Margorius Bana Polisikan Bupati Ray, Charli-Wempi Adukan Selus Doki | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Margorius Bana Polisikan Bupati Ray, Charli-Wempi Adukan Selus Doki


LAPOR POLISI. Margorius Bana saat melaporkan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Margorius Bana Polisikan Bupati Ray, Charli-Wempi Adukan Selus Doki


Kasus Dugaan Penganiayaan di Desa Oeolo, Kecamatan Musi

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Margorius Bana, 42, warga RT 001/RW 001, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu melaporkan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada pihak Kepolisian dalam kasus dugaan tindak penganiayaan yang terjadi di Desa Oeolo, Kecamatan Musi, Minggu (6/12) malam lalu.

Selain Bupati Raymundus, salah satu tim pemenangan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati TTU, Kristiana Muki-Yosep Tanu (Paket Kita Sehati), yakni Selus Doki juga harus berurusan dengan pihak Kepolisian lantaran diadukan oleh Charli Baker dan Wempi Bria dalam kasus yang sama.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Bupati Raymundus tersebut bermula saat sang Bupati menghadiri undangan adat dari Suku Naif, Moensaku, dan Anunut di masa tenang atau H-3 pencoblosan.

Tak terima dengan kegiatan yang dilakoni Ketua DPW Partai Nasdem NTT tersebut, tim pendukung paslon Bupati-Wakil Bupati TTU, Hendrikus Frengky Saunoah-Amandus Nahas (Paket Fresh) langsung mendatangi lokasi pertemuan dan berusaha untuk membubarkan acara adat tersebut secara paksa.

Tak terima dengan sikap tim pemenang paket Fresh itu, Bupati Raymundus bersama tim pendukung paket Kita Sehati langsung melakukan penyerangan. Akibatnya seorang tim dari paket Fresh harus menjalani opname di RSUD Kefamenanu, dan seorang lainnya mengalami memar di bagian pelipis.

Usai bentrok itu, Bupati Raymundus bersama rombongan langsung bergegas kembali ke arah Kota Kefamenanu. Setelah sampai di Kampung Oelneke, Bupati Ray bersama rombongan menghadang mobil tim paket Desa Sejahtera yang dikemudikan Edwan Bitin Berek. Seketika itu juga datanglah rombongan tim paslon David Djuandi-Eusabius Binsasi (Paket Desa Sejahtera).

Aksi penghadangan terhadap rombongan yang dipimpin langsung Bupati Raymundus tersebut kembali menimbulkan konflik antara tim dari paket Kita Sehati dengan tim paket Fresh juga tim paket Desa Sejahtera. Bentrokan ini mengakibatkan tim paket Fresh, Wempi Bria dan tim paket Desa Sejahtera, Charli Baker dianiaya oleh tim paket Kita Sehati, bernama Selus Doki.

Sedangkan, tim dari paket Desa Sejahtera, Margorius Bana diduga dianiaya oleh Bupati Raymundus Sau Fernandes dan tim paket Fresh, Edo Fernandus Weli Ulu dianiaya sekelompok masa yang tidak diketahui secara jelas. Aksi penghadangan dan penganiayaan tersebut akhirnya berhasil dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Wempi Bria, korban yang diduga dianiaya Selus Doki kepada Timor Express, Selasa (8/12) mengatakan, pihaknya bersama tim paket Fresh ke Desa Oeolo guna membubarkan pertemuan adat dari Bupati Raymundus bersama masyarakat setempat.

Menurut Wempi, tindakan untuk membubarkan pertemuan tersebut dilakukan lantaran laporan ke Bawaslu terkait kegiatan sang Bupati tersebut supaya dibubarkan mengingat sudah memasuki masa tenang, tidak digubris. Bahkan dibiarkan begitu saja.

Karena itu, pihaknya bersama tim paket Fresh lainnya hendak ke lokasi untuk memastikan kegiatan adat tersebut dan ingin membubarkan karena dilakukan dengan malam hari dan disaat masa tenang.

“Seorang Ketua Partai yang istrinya maju calon Bupati kok dibiarkan untuk melakukan pertemuan di malam hari di saat masa tenang dan dibiarkan begitu saja oleh Bawaslu sehingga kami ke sana untuk bubarkan. Kami tidak ada niat untuk konflik dan kami hanya ingin membubarkan kegiatan itu saja,” ungkap Wempi.

Wempi menambahkan, rupanya niat mereka itu dianggap sebagai sebuah ancaman sehingga Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes bersama rombongan paket Kita Sehati melakukan serangan membabi buta kepada tim paket Fresh. Akibat kejadian itu, ada yang mengalami luka serius hingga opname di RSUD Kefamenanu, dan sebagian anggota tim lainnya mengalami luka ringan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mendatangi Mapolres TTU guna melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan tim paket Kita Sehati kepada dirinya bersama rombongan untuk ditindaklanjuti secara hukum.

BACA JUGA: Gegara Hal Ini, Warga Haulasi Polisikan Kabag Organisasi Setda TTU

BACA JUGA: Bupati TTU Jalani Pemeriksaan Polisi Terkait Laporan Dugaan Penghinaan

“Kami tidak terima dengan tindakan dari seorang pemimpin bersama rombongannya sehingga kami menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan secara mutlak,” kata Wempi.

Sementara, Kuasa Hukum Charli Baker dan Margorius Bana, Hironimus Jhoni Tulasi ketika dikonfirmasi Timor Express, Selasa (8/12) mengatakan, pihaknya telah melaporkan Bupati Raymundus atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Margorius Bana dan mengadukan Selus Doki atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Charli Baker.

Pihaknya berharap pihak Kepolisian dapat bekerja secara maksimal dan profesional dalam menangani kasus ini hingga tuntas.

“Kita sudah lapor Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Selus Doki. Kita berharap polisi dapat bekerja maksimal dan profesional dalam menangani kasus ini,” ungkap Tulasi.

Tulasi menambahkan, sesuai kronologi awal kasus tersebut bermula saat tim dari paket Desa Sejahtera hendak ke wilayah Kecamatan Musi untuk mengantarkan surat mandat bagi saksi di TPS nanti.

Namun, setiba di Oelneke, rombongan Bupati Raymundus menghadang mobil yang dikendarai tim paket Desa Sejahtera dan langsung melakukan penganiayaan terhadap Charli Baker dan Margorius Bana.

“Tim kita ke Kecamatan Musi untuk antar mandat saksi namun dihadang dan dianiaya oleh tim paket Kita Sehati yang dipimpin Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes,” jelasnya.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan, pihaknya telah mengamankan konflik yang terjadi di wilayah Kecamatan Musi pada Minggu (6/12) malam.

Dari konflik tersebut, kata Nelson, pihaknya telah menerima sebanyak empat laporan polisi yakni dua laporan diantaranya melaporkan Selus Doki dan satu diantaranya melaporkan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes. Sedangkan untuk satunya dalam proses lidik.

“Kita sudah terima laporan. Kita akan bekerja profesional dalam mengungkap kasus ini. Kita juga meminta dukungan dari para pihak untuk dapat mendukung pihak kepolisian dengan bersaksi sehingga memudahkan pihak kepolisian dalam bekerja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari tim paket Fresh dan paket Desa Sejahtera. Laporan itu menyebutkan adanya pertemuan yang dilakukan Bupati Raymundus bersama masyarakat di Desa Oeolo, Kecamatan Musi.

Menindaklanjuti laporan itu, kata Martinus, pihaknya telah memerintahkan Panwascam Kecamatan Musi untuk melakukan pemantauan. Dari hasil pantauan, lanjut Martinus, tidak ditemukan adanya kegiatan kampanye dan atau money politik sehingga Panwascam tidak dapat membubarkan kegiatan tersebut. Meski demikian panwas tetap mengawasi.

“Fokus kita itu melakukan pengawasan untuk kampanye dan money politik namun tidak terpenuhi sehingga kita tetap mengawasi sampai tuntas,” jelasnya.

Terpisah, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes yang hendak dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (8/12) tidak berada di kantor. Saat dihubungi ke ponselnya juga mengirim pesan WhatsApp, Bupati Raymundus hanya membaca, dan tak ada balasan atau respon hingga berita ini dipublish. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top