Pesan di Balik Setangkai Mawar Merah, Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pesan di Balik Setangkai Mawar Merah, Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya


PEDULI AIDS. Tim KPAD Rote Ndao membagi-bagikan bunga mawar dan masker, dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di simpang tiga, jalan Utomo-Ba'a, Kecamatan Lobalain, Selasa (1/12). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pesan di Balik Setangkai Mawar Merah, Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya


KPAD Rote Ndao Peringati Hari AIDS Sedunia dengan Membagi Mawar

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Setiap tanggal 1 Desember dunia memperingati Hari AIDS sedunia. Momentum ini semakin mengingatkan kepada semua masyarakat agar lebih sadar dan mempunyai pengertian yang baik tentang bahaya AIDS.

Di Kabupaten Rote Ndao, Komisi Penanggungalan AIDS Daerah (KPAD) memperingati momen penting tersebut dengan kegiatan yang menggugah publik akan pentingnya memahami bahaya penyakit yang belum ada obatnya itu.

Tim KPAD Rote Ndao menyiapkan beragam pernak dan pernik untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat, dengan maksud sebagai bentuk kampaye bahaya penyakit tersebut. Biasanya, kampanye dilakukan dalam bentuk membagi-bagikan selebaran dan membentangkan spanduk yang bertebaran di jalan-jalan. Ada juga yang membagikan pita, lifleat, serta yang lagi ‘ngetrend’ saat ini adalah bunga mawar.

Vebri Y. Teti, SKM, salah satu tim KPAD Rote Ndao saat ditemui ketika aksi bagi-bagi mawar di Kota Ba’a menjelaskan bahwa kali ini mereka melakukan kampanye penanggulangan AIDS dengan membagi-bagikan bunga mawar.

Bunga mawar, katanya, memang tak hanya indah dilihat. Tetapi Mawar merah sendiri mewakili makna yang sangat luar biasa. Yakni pengabdian disertai cinta, juga sebagai permohonan maaf.

Disebutkan, dalam konteks ini (hari AIDS) mawar itu dimaksudkan menumbuhkan kesadaran untuk selalu mencintai diri, dari bahaya HIV/AIDS. Sementara warna merah, menunjukan tempat (darah) berkembangnya virus HIV di dalam tubuh.

Warna merah juga melambangkan semangat atau gairah untuk melawan penyakit mematikan ini. Terutama bagi mereka yang sudah terinfeksi dalam menjalani masa-masa hidupnya.

Semua media itu, memuat pesan ‘kepedulian’ terhadap penanganan penyakit HIV/AIDS. Yang hingga kini, belum ditemukan obat penawarnya.

Karena belum ada obatnya, kata Vebri, satu-satunya cara agar terbebas dari virus tersebut adalah melakukan pencegahan. Tindakan ini merupakan cara yang paling ampuh untuk menangkal infeksi HIV.

Sehingga di hari AIDS sedunia kali ini, Selasa (1/12), tim KPAD Rote Ndao, memperingatinya dengan membagi bunga mawar. Ditambah masker, untuk mendukung protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Maaf, Pak/Ibu, ini bunga, juga masker. Selamat hari AIDS,” kata Vebri Teti, saat membagi masker di simpang tiga, jalan Utomo-Ba’a, Kecamatan Lobalain, Selasa (1/12).

Mereka membagi bunga dan masker kepada setiap pengendara yang melintas. Satu persatu pengendara yang lewat, diberi masing-masing setangkai bunga mawar dan juga sebuah masker.

Begitu juga dengan membawa sebuah spanduk yang bertuliskan, ‘Saya berani, saya sehat’. Spanduk tersebut dibentang persis di tepi jalan, sembari mengajak warga yang melintas untuk menjauhi HIV.

“Jauhi HIV ya. Jangan lupa, jauhi HIV,” kata Vebri mengajak pengendara yang melintas.

Vebri Teti mengatakan, aksi tersebut dilakukan selain mengajak masyarakat untuk peduli terhadap HIV, juga mengedukasi untuk tidak menjauhi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Karena menurutnya, penyakit HIV tidak menular dengan mendekati penderita.

Penularan virus tersebut, kata Vebri, salah satunya adalah melalui hubungan sex yang tidak aman, bergonta-ganti pasangan. Hubungan yang aman menurutnya, yaitu setelah menikah atau dengan menggunakan kondom.

Vebri menambahkan, dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengajak masyarakat agar selalu bersimpati kepada masyarakat yang terinfeksi virus HIV. Sehingga menghindari stigma negatif yang timbul di lingkungan masyarakat terhadap ODHA.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan ODHA. Karena yang perlu dijauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya,” kata Vebri menambahkan.

Setelah membagi bunga dan masker, tim KPAD Rote Ndao, yang didalamnya terdapat anggota medis ini, melanjutkan dengan melakukan tes HIV. Tim ini kemudian menyasar sejumlah ASN di Kantor Bupati Rote Ndao.

Diketahui, tes HIV itu dilakukan di beberapa bagian, pada lingkup Sekretariat Daerah Rote Ndao. Diantaranya, Bagian Umum, Humas dan Protokol, Bagian Hukum dan Perundang-undangan, serta bagian lain, dengan jumlah 117 partisipan yang menjalani tes HIV.

“Tak hanya ASN, Tenaga Kontrak Daerah (TKD) juga ambil bagian. Semuanya berjumlah 117 orang,” tambah Jenny Yansri Adu, S.Kep,Ns, salah satu anggota Tim KPAD Rote Ndao. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top