101 CPNS Belu Terima SK 80 Persen, Wabup: Patuhi Aturan, Salah Bisa Diberhentikan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

101 CPNS Belu Terima SK 80 Persen, Wabup: Patuhi Aturan, Salah Bisa Diberhentikan


SERAHKAN SK. Wabup Belu, J. T. Ose Luan saat menyerahkan SK 80 persen kepada perwakilan tiga orang peserta CPNS Kabupaten Belu, Selasa (8/12). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PEMERINTAHAN

101 CPNS Belu Terima SK 80 Persen, Wabup: Patuhi Aturan, Salah Bisa Diberhentikan


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 101 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Belu hasil seleksi tahun anggaran 2019 lalu akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) 80 persen.

Serimonial penyerahan SK oleh Wakil Bupati (Wabup) Belu, J. T. Ose Luan berlangsung di gedung Betelalenok, Selasa (8/12). Para CPNS itu terdiri dari tiga formasi, yakni tenaga teknis sebanyak 31 orang, kesehatan (20 orang), dan tenaga pendidik guru sebanyak 50 orang.

Wabup Belu, J. T. Ose Luan menyatakan, 101 orang lulusan hasil seleksi itu statusnya ditetapkan menjadi CPNS. Administrasinya sudah resmi terdaftar sehingga tentunya melekat hak dan kewajibannya. Seperti kewajiban menjalankan tugas setiap hari dan menerima hak gaji setiap bulan.

“Hari ini status Anda resmi menjadi CPNSD. Paling lambat dua hari ke depan, Kamis (10/12) semua harus lapor diri,” tandasnya.

Mantan Sekda Belu ini meminta seluruh CPNS untuk segera menyiapkan kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan untuk diproses administrasi melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kabupaten Belu.

Dikatakan, walau statusnya belum 100 persen tetapi sudah membuat pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja. Sehingga setelah menerima SK ini tentunya akan ditempatkan sesuai formasi yang sudah dilamar. Dan perintah aturan seseorang baru bisa mengajukan permohonan pindah tugas selama 10 tahun mengabdi.

“Formasi itu sesuai yang Anda lamar. Sehingga mau dimana saja harus tunjukan yang terbaik. Jangan baru mengabdi sudah mau minta pindah,” tegasnya.

Menurut Ose Luan, sebagai aparatur sipil negara (ASN), ada hal penting yang selalu melekat pada setiap orang, yakni loyalitas, dedikasi, prestasi, dan tidak bercela. Sehingga walau statusnya masih sebagai calon, tetap jaga kedisiplinan karena sebagai calon masih dalam seleksi. Apabila membuat masalah fatal bisa diberhentikan. “Terlebih poin keempat perbuatan tak tercela. Bila terbukti melanggar tentunya bisa diberhentikan,” ujarnya.

Ose Luan menegaskan, meski saat ini statusnya baru 80 persen, tetap harus patuhi aturan dan fokus utamanya menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), dan bukan tugas yang lain apalagi terlibat jauh seperti situasi saat ini hajatan demokrasi Pilkada Belu.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bappeda Belu ini meminta para CPNS untuk menjadi panutan, teladan, disiplin, kejujuran, yang ditanamkan dari pribadi dan keluarga. Membentuk diri sendiri tentunya kariermu sebagai PNS menjadi sukses.

“Kalau ingin supaya baik, ikut aturan. Karena karier Anda pelan-pelan akan baik. Dan hanya orang baik yang selalu diberkati Tuhan,” pesannya.

Sementara Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDMD, Frans Bere Major dalam laporannya menyatakan, 101 CPNS Kabupaten Belu ini merupakan hasil seleksi terbuka dengan sistim online. Formasi untuk Kabupaten Belu kuotanya 115 orang. Tetapi yang lulus passing grade hanya 95 orang. Tetapi ada kebijakan dari pusat, pertimbangannya tidak mencapai kuota. Ada penambahan 6 orang nilai berikutnya sehingga jumlahnya 101 orang. “Syukur ada kemudahan dari pusat. Sehingga Belu tambah lagi enam orang,” ungkapnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top