DPRD dan Pemkab Ngada Sepakati APBD 2021, Ada Hibah untuk Rumah Ibadah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DPRD dan Pemkab Ngada Sepakati APBD 2021, Ada Hibah untuk Rumah Ibadah


Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

DPRD dan Pemkab Ngada Sepakati APBD 2021, Ada Hibah untuk Rumah Ibadah


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada telah menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

“Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ngada bersama Pemerintah Daerah sudah temukan kesepakatan untuk rancangan APBD 2021 pada Senin (30/11/2020) pukul 18.00 Wita. Karena sudah sepakat, kami lalu kirim dokumen sehingga penutupan sidang akan dilaksanakan tanggal 5 Desember 2020,” ungkap Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu saat dikonfirmasi media ini, di Bajawa, Kamis (3/12).

Menurut Bernadinus, fokus APBD tahun 2021 masih soal penanganan virus korona (Covid-19). Anggaran tersebut baik upaya pencegahan maupun program rehabiltasi ekonomi.

Bernadinus menyebutkan, dalam rancangan APBD tahun 2021 itu ada hal yang positif dimana pemerintah dan legislatif bersepakat mengalokasikan sejumlah anggaran untuk hibah pembangunan sejumlah tempat ibadah di wilayah Kabupaten Ngada.

Bernadinus menyebutkan, misalnya hibah untuk pembangunan Pastoral Paroki Salib Suci di Kecamatan So’a yang dialokasikan senilai Rp 1 miliar, Pembangunan Gereja Corjesu Wangka di Kecamatan Riung Barat sebesar Rp 1 miliar, Pembangunan Paroki Persiapan Lindi di Kecamatan Riung Barat, sebesar Rp 500 juta, dan pembangunan Masjid Maumbawa di Kecamatan Golewa Selatan sebesar 500 juta.

Selain itu, lanjut Bernadinus, ada hibah untuk mendukung pembangunan Gereja Protestan Bethel Jemaat Galilea Aimere senilai Rp 150 juta, Pembangunan Kapela Za’a di Golewa Selatan sebesar Rp 500 juta, dan pembangunan Kapela Doka di Desa Radabata, Kecamatan Golewa sebesar Rp 500 juta.

“Kita tahu bahwa anggaran untuk urusan keagamaan itu biasanya dari umat. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 tentu masyarakat sangat susah. Maka, dari situ Pemerintah bersama DPRD bersepakat untuk meringankan beban umat atau masyarakat dengan alokasi dana hibah itu. Kita berharap hibah tersebut dapat bermanfaat bagi pembangunan dengan tidak membebankan pada umat,” harap politikus yang akrab disapa Berni Dhey ini.

Berni Dhey menyebutkan bahwa APBD Ngada untuk tahun anggaran 2021 secara substansi masih fokus soal pencegahan, penanganan bencana non alam yaitu Covid-19. Sehingga banyak kegiatan yang difokuskan untuk recovery ekonomi pasca Covid-19, rehabilitasi ekonomi, dan pengembangan UMKM.

Bagaimana penganggaran untuk infrastruktur? “Anggaran lain untuk infrastruktur memang ada tetapi tidak terlalu banyak. Jadi kita punya APBD itu namanya APBD berdamai dengan situasi Covid,” pungkas Berni Dhey. (*)

PENULIS: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top