Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen


Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini terus mengalami perbaikan hingga berada di level nol persen. Sri Mulyani berharap, perbaikan pada kuartal III dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini, dan akan berpengaruh positif pada 2021 mendatang.

Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini berada dalam tren balik arah menuju zona positif setelah masuk ke jurang resesi di level negatif 5,32 persen pada kuartal II dan negatif 3,49 persen pada kuartal III tahun ini.

“Kita berharap di kuartal IV akan makin mendekati nol sehingga pada tahun 2021 kita akan mendapatkan perekonomiannya masuk di dalam zona positif atau rebound yang cukup kuat,” ujarnya dalam video conference, Jumat (11/12).

BACA JUGA: Bos BI Pede Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kembali Positif Akhir Tahun

BACA JUGA: Indonesia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 3,49 Persen

BACA JUGA: Menkeu Yakin Indonesia Masih Bisa Hindari Resesi

Sri Mulyani menjelaskan, untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi ke zona positif, minimal ke level nol persen, pada akhir tahun, dibutuhkan peran semua pihak. Bukan hanya pemerintah, melainkan pengusaha, dan masyarakat yang menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 untuk memutus rantai penyebarannya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun 2021 mendatang. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 356,5 triliun.

Anggaran sebesar itu terdiri dari untuk kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun, perlindungan sosial Rp 110,20 triliun, dan insentif usaha Rp 20,40 triliun. Kemudian dukungan UMKM 28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,90 triliun, pemulihan ekonomi lewat sektoral kementerian dan lembaga sebesar Rp 136,7 triliun.

“Pemerintah menggunakan seluruh sumber daya agar negara kita, rakyat kita, dunia usaha kita bisa ikut berpartisipasi di dalam pemulihan ekonomi ini,” pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top