Sukriansyah Stafsus Wapres Minta Jiwasraya Siapkan Mitigasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sukriansyah Stafsus Wapres Minta Jiwasraya Siapkan Mitigasi


Stafsus Wapres Bidang Infrastrukturisasi dan Investasi, DR. Sukriansyah S. Latief. (FOTO: Fajar)

BISNIS

Sukriansyah Stafsus Wapres Minta Jiwasraya Siapkan Mitigasi


Meminimalisir Ketidakpuasan Restrukturisasi dan Penyelamatan Polis Jiwasraya

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Direktur Utama, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko mengatakan, restrukturisasi, transfer, dan bail in adalah opsi yang paling optimal untuk penyelamatan pemegang polis.

Hal ini diungkapkan Hexana dalam rapat kordinasi yang dipimpin oleh Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Bidang Infrastrukturisasi dan Investasi, DR. Sukriansyah S. Latief di Kantor Wapres, Rabu (25/11) lalu. Rapat itu juga dihadiri oleh Indra Widjadja, Direktur Pemasaran Korporat Jiwasraya, Yulian Hadromi, Asisten Staf Khusus Bidang Investasi, Guntur Subagja, Asisten Staf Khusus bidang Ekonomi & Keuangan, dan Ahmad Lutfie, Asisten Deputi Keuangan Investasi dan Badan Usaha Sekretariat Wapres.

Opsi Restrukturisasi, Transfer dan Bail In tersebut diatas diambil setelah mempertimbangkan aspek hukum, sosial, politik.

Sebelumnya diberitakan bahwa Panja Komisi VI DPR RI dan Kementerian BUMN telah menyepakati penyertaan modal negara (PMN) untuk holding asuransi yaitu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) dengan total Rp 22 triliun.

BACA JUGA: Nasabah Jiwasraya Tagih Janji Pemerintah soal Pembayaran Polis

PMN ini dibagi dua tahap yakni Rp 12 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan Rp 10 triliun ditambah bunga hutang akan dimintakan dalam RAPBN tahun 2022. Dengan menggunakan dana PMN, dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) Taspen, dan fundraising lainnya, IFG akan melakukan setoran modal sebanyak Rp 26,7 triliun ditahun 2021 ke anak perusahaan asuransi jiwa baru yang bernama IFG Life.

Untuk memastikan Jiwasraya tidak mewariskan kerugian kepada IFG Life setelah transfer portofolio, Jiwasraya akan melaksanakan proses retrukturisasi polis dan penyesuaian nilai pelunasan polis. Pengalihan polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi kepada IFG Life disertai pengalihan asset clean and clear.

Diharapkan proses restrukturisasi ini dapat diselesaikan pada bulan Mei 2021. Setelah pelaksanaan transfer polis, Jiwasraya akan tetap beroperasi untuk menyelesaikan permasalahan aset Non Clean & Clear dan mengelola portofolio pemegang polis yang menolak pemindahan polis.

Dalam kesempatan tersebut DR. Sukriansyah S. Latief, menyampaikan Jiwasraya hendaknya dapat mengelola ekspektasi nasabah-nasabah dengan baik dengan menyiapkan mitigasi-mitigasi sehingga dapat meminimalisir potensi-potensi ketidakpuasan nasabah yang dapat berujung gugatan hukum. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top