TP PKK Bantu Ibu Hamil KEK Tingkatkan Gizi dan Ekonomi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

TP PKK Bantu Ibu Hamil KEK Tingkatkan Gizi dan Ekonomi


Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang, bersama para pengurusnya sibuk mengepak paket bantuan untuk disalurkan ke desa sasaran bertempat di aula Rujab Bupati, Kamis (3/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

TP PKK Bantu Ibu Hamil KEK Tingkatkan Gizi dan Ekonomi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menyalurkan bantuan bagi masyarakat di wilayah itu, khususnya keluarga dengan anak balita, gizi kurang, gizi buruk, dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK).

Bantuan itu diserahkan langsung TP PKK Matim kepada sasaran di sejumlah desa, khususnya desa dengan angka stuntingnya tinggi, hari ini (4/12). Dan desa-desa yang mendapat bantuan itu berada di empat kecamatan, yakni Borong, Kota Komba, Rana Mese, dan Poco Ranaka. Sementara kecamatan lain diagendakan bantuannya tahun depan.

“Bantuan ini datang dari PKK Provinsi juga dari kabupaten seperti bibit sayur. Pemda Matim juga ikut bantu dengan menyediakan kendaraan untuk droping paket bantuan,” ujar Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang-Agas, saat ditemui TIMEXKUPANG.com di aula Rujab Bupati, di Borong, Kamis (3/12) siang.

Menurutnya, agar bantuan itu secepatnya disalurkan ke sasaran, maka seluruh pengurus TP PKK Matim dikerahkan ke desa-desa di empat wilayah kecamatan itu.

Theresia Wisang mengatakan, bantuan yang disiapkan sebanyak 750 paket, berupa makanan bergizi dan bibit sayur. Nilai total dari bantuan ini sebesar Rp 150 juta.

“Paket bantuan ini seluruhnya untuk meningkatkan gizi dan ekonomi dari masyarakat sasaran di masa pandemi Covid-19. Bantuanya berupa telur, kacang hijau, susu, gula, minyak goreng, ayam kampung, dan bibit sayur. Nanti kepala desa kumpulkan mereka penerima di satu tempat baru diserahkan,” ungkap Theresia.

Theresia menjelaskan, dalam paket bantuan ini tidak ada beras karena sekarang masuk musim panen. Selain itu, dengan adanya hujan selama ini, tentu sumber makanan dari pangan lokal juga banyak tersedia di setiap desa.

“Prinsipnya, bantuan ini kami serahkan langsung ke orangnya. Karena waktunya terbatas, sehingga kami hanya bisa pilih 4 kecamatan. Itu pun tidak seluruh desa. Kami pilih desa yang jumlah anak gizi kurangnya tinggi. Memang di Matim masih banyak anak yang belum di data,” terangnya.

Terkait pendataan ini, Theresia berjanji ke depan PKK Matim akan memfungsikan dasa wisma di desa guna melakukan pendataan di tempat posyandu atau dari ke rumah.

“Supaya datanya akurat, tugas para kepala desa dan petugas kesehatan di desa harus bisa datangkan ibu hamil dan menyusui di tempat posyandu,” tegasnya.

PKK Matim, kata Theresia, merencanakan tahun 2021 nanti akan melakukan intervensi dengan memberikan makanan tambahan di desa pilot project atau desa binaan yang ditangani PKK Provinsi NTT, binaan PKK Matim, dan desa binaan kecamatan.

“Desa model yang dintervensi provinsi, anak PAUD, ibu hamil dan menyesui, seperti di Desa Satar Tesem. Sementara Kabupaten Matim yang akan dilaksanakan tahun 2021 dikhususkan bagi anak PAUD saja,” ujar Theresia.

Theresia menyebutkan, di Matim, masih ada 10 desa dengan kategori desa stunting, yakni Desa Compang Teber, Compang Congkar, Compang Linus, Golo Ngawan, Compang Loni, Sangan Kalo, Paan Waru, Wae Rasan, Teno Mese, dan desa Golo Meleng. Jumlah ini sudah menurun dibanding berapa tahun sebelumnya.

“Tentu program yang disoroti TP PKK Matim, yakni melalui 10 program PKK, dengan mencegah kasus kematian ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan anak. Juga mencegah stunting dan menurunkan stunting. Tentu disini kami PKK tidak sendiri, tapi ada ketelerlibatan semua pihak. Termasuk seluruh OPD,” pungkas istri Bupati Matim, Agas Andreas ini. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top