Ini 3 Kecamatan di Kota Kupang dengan Kasus Covid-19 Tertinggi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ini 3 Kecamatan di Kota Kupang dengan Kasus Covid-19 Tertinggi


ILUSTRASI. Fasilitas ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD S. K. Lerik Kota Kupang yang pengerjaannya ditinjau Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man (kiri) beberapa waktu lalu. Seiring meningkatkan pasien positif Covid-19 di Kota Kupang, daya tampung rumah sakit terbatas. (FOTO: Fenti Anin/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ini 3 Kecamatan di Kota Kupang dengan Kasus Covid-19 Tertinggi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Angka pertambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Kupang boleh dikata makin memburuk. Sejak kemunculan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pertama di Kota Kupang pada 9 April 2020, hingga kemarin (1/12), angka terkonfirmasi positif korona berjumlah 543 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 339 pasien masih dalam perawatan, 189 pasien sembuh, dan 15 pasien meninggal.

Melihat angka-angka ini, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si mengatakan, persentase pertambahan tertinggi itu terjadi antara periode Agustus ke September. Kenaikannya sampai 925 persen. Sementara pada September ke Oktober kenaikan positif Covid-19 sebanyak 195 persen, lalu pada Oktober hingga ke pekan keempat November 2020 kenaikannya mencapai 492 persen.

Jika merujuk pada data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, hingga kemarin (1/12), dari enam kecamatan di Kota Kupang, terdapat tiga kecamatan yang angka pasien terpapar koronanya tinggi sekali, yakni di atas 70 kasus. Tiga kecamatan itu yakni, Kecamatan Oebobo dengan 85 kasus, menyusul Alak dengan 72 kasus, dan Kecamatan Maulafa dengan 71 kasus terkonfirmasi positif korona. Sementara Kecamatan Kelapa Lima berada diurutan empat kasus tertinggi di kota dengan 56 kasus, Kota Raja dengan 34 kasus, dan Kota Lama dengan 21 kasus positif.

Sedangkan ditingkat kelurahan, kasus tertinggi ada di Kelurahan Sikumana dengan 30 kasus positif, menyusul Oesapa dengan 27 kasus lalu Kelurahan Oebufu dan Namosain masing-masing dengan 24 kasus positif.

Menyikapi sebaran kasus ini, Ernest yang diwawancarai Timor Express, di Kupang, Rabu (2/12) menjelaskan, tingginya angka pertambahan kasus di Kota Kupang dipengaruhi beberapa faktor. Selain penularan pelaku perjalanan, lanjut Ernest, faktor yang paling tinggi penularannya adalah transmisi lokal, dimana beberapa kecamatan atau kelurahan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup padat juga banyaknya perayaan pesta dan acara lainnya yang melibatkan banyak orang sehingga mengakibatkan kerumunan.

BACA JUGA: Jelang Libur Nataru, Ini Warning Pemkot untuk Pelaku Perjalanan

Ernest menyebutkan, hingga Selasa (1/12), Kota Kupang bertambah 20 kasus positif baru, dimana semuanya transmisi lokal. Sehari sebelumnya pada Senin (30/11), Kota Kupang bertambah 18 kasus baru, terdiri dari 8 pasien perempuan, dan 10 pasian laki-laki. Hari ini (2/12), Kota Kupang bertambah lagi 12 kasus positif baru. Dengan demikian, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kupang yang masih dirawat dan isolasi mandiri hingga 2 Desember 2020 sebanyak 351 orang.

Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di rumah sakit hingga 30 November 2020 sebanyak 66 pasien. Rinciannya di RSUD S. K. Lerik sebanyak 5 orang pasien, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes (8 orang), RST Wira Sakti (12 orang), RS Siloam (13 orang), dan RS Leona (4 orang). Selanjutnya RS AL Samuel Moeda (8 orang), RS Beromeus (6 orang), RS Bayangkara Drs. Titus Uly (6 orang), dan RS Kartini (4 orang). Selebihnya sebanyak 261 orang pasien Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri.

Ernest menjelasan, Pemkot Kupang melalui gugus tugas terus mengingatkan masyarakat agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan. “Bahkan Pemkot sudah mengeluarkan Perwali Nomor 90 tahun 2020, juga disertakan dengan sanksi atau denda yang diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, mulai dari sanksi kerja sosial dan sanksi uang dan ancaman pencabutan izin,” katanya.

Ernest sekali menegaskan agar masyarakat benar-banar patuh akan protokol kesehatan, rajin memakai masker, sering mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan hindari kerumunan. Hal ini penting dipatuhi karena di Kota Kupang saat ini, akibat petugas medis ikut terpapar Covid-19, ada empat Puskesmas yang ditutup, dan belum dibuka. Empat Puskesmas itu yakni Puskesmas Oepoi, Oebobo, Sikumana, dan Puskesmas Oesapa.

“Sampai saat ini empat Puskesmas di Kota Kupang belum dibuka karena belum semua hasil swab tenaga kesehatan itu keluar. Kita masih menunggu hasilnya, karena baru sebagian yang sudah keluar. Kita harus memastikan secara baik agar tenaga medis yang merupakan garda terdepan ini benar-benar bersih dari paparan Covid-19. Pasalnya mereka berada pada pelayanan kesehatan tingkat pertama,” pungkas Ernest. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top