Panitia Gelar Simulasi Pencoblosan Pilkades Rote Ndao, Simak Anjuran Pejabat Kemendagri | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Panitia Gelar Simulasi Pencoblosan Pilkades Rote Ndao, Simak Anjuran Pejabat Kemendagri


PANTAU SIMULASI. (Ki-ka) Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Parmadi Eko PB, Wabup Rote Ndao, Stefanus M. Saek, Kapolres, AKBP Felli Hermanto, dan Simon Makarios Aruan, pejabat Kemendagri saat memantau pelaksanaan simulasi Pilkades, di lantai I Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (7/12). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Panitia Gelar Simulasi Pencoblosan Pilkades Rote Ndao, Simak Anjuran Pejabat Kemendagri


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tingkat Kabupaten Rote Ndao, menggelar simulasi pencoblosan, di lantai satu, Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (7/12). Simulasi itu dipantau langsung Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE, M.Si, jajaran Forkopimda, serta utusan dari Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pelaksanaan simulasi sendiri dimaksudkan untuk menyukseskan Pilkades serentak yang akan digelar pada Sabtu (19/12) mendatang. Sebelumnya, sejumlah tahapan Pilkades juga sudah dilakukan panitia tingkat kabupaten, diantaranya, sosialisasi, hingga pemutahiran data pemilih tetap.

Untuk kegiatan simulasi, disimulasikan oleh panitia Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, yang melibatkan BPD, pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) juga tokoh masyarakat.

“Hari ini, Senin (7/12), dilakukan simulasi Pilkades oleh panitia tingkat Kabupaten Rote Ndao,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Rote Ndao, Yames M.K. Therik, SH, melalui pesan WhatsApp, kepada Timor Express, Senin (7/12).

Menurutnya, sosialisasi tersebut penting dilakukan, karena pelaksanaan Pilkades saat ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda, ditambah lagi dengan status Kabupaten Rote Ndao yang terancam zona merah.

Dalam melaksanakan simulasi, panitia Pilkades Desa Lekunik menjelaskan teknis pelaksanaan pencoblosan. Dimana dalam pelaksanaanya, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 72 Tahun 2020.

Pencoblosan kali ini sedikit berbeda dari biasanya yang sudah dilakukan. Perbedaanya mulai nampak dari bagian luar Tempat Pemungutan Suara (TPS)

Ada sarana cuci tangan yang disediakan, begitu juga disiagakan seorang petugas untuk mengukur suhu tubuh setiap pemilih. Sehingga setiap pemilih yang diperkenankan masuk dengan suhu tubuh kurang dari 37,3 derajat celcius.

BACA JUGA: Mantan Kadis Hingga Wakapolres Ramaikan Bursa Pilkades Rote Ndao

“Apabila terdapat pemilih dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat, maka petugas akan berkoordinasi dengan tenaga medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Tantri Bire, Sekretaris Desa Lekunik, yang memandu pelaksanaan simulasi.

Satu persatu pemilih dipersilahkan untuk memberi hak suara. Yang dimulai dengan mendaftarkan diri di meja panitia. Dan keseluruhan, terdapat 6 rentetan aktifitas yang harus dilakukan oleh setiap pemilih, sebelum meninggalkan ruang pencoblosan.

Usai melakukan simulasi, terdapat sejumlah masukan yang sampaikan untuk melengkapi kekurangan yang dianggap penting dikomunikasikan bersama. Masukan tersebut diberikan untuk membangun sinergitas dalam rangka menyuseskan pelaksanaan Pilkades di Rote Ndao.

Salah satunya dari Simon Makarios Aruan, S.IP, M.Si, Kepala Seksi wilayah II A Subdit Evaluasi Perkembangan Desa Wilayah II Direktorat Evaluasi Perkembangan Desa, Ditjen Bina Pemerintah Desa, Kemendagri.

Simon mengatakan, dalam Permendagri 72 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Permendagri 112 Tahun 2014 tentang Pilkades, mengajurkan agar penggunaan tinta setelah memilih tidak dengan cara menempelkan jari pemilih oleh pantia. Karena menurutnya, cara tersebut tidak dianjurkan dalam ketentuan yang mengatur Pilkades dalam masa pandemi Covid-19.

“Melengkapi yang sudah disampaikan, perlu kami ingatkan agar penggunaan tinta dengan cara diteteskan ke jari pemilih,” kata Simon dalam sambutanya.

Untuk diketahui, dalam menyelenggarakan Pilkades, setiap panitia tingkat desa dan kecamatan, dilengkapi dengan sarung tangan sekali pakai, masker, dan penutup wajah. Perangkat-perangkat tersebut diadakan oleh panitia Pilkades tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wabup Rote Ndao, Stefanus M. Saek, Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, S.IK, M.Si, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Parmadi Eko PB, Asisten Kesejahteraan dan Pembangunan, Ir. Untung Harijito, Kadis PMD, Yames M. K. Therik. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top