa Humusu Wini.

Saat itu cuaca tampak mendung dan hampir turun hujan. Tiba-tiba saja petir langsung menyambar tubuh korban. Korban pun langsung jatuh tersungkur dan meninggal dunia di tempat.

Saksi yang melihat langsung kejadian itu langsung berteriak minta tolong kepada warga setempat. Warga sekitar pun berdatangan dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi media ini membenarkan peristiwa maut tersebut.

Dikatakan, pihaknya telah menerima laporan dan telah memerintahkan anggota di Polsek Insana Utara untuk mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.

Setibanya di TKP, pihak kepolisian mendapati korban telah meninggal dunia. Pihaknya lalu memperoleh keterangan dari Vitalis Yustisianus Seran terkait penyebab korban.

Setelah itu, kata Nelson, Polisi bersama warga setempat kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Wini untuk dilakukan visum at repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap fisik korban, ditemukan luka melepuh pada bagian kemaluan, perut bagian kanan, kaki, dan bahu. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat sambaran petir.

Setelah diperiksa oleh tenaga medis Puskesmas Wini, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga. Keluarga korban ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah.

“Anggota sudah evakuasi korban ke Puskesmas Wini dan sudah dilakukan visum. Hasilnya korban meninggal akibat tersambar petir,” ungkap Nelson.

Atas kejadian tersebut, Nelson mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati memasuki musim penghujan saat ini. Pasalnya, fenomena sambaran petir kerap terjadi saat awal musim penghujan. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan handhone dan menghindari berteduh di pepohonan yang berada di areal tanah lapang karena lokasi tersebut menjadi sasaran petir.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati di awal musim penghujan terutama tetap berada di dalam rumah untuk menghindari Sambaran petir,” pesannya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top