Yabiku NTT Dukung Polisi Ungkap Kasus Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Yabiku NTT Dukung Polisi Ungkap Kasus Ini


MINTA PERLINDUNGAN. Cornelia C. B. Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat saat melapor ke Mapolres TTU terkait penganiayaan yang dialaminya November lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Yabiku NTT Dukung Polisi Ungkap Kasus Ini


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Yayasan Amnaut Bife Kuan (Yabiku) NTT mendukung penuh pihak Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Cornelia Haekase yang dilakukan oleh oknum Kabag Organisasi Setda TTU, Yoseph Muki.

Pasalnya, kasus yang menyeret oknum pejabat di Pemkab TTU tersebut dinilai sangat tidak manusiawi. Apalagi, kasus tersebut terjadi di rumah pribadi Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan disaksikan langsung olehnya.

Direktur Yabiku NTT, Maria Filiana Tahu kepada Timor Express, Jumat (11/12) mengatakan, pihaknya sangat geram dengan tindakan kekerasan yang dialami oleh Cornelia Haekase, Warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU yang dilakukan oleh seorang pejabat itu.

“Korban itu seorang perempuan, dia harusnya mendapatkan perlindungan dan kenyamanan yang rentan terhadap dirinya. Saat ada di negeri orang, itu tidak ia alami, sayangnya dia alami penganiayaan setelah tiba didaerahnya sendiri,” ungkap Filiana.

Filiana menambahkan, lebih ironis lagi, korban dianiaya di dalam rumah pribadi Raymundus Sau Fernandes, yang tak lain adalah Bupati TTU. Padahal, seharusnya seorang pejabat tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi setiap warga masyarakat.

BACA JUGA: Minta Perlindungan Hukum, Cornelia dan Keluarga Datangi DPRD TTU

Sayangnya, korban malah diancam untuk dibunuh dan dianiaya hingga mengalami gangguan mental pasca kejadian berlangsung. Untuk itu, korban sangat membutuhkan pemulihan terutama dalam hal psikis.

“Rumah Bupati adalah rumah pejabat yang dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi masyarakat yang datang. Bukan ada warga yang datang dianiaya di rumahnya sendiri,” kata Filiana.

Filiana berharap, kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Yoseph Muki tersebut dapat diungkap secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Yabiku akan selalu menjadi teman dan siap mendukukung, membantu kaum perempuan yang mengalami kekerasan fisik. Hak perempuan untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kesehatan jika mengalami kekerasaan dan juga hak untuk dihargai. Yabiku akan memberi suport kepada perempuan dan anak termasuk kaum disabilitas.

“Jangan takut Cornelia, kami akan selalu ada bersamamu, kami akan selalu membantumu untuk mencari keadilan,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top