Kejari Belu Musnahkan Barang Bukti Perkara Senilai Rp 6 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejari Belu Musnahkan Barang Bukti Perkara Senilai Rp 6 Miliar


PEMUSNAHAN. Kajari Belu bersama unsur Forkopimda sedang memusnahkan barang bukti dan barang rampasan. Pemusnahan berlangsung di halaman kantor Kejari Belu, Rabu (2/12). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejari Belu Musnahkan Barang Bukti Perkara Senilai Rp 6 Miliar


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu memusnahkan barang bukti dan barang rampasan untuk 44 perkara tindak pidana umum dan dua perkara tindak pidana khusus, yakni tindak pidana kepabeanan yang nilainya mencapai Rp 6 miliar lebih.

Pemusnahan barang bukti dari 46 perkara ini karena telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah).

Pemusnahan barang bukti tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejari Belu, Rabu (2/12). Hadir dalam kegiatan pemusnahan itu Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Dansatgas Yonif Raider Khusus 744, Kepala Kesbangpol Setda Belu, Kepala BNN Kabupaten Belu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Kepala Kejari (Kajari) Belu, Alfons Loemau usai pemusnahan kepada wartawan menjelaskan, barang bukti dimusnahkan setelah diputuskan dalam sidang pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Cara pemusnahan barang bukti itu, lanjut Alfons, ada yang dipukul atau dihancurkan dengan pemukul, dan dibakar. Seperti Iphone dihancurkan menggunakan pemukul untuk dikubur. Sedangkan pakaian bekas dimusnahkan dengan dibakar.

Hanya menurut Alfons, pakaian bekas karena jumlahnya banyak, maka hanya diambil dua karung sebagai sampel untuk di bakar. Sedangkan sisanya pihak Kejari Belu akan berkoordinasi ke Kupang untuk teknis pemusnahan lebih lanjut.

Alfons menjelaskan, barang bukti untuk tindak pidana umum (Tipidum) sebanyak 44 perkara itu terdiri dari kasus penyalahgunaan narkotika, perlindungan anak, senjata tajam, penganiayaan, pengeroyokan, penggelepan, dan lainnya.

Alfons menyebutkan, barang bukti pidana khusus yang disita untuk dimusnahkan berupa 229 unit Iphone 6S, satu buah koper tanpa merk, satu koper merk insiden dan merek menyugonzi, 6 unit wi-fi portable merk TP-Link, 2 unit 60 port multiple HD 350-60D, 1 unit 60 port multiple USB merk JQE, pakaian bekas sebanyak 1.200 karung.

Sedangkan jenis barang bukti Pidum berupa tembakau barong 5 gram diisi dalam tempat minyak rambut, 1 buah hemp rolling paper/kertas gulung,
dompet berisi potongan pipet plastik berisi sabu, 1 buah pipet kaca, senjata tajam berupa parang, pisau, klewang, pakaian berupa baju kaos, celana, kain sarung, pecahan kaca, pecahan piring, batu, kursi yang rusak/patah.

Total barang bukti Pidsus sebanyak 1.440 jenis. Sedangkan jumlah barang bukti Pidum sebanyak 80 jenis. Sehingga bila semua barang bukti itu dikalkulasi dalam nilai uang kisaran nilainya mencapai Rp 6 miliar lebih. Perincian barang bukti yang dimusnahkan paling besar adalah 229 buah handphone senilai Rp 458 juta dan 1.200 karung pakaian bekas yang harganya mencapai Rp 5 miliar.

“Pemusnahan barang bukti merupakan rangkaian perkara pidana umum dan pidana khusus. Penyelesaian sudah tuntas mulai dari eksekusi badan, denda, dan termasuk pemusnahan barang bukti,” jelasnya.

Alfons menjelaskan dalam putusan perkara ada barang bukti yang dirampas untuk dilelang untuk negara. Ada pula barang bukti yang disita dan dikembalikan. Dan ada barang bukti yang dimusnahkan. Salah satu perkara yakni perkara penyelundupan barang yang diamankan di perairan Indonesia Timor Leste.

Barang bukti yang disita berupa pakaian bekas, kayu rotan dan galon termasuk tiga buah bendera Timor Leste. Setelah perkaranya putusan inkrah pelaku sudah dihukum penjara 2 tahun, dan denda Rp 100 juta. Barang bukti yang dimusnahkan 1200 karung yang berisi pakaian bekas. Sedangkan barang bukti tiga unit kapal disita dan di lelang untuk negara. Harga lelang sebesar Rp 350 juta. Sedangkan barang bukti bendera Timor Leste, disita dan sudah dikembalikan ke Timor Leste melalui kantor perwakilan Kedutaan Timor Leste Agen Atambua. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top