Sumber Daya Terbatas, Bawaslu Manggarai Gemakan Pengawasan Partisipatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sumber Daya Terbatas, Bawaslu Manggarai Gemakan Pengawasan Partisipatif


RAKOR. Suasana rakor pengawasan partisipatif yang digelar Bawaslu Manggarai di aula Efata Ruteng, Sabtu (5/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Sumber Daya Terbatas, Bawaslu Manggarai Gemakan Pengawasan Partisipatif


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Semua persiapan menuju pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai pada 9 Desember 2020, semakin meningkat. Dalam tahapan menuju hari puncak, Bawaslu setempat mengaku kesulitan mengawasi karena keterbatasan sumber daya dari sisi jumlah petugas. Sebagai bentuk antisipasi, Bawaslu Manggarai menggemakan pengawasan partisipatif.

“Banyak yang harus kami awasi, namun terbatas jumlah petugas. Misalkan, yang membagikan C-pemberitahuan ada 3-5 orang, sementara pengawas TPS hanya satu orang,” ujar Ketua Bawaslu Manggarai, Marselina Lorensia, saat kegiatan Rakor Pengawasn Partisipatif di aula Efata Ruteng, Sabtu (5/12).

Disini lanjut Marselina, Bawaslu tentu sangat sulit untuk bisa mengawasi semuanya dalam waktu yang bersamaan. Menurutnya, tagline bersama rakyat awasi pemilu bukanlah tanpa makna. Bawaslu sadar dengan keterbatasanya dan ditambah lagi pelaksanaan pemilihan, bentuk pelaksanaan kedaulatan rakyat.

“Oleh kami dari Bawaslu Manggarai gencar melakukan rakor partisipatif untuk menghimpun kekuatan rakyat dengan membantu kami melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan,” ungkap Marselina.

Lanjut dia, yang diawasi dalam hal ini, seperti para penyelenggara baik itu jajaran KPU dan jajaran Bawaslu, pemerintah, TNI/Polri, Pasangan Calon (Paslon) dan Tim Paslon, juga pemilih. Menurut Marselina, pelaksanaan rakor pengawasan ini serentak dilaksanakan di 12 kecamatan di Manggarai.

Bentuk partisipasi yang dilakukan, kata Marselina, yakni awasi tahapan, menyampaikan informasi awal, dan menjadi pelapor jika menemukan adanya dugaan pelanggaran. Untuk Pilkada Manggarai, lanjut Marselina, pihaknya selalu menekankan integritas dan profesionalitas kerja dalam setiap kesempatan kepada seluruh penyelenggara Bawaslu.

“Kami tidak ingin penyelenggaraan menjadi bagian dari kecurangan. Secara masif hal ini kami ingatkan pada jajaran kami. Dalam rangka persiapan, Bawaslu telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam hadapi setiap tahapan Pilkada,” katanya.

Dikatakanya, cita-cita besar Bawaslu hanya satu, yakni jadikan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai lebih berintegritas dan bermartabat. Proses Pilkada haruslah diselenggarakan tanpa adanya pelanggaran dan kecurangan dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pilkada. Pada sisi lain, Bawaslu seluruh masyarakat Manggarai tetap bebas dari virus korona.

Sehingga kata Marselina, untuk mencegah semua itu, maka dibutuhkan proses pengawasan secara aktif dan masif dari pengawas Pilkada dan masyarakat. Dia yakin tanpa komitmen bersama, peningkatan kualitas penyelenggaraan Pilkada akan menjadi sebuah mimpi kosong dan angin lalu.

“Upaya-upaya serius penyelenggaraan Pilkada bersama masyarakat sangatlah diperlukan demi kualitasnya Pilkada Manggarai, dan pada akhirnya melahirkan pemimpin daerah berkualitas, berintegritas, bermoral dan bertanggung jawab untuk Manggarai yang bermartabat dan sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Manggarai, Herybertus Harun, dalam kesempatan itu mengatakan, potensi pelanggaran pada tahap puncak, itu saat pemungutan suara, perhitungan, dan rekapitulasi. Tentu karena disini jumlah pengawas terbatas, sehingga Bawaslu kembangkan stakholders lainnya.

“Kenapa kami undang semua pihak dalam rakor hari ini, karena kami tahu peserta yang hadir mempunyai gerbong atau pasukan. Harapanya, informasi atau pesan pengawasan dari rakor terkait pengawasan partisipatif, bisa disampaikan ke pasukan masing-masing,” kata Hery Harun.

Dikatakanya, dalam kegiatan rakor itu juga, pihak Bawaslu Manggarai membuka ruang untuk saran dan masukan dari peserta untuk kesiapan Bawaslu menghadapi pemungutan suara 9 Desember 2020.

Besar harapan Bawaslu, semua pihak bisa ikut mencegah terjadi pelanggaran. Pihak Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, tapi sama-sama awasi. Supaya menciptakan Pilkada bermartabat dan berkualitas.

Hery Harun pun menyinggung sisi kerawanan di TPS, seperti pengawas hanya satu orang dan banyak potensi kecurangan. TPS juga berpotensi rawan karena di sana sering dijadikan ajang judi. Selain itu DPT masih banyak berpotensi masalah, seperti ada yang sudah meninggal dunia, perantau, tidak penuhi syarat, tapi masih terdata di DPT.

Hery melanjutkan, yang menjadi masalah serius disini, jika surat suara mereka, digunakan oleh orang lain dalam satu keluarga. Apalagi digunakan oleh orang yang masih di bawah umur. Di sini KPPS jangan main-main dan bisa terjadi PSU. “Secara otomatis, penyelenggaran di TPS yang laksanakan PSU dipastikan dipidana,” tegasnya.

Ada juga indikator TPS rawan, yakni jangkauan atau lokasi TPS, potensi pemberian uang, mobilisasi pemilih, dan manipulasi suara. Termasuk jelang hari H, khusus masa tenang ada tim kampanye kumpul-kumpul, itu harus dilaporkan karena itu juga potensi pelanggaran.

Di sini tentu dibutuh pengawasan bersama. Pemilih juga diberi ruang untuk ikut mengawas pada pencobolosan, pehitungan suara, dan rekapitulasi. Termasuk dokumentasikan proses di hari H. Sekarang ruang sudah terbuka bagi masyarakat dan tidak ada larang.

“Saya juga meminta, untuk ASN jangan lagi diberi SPPD ke desa-desa di masa tenang. Juga tidak boleh ada lagi petugas KPPS dari ASN. Harapan saya, untuk Pilkada tahun 2020, jangan sampai terjadi ada TPS yang PSU. Pastikan semua berjalan sesuai ketentuan,” pinta Hery.

Kegiatan rakor pengawasan partisipatif itu dibuka Ketua Bawaslu Manggarai, Marselina Lorensia. Rakor itu menghadirkan peserta dari kalangan organisasi mahasiswa di Kota Ruteng, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan dari Paslon Pilkada Manggarai, yakni Deno Kamelus-Viktor Madur (DM) dan paslon Hery Nabit-Heri Nagbut (H2N), serta sejumlah staf Bawaslu Manggarai. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top