Pasca Satu Pasien Covid-19 Meninggal, Zona Merah Mengancam Rote Ndao | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasca Satu Pasien Covid-19 Meninggal, Zona Merah Mengancam Rote Ndao


BERI KETERANGAN. Tim Satgas Penanganan Covid-19 memberi keterangan resmi terkait hasil swab pasien SM yang telah meninggal dunia, dan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (5/12). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasca Satu Pasien Covid-19 Meninggal, Zona Merah Mengancam Rote Ndao


Tiga ASN Pemprov NTT yang Berdinas di Rote Terkonfirmasi Positif Covid-19

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao kini terancam menjadi zona merah Covid-19. Hal ini bukan tanpa sebab, dimaa sudah dua warganya meninggal dunia. Satu warga berinisial SM meninggal di Ba’a, Kamis (3/12), dan YYF yang meninggal di Kota Kupang. Selain itu, terdapat tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Kupang yang terkonfirmasi positif setelah berdinas beberapa hari di Kabupaten Rote Ndao.

Pasien dengan inisial SM, 50, sebelum meninggal dunia, sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, Rabu (2/12). Hasil diagnosanya, menyebutkan, SM menderita penyakit jantung.

Dari penanganan medis, pasien tersebut kemudian menjalani rapid test. Dengan menunjukan adanya reaktif, kemudian dilanjutkan dengan swab test. Sayangnya, keesokan harinya, Kamis (3/12), SM meninggal dunia. Dan publik Rote Ndao pun, mendadak heboh, setelah beredar kabar, meninggalnya satu pasien di RSUD Ba’a, diduga akibat terpapar Covid-19.

Sehingga tak lama berselang, area seputaran RSUD Ba’a, dipadati warga, hanya untuk sekadar memastikan kebenaran informasi tersebut. Karena ini merupakan yang pertama kalinya terjadinya di Rote Ndao, setelah pandemi ini kian mengancam.

Kebenaran terhadap penyakit yang menyebabkan SM terenggut nyawa, sempat disangsikan oleh sebagian orang. Karena hingga SM dimakamkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, Kabupaten Rote Ndao.

Walau demikian, keluarga SM tetap menerima kenyataan tersebut untuk dimakamkan sesuai protokoler pemakaman pasien Covid-19. Sambil menanti hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kupang.

“Pasien SM, 50, yang meninggal dunia saat menjalani perawatan positif Covid-19,” kata wakil ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Rote Ndao  Drs. Jermi Haning, M.Pol.Admin, Sabtu (5/12).

Pernyataan itu disampaikan saat Satgas Penanganan Covid-19 Rote Ndao, menggelar jumpa pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao. Jumpa pers itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Rote Ndao, Ir. Untung Harjito, Direktur RSUD Ba’a, dr Widyanto P. Adhy, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan Perundang-undangan Setda Rote Ndao, Hanggry M. J. Mooy, SH, M.Si.

Menurutnya, hasil positif Covid-19, berdasarkan pemeriksaan spesimen sampel swab SM, yang diuji di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang. SM dinyatakan positif Covid-19, dengan memiliki riwayat perjalanan selama dua minggu ke luar Rote Ndao.

“Almarhum SM adalah pelaku perjalanan. Dua minggu terakhir pulang-pergi ke Kota Kupang dan Atambua,” ungkap Jermi Haning.

Terhadap kasus tersebut, lanjut Jermi, akan dilakukan tracking. Dimana tracking tersebut difokuskan kepada keluarga, juga terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak erat dengan almarhum.

“Sambil menunggu dilakukan rapid tes dan swab, kami sudah imbau keluarga untuk lakukan isolasi mandiri,” katanya. Jermi menambahkan, untuk kontak erat, agar dengan sukarela menjalani rapid tes dan swab di RSUD Ba’a.

Tes tersebut, menurutnya, tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis, karena ditanggung oleh pemerintah. Sehingga dirinya meminta kepada siapa saja yang pernah melakukan kontak erat dengan SM agar bisa melaporkan melalui petugas kesehatan.

“Tinggal melapor ke petugas kesehatan di Puskesmas atau langsung RSUD Ba’a. Dan itu gratis, nanti pemerintah yang bayar,” jelas Jermi.

Setelah SM meninggal dunia dengan positif Covid-19, muncul lagi kasus postif baru di Rote Ndao. Kali ini, sekaligus tiga orang yang terkonfirmasi positif, yang semuanya merupakan ASN.

Ketiga ASN tersebut berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang melakukan serangkaian kegiatan dinas di Rote Ndao. Dari ketiganya, sangat memungkinkan adanya kontak erat dengan orang lain selama masa dinasnya.

Dalam jumpa pers itu tidak disebutkan inisial ketiganya, hanya tempat dimana mereka menginap, yakni disalah satu hotel di Kelurahan Metina, dan hotel lainnya di Kelurahan Mokdale.

Sehingga setelah memperoleh laporan lisan, tim Satgas langsung menyemprotkan cairan disinfektan di kedua hotel tersebut. Dan ketiga ASN terkonfirmasi positif sudah kembali ke Kupang.

“Mereka sudah kembali ke Kupang tadi pagi, Sabtu (5/12). Dan kami sudah menyemprot disinfektan, sekaligus tracking terhadap penghuni, manajemen kedua hotel tersebut,” jelas Jermi Haning.

Jika dari penulusuran yang dilakukan dan ditemukan adanya tambahan kasus, maka Kabupaten Rote Ndao bisa masuk ke dalam zona merah. Namun demikian, pemerintah dan masyarakat diharapkan tetap bersinergi untuk sama-sama mempertahankan zona kuning, melalui penerapan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menghindari kerumunan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top