Kukuhkan Pengurus Perindo Matim, Ini Pesan Penting Jonathan Nubatonis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kukuhkan Pengurus Perindo Matim, Ini Pesan Penting Jonathan Nubatonis


PENGUKUHAN. Ketua DPW Perindo NTT, Jonathan Nobatonis saat mengukuhkan kepengurusan DPD Perindo Matim periode 2020-2025 di aula Kevikepan Borong, Golo Lada, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Jumat (11/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Kukuhkan Pengurus Perindo Matim, Ini Pesan Penting Jonathan Nubatonis


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Manggarai Timur (Matim) resmi berganti. Posisi yang sebelumnya dijabat Vitalis Ambi ini beralih ke tangan Damu Damian, politikus yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Matim itu.

Pengukuhan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus DPD Partai Perindo Matim periode 2020-2025 itu dilakukan langsung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo NTT, Jonathan Nubatonis, bertemat di aula Kevikepan Borong, Golo Lada, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Jumat (11/12).

Seremoni pengukuhan pengurus baru itu dihadiri Sekertaris Badan Kesbangpol Matim, Vinsen Joni, Wakil Ketua DWP Partai Perindo NTT, Ahmad Syarif, perwira yang mewakili Kapolres Matim, sejumlah anggota DPRD Matim dari Fraksi Partai Perindo, dan para pengurus partai.

Sayangnya, dalam acara itu, Ketua DPD Perindo Matim periode sebelumnya, Vitalis Ambi tidak hadir lantaram ada kesibukan lain. Pengesahan pengurus baru DPD Perindo Matim itu tertuang dalam SK Nomor: 2604-SK/DPP-PARTAI PERINDO/X/2020.

Ketua DPW Perindo NTT, Jonathan Nubatonis dalam sambutannya mengatakan, perubahan atau reorganisasi yang dilakukan ini disebabkan oleh soal pola dan konstruksi partai politik. “Jadi dari 22 kabupaten/kota di NTT, 17 Ketua DPD kita naikkan jadi Ketua Dewan Panasehat,” ungkap Jonathan Nubatonis.

Menurutnya, partainya melakukan reorganisasi guna menjawab momen pemilu yang akan akan datang. Saat itu Partai Perindo akan berhadapan dengan tantangan maha berat atau boleh dikata lebih dahsyat dari Pemilu 2019 lalu. Jika Pemilu 2019, tugas kader Perindo menyerang, dimana tidak ada yang bertahan, maka tugas ke depan tentu berbeda. Bahkan bisa empat kali lipat perjuangannya dari kemarin, karena bukan saja menyerang tapi harus juga bertahan.

“Kalau tidak bertahan, ya empat kursi DPRD di Matim bisa akan pergi. Kemarin itu kita rebut (Kursi, Red) dari orang karena pola menyerang. Sekarang dan Pemilu mendatang, kita tidak bisa pakai pola yang kemarin. Sehingga ini harus diorganisir untuk bisa mampu bertahan juga menyerang,” kata mantan anggota DPD RI wakil NTT ini.

Jonathan menegaskan bahwa untuk membesarkan partai, tidak bisa berlindung pada iba. Itu harus dilawan, sehingga salah satunya alasan adalah melaksanakan konstruksi partai politik. Kalau sudah kalah dari konstruksi, Partai Perindo tidak bisa buat apa-apa. Kalau mau besar, tentu harus menang dan mengahsilkan pengurus yang maksimal.

“Partai perindo tengah merancang grand design yang bisa berguna bagi daerah. Partai ini harus bisa menghasilkan dewan yang berkualitas dan bupati yang berkualitas. Kalau tahun depan kita cetak bupati, besar kemungkinan palunya ada di Ketua Perindo,” kata Jonathan Nubatonis.

Karena itu, lanjutnya, agar Partai Parindo bisa menang, maka kelembagaan organisasi ini harus diperkuat. Untuk membangun kekuatan suatu lembaga, ada empat hal yang harus dilihat. Pertama leadership, kedua manajemen, ketiga organisasi, dan keempat administrasi. “Jadi dalam tata kelola suatu lembaga, empat komponen itu harus dimiliki seorang pemimpin,” tegasnya.

Untuk membangun Matim, demikian Jonathan, kalau tanpa ilmu atau pengetahuan, bagaimana bisa jalan dan laku? Kenapa pemimpin partai harus kuasai empat komponen yang ada? Tentu karena partai politik itu adalah gudang pejabat. Pabrik penghasil presiden, gubernur, wali kota, dan bupati. Juga Pabrik untuk menghasilkan anggota dewan dari pusat hingga kabupaten/kota.

“Nah kalau partainya keropos, tidak cerdas, hancur itu daerah. Tugas partai politik menciptakan kader legislatif dan eksekutif. Bagi pengurus yang sudah dilantik, harus menjiwai bidang tugas yang diberikan. Untuk lebih paham tentang organisasi, banyak-banyak baca buku,” pinta Jonathan.

Sementara Ketua DPD Perindo Matim, Damian Damu, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada DPP, DPW, dan DPD Matim atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk memimpin Perindo Matim lima tahun ke depan. Tentu setelah dirinya bersama pengurus DPD Matim dilantik dan dikukuhkan, tugas dan pekerjaan berat langsung ada di pundak masing-masing.

Damian Damu menyatakan, ada dua agenda besar di ambang pintu. Dimana agenda-agenda tersebut setiap parpol wajib mengikutinya, yakni Pilkada tahun 2023 dan berselang satu tahun memasuki Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024. Kata dia, untuk cetak empat kursi DPRD sebagaimana hasil Pileg Perindo tahun 2019 lalu, tentu itu gampang. Tapi untuk mempertahankan agak sulit.

“Kita tentu harus kerja keras dan sama-sama kerja demi meraih kesuksesan. Jadi setelah kita mendapat amanat di Partai Perindo, maka wajib kita renungkan dan rapatkan barisan. Agar paling tidak, kita bisa mempertahankan prestasi yang pernah kita raih,” ungkap Damian.

Apabila semua berjuang lebih dan lebih lagi, lanjutnya, maka yakinlah raihan prestasi akan tercapai. Sehingga semua wajib berjuang lebih dan lebih lagi.

Menurut Damian, untuk mewujudkan visi-misi Partai, tentu akan terjadi manakala Partai Perindo mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat mulai dari legislatif hingga ke eksekutif.

“Ini merupakan pekerjaan berat dan butuh waktu, serta proses untuk masuk ke dalam hati masyarakat, sebagai pemilik pilihan pada setiap kontestasi pemilu. Harapan kami ke depan, DPW Perindo NTT bisa buat desain yang baru untuk kemenangan pemilu mendatang,” harapnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top