Cuaca Tak Bersahabat, ASDP Tutup Pelayaran Kapal Fery di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cuaca Tak Bersahabat, ASDP Tutup Pelayaran Kapal Fery di NTT


TRUK MENUMPUK DI PELABUHAN. Puluhan truk terpaksa hanya parkir di area pelabuhan ASDP Bolok akibat penundaan pelayaran Kapal Fery karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Gambar diabadikan Kamis (10/12). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cuaca Tak Bersahabat, ASDP Tutup Pelayaran Kapal Fery di NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Manajemen PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang memutuskan menutup atau menunda sejumlah rute pelayaran kapal fery di wilayah NTT. Hal ini semata-mata karena pertimbangan faktor perubahan cuaca yang tak bersahabat di wilayah NTT. Rute pelayanan yang ditutup ASDP itu adalah Kupang-Rote, Kupang-Aimere, dan Kupang-Larantuka. Penundaan ini berlangsung selama dua hari, terhitung Rabu (9/12) hingga Kamis (10/12).

“Kami tetap pantau situasi terkini. Setiap kali pengoperasian kapal, kami berkoordinasi dengan pihak BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang,” jelas Hermin Welkis, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (10/12).

Hermin menjelaskan, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang selalu update setiap ada perubahan kondisi cuaca, baik itu tinggi gelombang dan kecepatan angin.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BMKG yang selalu memberikan informasi terkait kondisi cuaca,” ungkapnya.

Hermin menyebutkan, kondisi cuaca yang terjadi saat ini, jika dilihat secara kasat mata masuk dalam musim pancaroba.

“Hari ini (10/12) pelayaran yang beroperasi hanya rute Kupang-Hansisi (Pulau Semau),” beber Hermin.

Hermin menegaskan bahwa untuk kondisi cuaca buruk seperti ini tidak dapat diprediksi sampai kapan akan berakhir. Akibatnya, terjadi antrian mobil/truk pengangkut barang yang rata-rata hendak menyeberang ke Kabupaten Rote-Ndao.

“Kondisi seperti ini tak bisa dihindari. Kami mempunyai komitmen bersama bahwa keamanan/keselamatan (safety) itu nomor satu,” tegasnya.

Hermin berharap kepada masyarakat pengguna penyebrangan transportasi laut melalui ASDP bisa memaklumi kondisi cuaca buruk yang terjadi.

Sebagaimana terpantau media ini petang hari ini, puluhan truk nampat memadati area parkir Pelabuhan ASDP di Desa Bolok, Kabupaten Kupang. Menumpuknya truk bermuatan ini di pelabuhan disebabkan penundaan pelayaran akibat kondisi cuaca yang tak bersahabat. Berkenan dengan hal tersebut, loket penjualan tiket pun ditutup.

Waspada Gelombang Tinggi

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo menjelaskan, berdasarkan hasil prakiraan cuaca yang terjadi di beberapa perairan wilayah NTT, terhitung sejak 10 Desember hingga 13 Desember 2020, tinggi gelombang di perairan NTT mencapai 1,25 meter – 2,5 meter.

Ini berpeluang terjadi di perairan Utara Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan Kupang Rote, dan Samudera Hindia Selatan Kupang-Rote. Sementara tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Sumba hingga Sabu.

“Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yakni untuk perahu nelayan jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter,” kata Ota mengingatkan.

Selanjutnya untuk Kapal Tongkang, kata Ota, patut diwaspadai jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara Kapal Fery, tandas Ota, patut mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sedangkan untuk kapal-kapal berukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar patut memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. “Kami mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbaunya. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top