Penuhi Kebutuhan Warga NTT Akhir Tahun, BI Siapkan Rp 1,9 Triliun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penuhi Kebutuhan Warga NTT Akhir Tahun, BI Siapkan Rp 1,9 Triliun


Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyowan Ariawan Atmaja. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Penuhi Kebutuhan Warga NTT Akhir Tahun, BI Siapkan Rp 1,9 Triliun


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT memprediksi kebutuhan uang masyarakat NTT pada akhir tahun ini, terutama bulan November hingga Desember 2020 lebih kurang mencapai Rp 1,9 triliun.
Prediksi kebutuhan uang masyarakat NTT jelang akhir tahun 2020 ini menurun dari kisaran Rp 2,4 triliun sampai dengan Rp 2,6 triliun dari biasanya. Hal ini akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini, khususnya di NTT.

“Berdasarkan data Bank Indonesia, kebutuhan uang di bulan November dan Desember rata-rata sekitar Rp 2,4 triliun sampai Rp 2,6 triliun. Tapi mempertimbangkan Covid-19 saat ini, kami memprediksi kebutuhannya sekitar Rp 1,9 triliun. Apalagi karena saat ini lagi razia pembatasan sosial dan lain sebagainya sehingga aktifitas ekonomi menurun,” jelas Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyowan Ariawan Atmaja saat dikonfirmasi Timor Express malam tadi.

Saat ini, kata Ariawan, langkah yang dilakukan adalah menyiapkan jumlah uang yang cukup untuk kebutuhan masyarakat NTT. Khusus untuk Kota Kupang dan sekitarnya, BI menyiapkan uang senilai Rp 600 miliar. Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, BI menyiapkan uang senilai kurang lebih Rp 1,3 triliun.

“Uangnya sudah kami droping ke sembilan kas titipan sejak awal November dan Desember ini lebih kurang Rp 1,3 triliun,” jelas Ariawan.

Menurut Ariawan, dari sembilan kas titipan BI di NTT, delapan kas titipan dikelola Bank NTT yang tersebar di Atambua, Alor, Lembata, Ende, Maumere, Labuan Bajo, Ruteng, dan Tambolaka. Nilai uang didelapan kantor kas ini lebih kurang Rp 1,1 triliun. Sedangkan satu kas titipan dikelola BRI Waingapu dengan total uang mencapai Rp 200 miliar.

Total nilai uang yang sudah didroping ke sembilan kas titipan BI Perwakilan NTT ini, terang Ariawan, guna mengantisipasi pembayaran proyek-proyek pemerintah, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD termasuk belanja dana desa dan gaji ASN maupun TNI/Polri.

“Termasuk di dalamnya libur selama perayaan natal dan tahun baru. Ini yang kami lakukan di Bank Indonesia,” ungkap Ariawan.

Ariawan mengimbau masyarakat NTT tidak perlu panik soal kebutuhan uang selama hari raya natal dan tahun baru 2021 termasuk libur panjang kedua hari raya dimaksud karena Bank Indonesia sudah menyiapkan uang dalam jumlah banyak dan cukup. Selain itu masyarakat disarankan untuk menukarkan uangnya ke bank terdekat jika membutuhkan uang pecahan mulai dari dua ribu hingga dua puluh ribu rupiah untuk menjamin keaslian uang.

“Ini penting, jangan sampai masyarakat menukarkan uang di tempat-tempat bukan bank atau yang tidak jelas asal usulnya. Karena kami tidak menjamin keaslian uang rupiahnya, tapi kalau menukarkan di bank, kami jamin keaslian uangnya karena sudah disortir oleh Bank Indonesia dan perbankan,” tegas Ariawan.

Ariawan berharap semua bank yang ada di wilayah kerjanya agar menyuport penukaran uang pecahan rupiah oleh masyarakat selama hari raya dan libur panjang nanti. Selain itu perbankan yang ada di NTT diminta agar mengisi uang pada semua mesin ATM yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan uang masyarakat selama hari raya dan libur panjang sehingga masyarakat bertransaksi dengan baik.

“Tolong masyarakat menggunakan transaksi nontunai, seperti kartu elektronik kartu debet dan QRIS sehingga mengurangi penggunaan uang tunai,” pesannya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top