KPU TTU Musnahkan 2.091 Surat Suara Rusak dan Tak Terpakai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU TTU Musnahkan 2.091 Surat Suara Rusak dan Tak Terpakai


MUSNAHKAN. KPU TTU memusnahkan logistik Pilkada berupa surat suara yang rusak dan lebih di depan kantor KPU setempat, Selasa (8/12) malam. Hadir menyaksikan pemusnahan itu aparat Polres TTU, TNI, dan Bawaslu TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

KPU TTU Musnahkan 2.091 Surat Suara Rusak dan Tak Terpakai


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTU memusnahkan sebanyak 2.091 lembar surat suara yang dikategori rusak dan lebih atau yang tak terpakai dengan cara dibakar di halaman depan Kantor KPU setempat, Selasa (8/12) malam.

Pantauan langsung Timor Express, Selasa (8/12) malam, pemusnahan surat suara tersebut disaksikan langsung Kanit 1 Sat Intelkam Polres TTU, Aipda Yohanes Jefri Lede, Pasi Intel Kodim 1618/TTU, AKP Emanuel Ribut Dima Letkol, Kasi Intel Kejaksaan Negeri TTU, Benfrid C. M. Foeh, Ketua Bawaslu bersama anggota serta Ketua KPU TTU dan anggota.

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka kepada Timor Express, Selasa (8/12) malam, menuturkan KPU TTU melakukan pemusnahan terhadap logistik pilkada yang rusak dan juga lebih.

Dikatakan, dari 2.091 lembar surat suara yang dimusnahkan tersebut, sebanyak 604 lembar surat suara dikategorikan rusak, sedangkan 1.488 lembar dikategorikan lebih.

Menurut Paulinus, pemusnahan logistik Pilkada tersebut sesuai amanat UU nomor 7 tahun 2017 yang kemudian dipertegas dengan adanya surat edaran dari KPU RI.

BACA JUGA: TNI-Polri Siaga Amankan Gudang Logistik Pilkada TTU

Dalam aturan tersebut mewajibkan agar surat suara yang rusak maupun lebih harus dimusnahkan paling lambat 1 hari sebelum hari pemungutan suara berlangsung.

“Pada prinsipnya kita meyakini bahwa pemusnahan ini dilakukan dengan tujuan agar menciptakan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas,” katanya.

Terpisah, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo ketika dikonfirmasi Timor Express, Selasa (8/12) malam, mengaku kehadirannya dalam acara pemusnahan tersebut untuk memastikan bahwa logistik Pilkada yang dikategori rusak maupun lebih telah dimusnahkan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya tindak pidana pelanggaran Pemilu. Terutama menjaga agar jangan sampai surat suara yang rusak atau lebih tersebut disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Bawaslu hanya memastikan bahwa seluruh surat suara yang rusak maupun lebih benar-benar dimusnahkan,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top