Cegah Kecurangan Saat Perhitungan Suara, KPU-Bawaslu Ngada Pakai Strategi Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Kecurangan Saat Perhitungan Suara, KPU-Bawaslu Ngada Pakai Strategi Ini


PLENO PPK. Suasana rekapitulasi surat suara Pilkada Ngada di Kecamatan Bajawa, Jumat (11/12). Sejauh ini belum ditemukan adanya laporan kecurangan dalam proses rekapitulasi itu. (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

POLITIK

Cegah Kecurangan Saat Perhitungan Suara, KPU-Bawaslu Ngada Pakai Strategi Ini


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngada kini tengah fokus melakukan proses rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan hasil Pilkada serentak 2020 pada Rabu (9/12) lalu.

Menariknya, pasca pencoblosan, hingga kini belum ada laporan oleh para pasangan calon (paslon) terkait temuan atau dugaan kecurangan di 357 TPS yang tersebar di Kabupaten Ngada.

Ketua Bawaslu Ngada, Bastian Fernandes kepada media ini, Jumat (11/12) sore mengatakan, hingga saat ini, sejauh pengamatan Bawaslu, proses Pilkada di Ngada berjalan aman. Proses penghitungan suara di TPS pada Pilkada kali ini berbeda dengan yang lalu, dimana surat suara hasil pencoblosan ditunjukan secara dekat kepada saksi juga pengawas.

“Dalam proses perhitungan surat suara kali ini, Bawaslu dan KPU melakukan gebrakan lain yaitu menunjukan surat suara secara dekat dengan jarak setengah meter kepada saksi maupun pengawas. Setelah itu, saksi dan pengawas mengatakan sah baru ketua KPPS mengatakan sah kepada paket mana yang meraih suara,” beber Bastian.

Dengan strategi ini, kata Bastian, membuat seluruh proses perhitungan yang dilaksanakan di TPS berjalan aman karena saksi dan pengawas melihat secara dekat paslon mana yang dicoblos para pemilih dalam surat suara itu.

Hal ini dilakukan, karena berkaca pada pengalaman pemilu sebelumnya, saat proses perhitungan surat suara, jarak petugas yang memegang surat suara dengan saksi maupun pengawas lebih kurang lima sampai enam meter. Akibatnya pengawas dan saksi tidak maksimal memastikan titik coblosannya dimana.

Karena itu, kata Bastian, Bawaslu berkoordinasi dengan KPU untuk merubah strategi saat proses perhitungan, dan ini berlaku diseluruh TPS di Ngada.

“Dengan begini, kecendrungan melakukan kecurangan sangat minim. Selain itu, form C1 atau hasilnya diperkenankan kepada saksi dan pengawas maupun masyarakat untuk silakan mendokumentasikan hasil itu dan mempublikasi sehingga semua berjalan secara transparan atau terbuka,” ungkap Bastian.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan paslon Helmut Waso-Ir. Yohanes Tay Ruba (Paket Hebat), Syrilus Pati Wuli, S.Ag yang dihubungi media ini mengaku, pihaknya terus mengikuti proses rekapitulasi di tingkat PPK. Syrilus dihubungi untuk memastikan kemungkinan adanya temuan kecurangan pada perhitungan surat suara di tingkat TPS.

“Untuk sementara kita sedang mengikuti perhitungan surat suara di tingkat PPK atau kecamatan sampai hari Minggu. Kalau memang adanya temuan, baru nanti kita sampaikan. Tetapi untuk sementara kita mengikuti dulu proses ini sesuai dengan tahapan yang ada. Kita menghormati tahapan yang sedang berproses ini,” ungkap Syrilus.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) KPU Ngada, Aloysius Raubata, S.Sos kepada media ini mengatakan, saat ini tengah berproses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan.

Aloysius menyebutkan, saat ini sedang berjalan proses rekapitulasi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bajawa, Golewa Selatan, Aimere, dan Wolomeze.

Di Kecamatan Golewa Selatan misalnya, sudah 11 desa selesai melakukan proses rekapitulasi surat suara. Tersisa satu desa saja yang sementara melakukan proses perhitungan surat suara.

“Berdasarkan pengamatan saya di empat kecamatan ini, antara kelurahan dan desa yang sudah melakukan rekapitulasi, sejauh ini dari model C hasil KWK dan C salinan KWK disetiap saksi dan pengawas belum adanya temuan perbedaan,” jelas Aloysius Raubata. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top