Layanan Digitalisasi Bank NTT Merambah Pedalaman Flores | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Layanan Digitalisasi Bank NTT Merambah Pedalaman Flores


Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (tengah) memperkenalkan aplikasi Qrid saat meresmikan agen Di@ BISA dan Lopo Di@ BISA di Desa Koja Doi, Kabupaten Sikka, Selasa (8/12) petang. Tampak aneka kerajinan tangan menarik masyarakat Koja Doi. (FOTO: STENLY BOYMAU/TIMEX)

BISNIS

Layanan Digitalisasi Bank NTT Merambah Pedalaman Flores


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bank NTT terus melakukan ekspansi layanan perbankan ke seluruh pelosok bumi Flobamora. Lebih membanggakan lagi, layanan perbankan ini diberikan dalam bentuk digital. Di lokasi yang sulit dijangkau.

Selasa (8/12) lalu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho meresmikan Agen Di@ BISA dan Lopo Di@ BISA (Digital Agen Bank NTT dan Mahasiwa) di sebuah pulau kecil di pedalaman Kabupaten Sikka. Petang itu, masyarakat di Kampung Terang, Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka sangat senang. Maklum, mereka kian dipermudah dengan berbagai transaksi yang seluruhnya berbasis digital. Ada dua agen Di@ BISA Bank NTT yang resmi melayani masyarakat di sana, yakni Sansa Alifa dan Atika Cell. Keduanya berpusat di Koja Doi.

“Jadi, ke depan masyarakat di Koja Doi sudah tidak susah lagi dalam bertransaksi. Misalnya kalau mau transfer uang keluar, silakan bertransaksi melalui kedua agen ini. Sampaikan nomor rekening, nomor penerima, mau transfer berapa, tinggal ditransfer melalui mobile banking Bank NTT dan real time. Saat itu juga uangnya masuk. Nanti akan ada SMS notifikasi, bukti bahwa uangnya sudah masuk. Begitu pula ketika mau beli pulsa listrik atau pulsa HP. Harganya pun sama. Mau bayar PBB dan bayak pajak kendaraan bermotor juga bisa melalui agen ini. Karena agen-agen ini bekerja membantu perbankan, sehingga akan ada jasa yang kita berikan kepada mereka,” ungkap Alex –sapaan Dirut Bank NTT– saat memberi sambutan di aula kantor desa setempat.

Hadir saat itu Kadiv ITE Bisnis, Salmon Randa Terru, Kadiv Pemasaran Kredit Mikro Kecil dan Konsumer, Johanis K. Tadoe, Ketua Real Estate Indonesia (REI) NTT, Bobby Pitoby, Wakil Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, Dirut Garda Maritim, Yusak Benu, dan Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga.

Dalam kesempatan tersebut, Alex menegaskan bahwa Lopo Di@ BISA yang diresmikan itu, tidak hanya menjadi tempat memajang hasil kerajinan tetapi bisa juga bermanfaat bagi ekonomi rumah tangga.

“Ketika ada tamu yang datang, dia bisa menjadi restoran kecil. Ibu-ibu di sini bisa menjajakan jajanan khas di sini. Bisa kopi dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan pembayarannya? Tidak perlu uang cash. Melalui mobile banking saja, cukup di-scan dan selesai,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui bahwa khusus Kabupaten Sikka, Bank NTT menyediakan layanan perbankan Lopo Di@ BISA di Cafe Rindu Lokaria dan STFK Ledalero.

Menurut Alex, Bank NTT hadir di dua lokasi ini dengan maksud agar menjadi spot menarik serta lebih mendekatkan layanan perbankan dari Bank NTT.

Kepala Desa Koja Doi, Hanawi dalam sambutannya memaparkan potensi desa setempat. “Warga yang bermukim di pulau ini ada 468 KK dan 1.753 jiwa. Di sini ada PAUD, SD, SMP. Ada juga Pustu dan Polindes. Akses kami ke Puskesmas sangat jauh, yakni ke Pemana. Kalau ibu-ibu melahirkan di musim seperti ini agak sulit karena kami minim fasilitas,” beber Hanawi seraya menambahkan, mayoritas masyarakat di desa itu berprofesi sebagai nelayan. Dominan bersuku Buton.

Walau memiliki beberapa keterbatasan, kata Hanawi, mereka tetap bersemangat, yakni membenahi berbagai potensi wisata, dan memotivasi kaum perempuan untuk menenun.

“Kami punya banyak fasilitas home stay, jumlahnya 18 buah, semua berfasilitas baik. Layak ditinggali. Biasanya setiap minggu seratus lebih turis yang datang ke sini, didominasi lokal dan mereka nginap di home stay yang kami siapkan,” ungkap Hanawi.

Ia menambahkan, kini harga menginap semalam di home stay itu sebesar Rp 250 ribu. Itu sudah termasuk sarapan pagi, termasuk layanan api unggun di pantai saat malam. Mereka pun menyediakan berbagai atraksi budaya.

Untuk diketahui, Desa Koja Doi adalah sebuah wilayah yang kaya akan potensi pariwisata, diantaranya tumpukan batu tinggi, yang diberi nama batu purba. Situs ini sudah dipercantik dengan beberapa fasilitas untuk bersantai sambil menikmati hawa laut yang dingin. Dari ketinggian bebatuan ini, pengunjung bisa mengakses seluruh wilayah perkampungan dan memandang lautan Flores serta selat di sisi Timur.

“Disini kami punya banyak spot foto yang menarik. Malah, di atas ketinggian bukit batu ini, kita dengan leluasa menikmati sunrise dan sunset,” kata Yance Moa, salah satu tokoh masyarakat setempat kepada media ini.

Tak hanya itu. Ada spot menarik lainnya, yakni tumpukan batu membentang di sepanjang 600 meter yang menghubungkan pulau kecil Koja Doi dengan pulau besar, yang disebut Koja Gete. Tumpukan batu itu menjadi jalan, satu-satunya akses menuju ke pulau induk. Dan di pulau induk ini, tersedia pembangkit listrik tenaga surya, yang menyuplai listrik bagi pulau induk itu sendiri dan pulau Koja Doi.

Sedangkan pada Lopo Di@ BISA Bank NTT, yang terletak di ujung pelabuhan rakyat, dan merupakan satu-satunya akses masuk ke Koja Doi, dipajanglah sejumlah kerajinan rakyat berupa tenunan, perahu pinishi ukuran kecil dan besar, meja dari akar kayu serta aneka cinderamata menari.

Pembayarannya pun tidak menggunakan uang cash, melainkan menggunakan pola transaksi digital, yakni Qris. Setiap pembeli tinggal melakukan scan barrcode pada fasilitas yang disiapkan, lalu tertera harga dan jika sesuai, maka tinggal menekan tombol oke dan transaksi pun selesai. (boy)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top