Jelang Libur Nataru, Ini Warning Pemkot untuk Pelaku Perjalanan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jelang Libur Nataru, Ini Warning Pemkot untuk Pelaku Perjalanan


Jubir Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jelang Libur Nataru, Ini Warning Pemkot untuk Pelaku Perjalanan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Melonjaknya angka terkonfirmasi positif Covid-19 yang makin tak terbendung di Kota Kupang membuat pemerintah setempat menyiapkan langkah atisipasi dalam menghadapi masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Guna mengantisipasi pelaku perjalanan atau pendatang yang ingin berlibur di Kota Kupang selama Nataru, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Tujuannya agar para pendatang yang masuk ke Kota kupang atau yang pulang berlibur Natal dan Tahun baru, harus didata secara baik, untuk dipantau dan jika diperlukan diimbau agar melakukan test swab,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si saat diwawancarai Timor Express, di Kupang, Rabu (2/12).

Pemkot, kata Ernest ingin memastikan seluruh pendatang yang memasuki wilayah Kota Kupang benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti segala ketentuan khususnya terkait kelengkapan dokumen bagi pelaku perjalanan.

“Kami minta kepada semua pelaku perjalanan yang masuk ke Kota Kupang agar menjaga kesehatan dan tidak langsung berhubungan dengan masyarakat atau dengan banyak orang, dan harus memastikan bahwa tetap dalam kondisi baik untuk menjaga keluarga tetap aman, dan pada umumnya masyarakat Kota Kupang,” tegas Ernest.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RS Kawalahan Tampung Pasien, Pemkot Siapkan RS Darurat

Ernest juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Kota Kupang tetap waspada dan mengikuti semua aturan dalam protokol kesehatan, pasalnya jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Kupang terus melonjak, sementara kapasitas tampung rumah sakit sangat terbatas.

“Kapasitas rumah sakit di Kota Kupang ini sangat terbatas. Hanya bisa menampung sekitar 100 pasien saja, sementara sekarang saja sudah ada 300 lebih kasus yang masih dirawat atau melakukan isolasi mandiri,” ungkap sang jubir yang juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang ini.

Ernest melanjutkan, agar masyarakat lebih patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, Pemkot mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 90 tahun 2020, dimana dalam ketentuannya diatur juga sanksi atau denda bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi itu mulai dari sanksi kerja sosial dan sanksi membayar denda berupa uang hingga ancaman pencabutan izin usaha.

“Hal ini dimaksudkan agar kita semua harus mengambil peran. Tidak bisa hanya pihak tertentu saja atau pemerintah saja. Perlu kesadaran dari masing-masing pribadi agar dapat menekan angka kasus Covid-19, jangan sampai Covid-19 masuk di lingkungan keluarga kita,” tandas Ernest.

Ernest menambahkan, dalam upaya menekan angka pertambahan Covid-19 di Kota Kupang, pemerintah saat ini fokus melakukan 3T, yakni tracing, treatment, dan testing, sementara masyarakat diimbau agar terus melakukan 3M plus yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengali, dan menggunakan masker serta menghindari kerumunan. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top