Cegah ASF, Camat Larang Warga Bawa Babi Masuk Wilayah Golewa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah ASF, Camat Larang Warga Bawa Babi Masuk Wilayah Golewa


Camat Golewa, Kanisius Logo saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (12/12). (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah ASF, Camat Larang Warga Bawa Babi Masuk Wilayah Golewa


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada terus berupaya melakukan pencegahan agar wilayah itu tidak menyebar penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Guna mengantisipasi hal ini, Camat Golewa, Kanisius Logo melarang pelaku usaha atau masyarakat tidak membawa ternak babi dari daerah lain masuk ke wilayah kecamatan itu.

Camat Golewa, Kanisius Logo saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Sabtu (12/12) mengatakan, penegasan ini ia lakukan dengan maksud agar membentengi wilayah Golewa dari serbuan virus tersebut.

“Demi mencegah penularan virus demam babi Afrika atau ASF yang sudah marak terjadi diberbagai kabupaten lain di NTT, kami meminta para pengusaha atau masyarakat tidak boleh membawa babi dari luar masuk ke Golewa. Larangan ini demi ke kebaikan kita semua. Kita tahu masyarakat Ngada khususnya warga Kecamatan Golewa setiap rumah tentu memiliki hewan ternak seperti babi. Seandainya wilayah kecamatan Golewa terpapar positif demam babi Afrika, maka kita semua yang rugi. Untuk itu, diharapkan agar seluruh masyarakat bisa mematuhi larangan yang ada,” harap Kanisius.

Kanis menambahkan, jika memang ada babi yang mati karena sakit maka segera dikubur. Ia melarang memotong babi yang sudah mati. “Saya minta masyarakat tidak mengedarkan dan menjual daging untuk konsumsi dari ternak babi yang sakit atau yang sudah mati,” tegas Kanisius.

Menurut Kanisius, untuk sementara, wilayah Kecamatan Golewa masih bebas dari virus ASF. Belum ada laporan yang masuk adanya babi yang terkonfirmasi virus babi. “Jadi kami mohon untuk mempertahankan hal itu dengan tidak membawa masuk babi dari luar ke Golewa,” tandas Kanisius.

Emanuel Uma, 48, salah satu warga Golewa mengatakan aturan pemerintah itu harus benar-benar diindahkan pelaku usaha juga masyarakat. “Karena ini adalah demi kebaikan kita semua. Kita tahu sendiri salah satu sumber penambahan penghasilan keluarga itu juga dari ternak babi. Setiap hajatan kita orang Ngada tentu pasti membutuhkan babi. Jika virus ini masuk, maka kita semua yang akan susah,” katanya.

Sebagaimana pantauan TIMEX Sabtu (12/12), di pasar mingguan Malanuza wilayah Kecamatan Golewa terlihat ternak babi tidak lagi dijual seramai sebelum adanya virus demam babi. Babi yang dijual biasanya datang dari wilayah Kabupaten Manggarai. Kini sudah dijaga maka ternak babi tidak datang lagi dari arah Manggarai dan yang dijual datang dari warga Golewa sendiri. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top