PT Flobamor Tarik Kembali Beras Bantuan JPS di Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PT Flobamor Tarik Kembali Beras Bantuan JPS di Matim


KLARIFIKASI. Direktur Operasional PT Flobamor NTT, Budi Karsidin (Tengah), Direktur Setia Janji, Titus Ahas (Kiri) dan anggota DPRD NTT Yohanes Rumat (Kanan) di Borong, Rabu (2/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

PT Flobamor Tarik Kembali Beras Bantuan JPS di Matim


DPRD NTT Apresiasi Pemprov

BORONG, TIMEXKUPANG.com-PT Flobamor NTT mengakui kalau beras bantuan Covid-19 bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di kabupaten Manggarai Timur (Matim) kualitasnya kurang bagus. Sebagai distributor, PT Flobamor menyatakan siap menarik kembali beras yang sudah disalurkan tersebut.

“Saya sudah periksa berasnya di Kecamatan Rana Mese dan Borong. Ternyata benar kualitasnya sedikit tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Kami siap ganti dengan beras baru dan berkualitas,” kata Direktur Operasional PT Flobamor, Budi Karsidin, kepada TIMEXKUPANG.com di Borong, Rabu (2/12) petang.

Budi pastikan beras bantuan program jaringan pengaman sosial (JPS)  khusus korban PHK tersebut, secepat mungkin diganti dengan beras yang layak konsumsi. Bahkan kata dia, beras yang sudah telanjur didroping dari kantor camat ke desa akan ditarik kembali. “Untuk kabupaten Matim, jatah beras bantuan bagi korban PHK totalnya sebanyak 72 ton,” beber Budi.

Budi menyebutkan, dari sembilan kecamatan di Matim, pihaknya baru mendistribusikan beras ke dua kecamatan, yakni Kecamatan Borong dan Rana Mese. Sementara kecamatan lain, belum sama sekali. Tentu karena ditemukan kondisi beras sedikit kurang bagus. Sehingga pendropingan ke kecamatan lain ditahan untuk memastikan beras yang disalurkan ke masyarakat benar-benar baik kualitasnya.

“Bagi kecamatan lain, kami tahan untuk lanjut pendropingan. Kami pastikan beras yang didroping untuk tahap ke-3 ini harus berkualitas bagus seperti tahap satu dan dua,” sebutnya.

Budi dalam kesempatan itu juga mengklarifikasi bahwa bahwa beras yang sudah didroping ke Kecamatan Borong dan Rana Mese bukan beras oplosan atau beras dari Bulog yang didaur ulang.

Jika ditemukan ada aktifitas daur ulang beras di tempat tertentu, Budi tegaskan itu bukan beras untuk kepentingan program bantuan JPS untuk dampak Covid-19 dengan sasaran korban PHK. “Sama sekali bukan. Kemungkinan itu untuk kepentingan yang lain,” jelasnya.

Beras yang didistribuskan PT Flobamor, demikian Budi, sudah ada dalam karung berlabel bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan produksinya sudah dari jauh hari.

Menurut Budi, kemungkinan beras yang ada saat ini kondisinya sedikit kurang bagus karena disimpan terlalu lama. Tapi pihaknya bersyukur kepada anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat yang merespon dengan kondisi beras bantuan yang ada.

BACA JUGA: Kualitas Beras Bantuan JPS Dipertanyakan, Yohanes Rumat: Tidak Manusiawi

“Jujur kami akui kesalahan dalam pengawasan dan telanjur distribusi ke kantor camat. Syukur bapak dewan yang temukan hal ini di lapangan. Kami juga cepat merespon. Terima kasih kepada Pak Hans (Yohanes Rumat, Red) dan kepada wartawan yang bisa memberi kontrol terhadap hal ini,” ucap Budi yang saat itu didampingi Direktur Cv. Setia Janji, Titus Ahas.

Budi menambahkan, dalam mendistribusikan beras bantuan ini, khususnya ke Kabupaten Matim, Manggarai, dan Manggarai Barat, PT. Flobamor berpatner dengan perusahan lokal, yakni Putra Kamboja dalam hal ini CV. Setia Janji. “Jadi perusahaan ini mengadakan beras lokal dan mendistribusikan bagi warga korban PHK. Selain itu, pada tahap ke-3, pendistribusian beras bantuan tersebut, hanya sampai titik kantor camat,” ujarnya.

“Kalau tahap satu dan dua, kita distribusi sampai ke desa. Tapi tahap ke-3 ini, distribusinya sampai di kantor camat saja. Itu karena anggaran atau biaya operasional lebih tinggi dan juga waktunya terlalu mepet, karena bantuan ini tidak boleh lewat dari Desember 2020,” sambungnya.

Untuk penyaluran bantuan tahap I dan II, kata Budi, sudah dilaksanakan, dan berasnya jenis premium dari Sulawesi.

Mengenai takaran berat yang tidak sesuai, sebut Budi, kemungkinan besar karena terjadi penyusutan atau hal teknis lainnya. Tapi dia berpesan, jika ditemukan hal itu terjadi dan dikomplain, pihaknya siap bertanggung jawab.

“Kalau ada komplain karena ukuranya tidak sesuai, silakan sampaikan ke pemerintah setempat atau bisa langsung ke kami. Dipastikan kami siap untuk penuhi kuantitas dan kualitas. Kerja kita sesuai kontrak,” jamin Budi.

Sementara anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, kepada TIMEXKUPANG.com menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT melalui Dinas Sosial bahwa mitranya langsung merespon apa yang menjadi temuan DPRD di lapangan, dalam rangka tugas pengawasannya. “Kami memberi apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah provinsi karena memang benar-benar mau melihat kesulitan masyarakat,” kata Yohanes.

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, kata Yohanes, hal seperti ini merupakan tanggung jawab bersama. Selain PT Flobamor, juga tentu mitra lokalnya sangat menghargai karena sungguh-sungguh merespon apa yang menjadi petunjuk teknis distribusi beras bantuan untuk masyarakat penerima bantuan. Pertama beras lokal, dan kedua distribusinya sampai tujuan.

“Kami mewakili lembaga DPRD, mengapresiasi Gubernur melalui Dinas Sosial, kemudian mitra Dinas Sosial yakni PT Flobamor dan Setia Janji, telah merespon untuk sama-sama menjadi tanggung jawab kita bersama memberi yang terbaik bagi rakyat,” tutur Yohanes. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top