Jelang Coblosan Pilkada Belu, 2.982 KPPS Jalani Rapid Test | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jelang Coblosan Pilkada Belu, 2.982 KPPS Jalani Rapid Test


TETAP TERSENYUM. Jubir KPU Belu, Herlince E. Asa. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Jelang Coblosan Pilkada Belu, 2.982 KPPS Jalani Rapid Test


Kesiapan Logistik, Belu Kurang 4.076 Surat Suara

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu dan jajarannya menjalani rapid test jelang hari pencoblosan pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti.

Saat ini, penyelenggara tingkat kabupaten, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan panitia pemungutan suara (PPS) sudah selesai menjalani rapid test. Sedangkan 2.982 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sedang menjalani pemeriksaan rapid test yang dijadwalkan berakhir Kamis (3/12) besok.

Juru Bicara (Jubir) KPU Belu, Herlince E. Asa saat dikonfirmasi media ini di Atambua, Rabu (2/12) menjelaskan, pemeriksaan rapid test untuk KPPS berlangsung selama dua hari, dimulai Rabu (2/12) dan berakhir Kamis (3/12).

“Pemeriksaan dengan rapid test ini wajib diikuti semua anggota KPPS. Pemeriksaan juga termasuk petugas penertiban atau anggota Linmas. Hanya untuk Linmas sejauh ini belum bisa dilakukan pemeriksaan karena namanya belum di sampaikan ke KPU sehingga belum bisa disertakan untuk di-rapid test,” ungkap Herlince.

Menurut Herlince, jika dalam pemeriksaan rapid test ada petugas yang hasilnya reaktif, maka akan dilakukan pergantian KPPS baru. Hal ini tidak bisa menunggu rapid test kedua karena waktunya terbatas. Sebab aturannya seseorang yang diketahui reaktif harus menjalani isolasi mandiri 12 hari. Bahkan peserta yang reaktif bisa dilakukan swab sesuai saran tim medis.

“Semua anggota KPPS wajib di-rapid test dan yang reaktif diganti. Kecuali PPS dan PPK bila reaktif masih dilakukan rapid kedua. Dan tugasnya bisa dibantu rekan lainnya,” tandasnya.

Herlince menyebutkan, pemeriksaan rapid test untuk seluruh petugas dilakukan di Puskesmas terdekat. Jadwalnya sudah diatur sesuai desa dan kecamatan. Sejauh ini pemeriksaan rapid test untuk personil di KPU Kabupaten, PPK, dan PPS sudah selesai.

Masih menurut Herlince, untuk KPU Kabupaten, jumlah anggota dan sekretariat yang di-rapid sebanyak 34 orang. Sedangkan anggota PPK sebanyak 60 anggota dan anggota PPS 243 orang.

Herlince mengungkapkan, dari pemeriksaan rapid test yang sudah berjalan untuk tingkat PPK, PPS, dan KPPS, terdapat empat orang yang hasilnya reaktif. Tetapi langsung ditangani tim medis untuk dilakukan isolasi mandiri dan dipantau tim medis. Sambil menunggu instruksi petugas medis untuk dilakukan rapid test kedua.

“Rapid test reaktif ini kan belum tentu positif Covid-19. Kecuali melalui hasil swab. Sehingga kita minta agar petugas dan masyarakat boleh waspada tapi tidak perlu takut,” pintanya.

Logistik Kurang

Sementara terkait kesiapan logistik Pilkada Belu, Herlince mengaku, sudah diadakan dan telah tiba di gudang penampungan. Surat suara pun telah disortir dan di lipat. Dari hasil penyortiran, kata Herlince, masih ada surat suara yang rusak atau sobek dan terkena tinta bahkan tidak tepat jumlahnya.

Herlince menyebutkan, setelah disortir, jumlah surat suara mengalami kekurangan sebanyak 4.076 lembar. Terhadap kekurangan pihaknya sudah berkoordinasi dengan rekanan pengadaan di Surabaya untuk dilakukan penambahan.

“Intinya untuk logistik sudah aman. Surat suara yang kurang besok pasti sudah tiba via penerbangan,” ujarnya.

Khusus logistik berupa alat pelindung diri (APD) dan formulir undangan, sebut Herlince, sudah didistribusi untuk 12 PPK. Selanjutnya diteruskan ke PPS dan KPPS. Sedangkan untuk logistik berupa kotak suara, surat suara, dan formulir lainnya baru bisa dididistribusikan pada 7 Desember 2020 atau paling lambat H-2 coblosan sudah tiba di TPS.

“Logistik berupa formulir C6 atau pemberitahuan, dan salinan DPT sudah didistribusi. Termasuk APD untuk KPPS,” pungkasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top