Bawaslu Ngada Lakukan 3 Langkah Ini Perketat Pengawasan di Masa Tenang Pilkada | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu Ngada Lakukan 3 Langkah Ini Perketat Pengawasan di Masa Tenang Pilkada


Ketua Bawaslu Ngada, Sebastian Fernandes (kiri) dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Ngada, Yohana Leba,SH. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Bawaslu Ngada Lakukan 3 Langkah Ini Perketat Pengawasan di Masa Tenang Pilkada


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Tak terasa enam hari lagi hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar, tepatnya 9 Desember 2020. Saat ini sedang dalam masa kampanye, dan resmi berakhir Sabtu (5/12). Terhitung 6 Desember hingga 8 Desember merupakan masa tenang menuju perhelatan memilih siapa calon pemimpin daerah lima tahun ke depan.

Demi tegaknya aturan pelaksanaan Pilkada serentak ini, terutama selama berlangsung masa tenang, Bawaslu Kabupaten Ngada mulai menyiapkan langkah-langkah untuk memperketat pengawasan. Hal ini bertujuan menghindari segala bentuk kemungkinan adanya kerawanan pelanggaran Pilkada di wilayah Kabupaten Ngada.

Ketua Bawaslu Ngada, Bastian Fernandes kepada TIMEX, Kamis (3/12) mengatakan, pihaknya menyiapkan tiga langkah dalam upaya memperketat pengawasan selama masa tenang.

Pertama, kata Bastian, Bawaslu Ngada akan mengeluarkan surat peringatan, bukan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya semua pasangan calon (Paslon) dan timnya agar mulai tanggal 6 – 8 Desember bahkan 9 Desember menaati seluruh ketentuan atau aturan di masa tenang. “Salah satunya membersihkan semua alat peraga kampanye yang dipasang selama masa kampanye,” kata Bastiann.

Kedua, lanjut Bastian, Bawaslu Ngada juga mengingatkan para paslon dan tim pemenangnya agar selama masa kampanye, ada yang membagikan alat pelindung diri bergambar paslon atau logo partai kepada para pendukungnya tidak boleh lagi dilakukan, bahkan tidak boleh dikenakan lagi, khususnya APD bergambar paslon, nama paslon atau berlogo partai.

“Apabila kami (Bawaslu Ngada, Red) menemukan ini, pertama yang kami lakukan adalah mencegah atau meminta pengguna masker tersebut untuk buka sehingga tidak terlihat oleh masyarakat. Tetapi dalam hal itu, kami akan mengingatkan bahwa kembali ke rumah dan masker itu tidak boleh digunakan lagi sampai selesai pemilihan,” tegas Bastian.

Ketiga, tambah Bastian, pihaknya juga akan mengeluarkan surat peringatan kepada seluruh masyarakat Ngada, pasangan calon, tim dan pendukung agar tidak boleh menerima atau melakukan politik uang atau pergerakan-pergerakan yang mengumpulkan orang. Karena masa tenang itu adalah situasi yang diberikan kepada masyarakat menenangkan diri dan berpikir untuk memastikan siapa diantara kelima paslon itu yang paling tepat dipilih atau dicoblos.

“Jadi ingin memastikan bahwa selama masa tenang ini situasinya benar-benar aman. Tidak ada lagi perkumpulan-perkumpulan atau pembagian sembako yang lagi marak dilakukan para anggota DPR, baik itu dari pusat, provinsi hingga kabupaten. Kami juga akan mengeluarkan surat imbauan kepada partai politik, bahwa pembagian sembako tidak boleh dimasa tenang hingga tanggal 9 Desember. Kalau mau lakukan silakan setelah 9 Desember 2020 atau setelah pemilihan. Jangan ada perkumpulan yang mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu paslon,” tandas Bastian.

“Jika ada pelanggaran dimasa tenang ini, kami akan tindak tegas dan dampaknya akan diterima pasangan calon tersebut. Selain itu, jika ada yang menemukan pelanggaran saat pemilihan atau melakukan manipulasi maka sesegera mungkin merekam tindakan itu lalu melaporkan ke panswas terdekat,” tegas Bastian.

Bastian juga mengharapkan dimasa tenang tidak ada lagi pembuatan posko-posko sepertinya posko pemenangan atau kawasan salah satu paket. “Itu tidak boleh. Bagi masyarakat, marilah kita bersama-sama melakukan pengawasan sehingga proses pemilihan Rabu (9/12) depan dapat berjalan baik, aman, dan tenang,” harap Bastian.

Tak lupa Bastian juga mengharapkan penyelenggara, dalam hal ini KPU Ngada untuk membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditempat yang baik dan aman. Kalau bisa gunakan gedung atau tenda yang bagus sehingga bisa terhindar dari kondisi alam yang tidak mendukung seperti hujan.

“Karena kita di Kabupaten Ngada musim hujan semakin tinggi. Jangan sampai setelah pemilihan, efek dari hujan mempengaruhi surat suara rusak, perlengakapan surat suara rusak maka kami pasti merekomendasikan di TPS itu untuk melakukan pemungutan suara ulang,” kata Bastian mengingatkan.

Selain itu, Bawaslu juga mengharapkan pihak PLN dan Telkom, karena akhir-akhir ini listrik dan jaringan sering bermasalah sehingga bisa dipastikan keamanannya agar tak mengganggu penyelenggara dalam proses peng-input-an dan pengiriman data. “Soalnya di musim hujan seperti saat ini jaringan listrik dan telepon terkadang bermasalah,” pungkasnya. (*)

PENULIS: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top