Waspada…!!! Makan Bersama Bisa Menularkan Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Waspada…!!! Makan Bersama Bisa Menularkan Covid-19


dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP, MARS. (FOTO: Dok. Pribadi)

OPINI

Waspada…!!! Makan Bersama Bisa Menularkan Covid-19


Oleh: dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP, MARS *)

Pandemi Covid 19 telah meluluh lantakkan seisi dunia. Beribu-ribu korban berjatuhan. Merenggut nyawa masyarakat umum hingga kalangan medis. Di masa awal pandemic terjadi, suasana terasa mencekam. Semua ketakutan tertular virus mematikan ini. Jalan-jalan yang biasa hiruk-pikuk, menjadi sepi. Begitu pula pada pusat-pusat keramaian. Hampir semua orang memilih untuk berdiam diri di rumah. Bekerja dari rumah atau lebih dikenal lagi dengan Work From Home (WFH).

Kini, setelah hampir setahun berlalu, ketakutan-ketakutan mulai sirna. Rasa bosan dan jenuh mulai mendera. Bosan berada di rumah terus, kepingin mencari selingan di luar. Selain itu juga memang  tidak bisa di rumah terus. Karena roda ekonomi harus berputar. Rutinitas yang sebelumnya sudah berjalan perlu dilanjutkan. Tuntutan kebutuhan keluarga harus dicari jalan keluarnya.  Kita tidak bisa menghindar terus dari virus berbahaya ini. Kita semua harus menghadapinya. Tentunya dengan situasi dan kebiasaan yang berbeda. Kita harus mampu beradaptasi, dimana sekarang dikenal dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Saat ini, semua sudah keluar rumah untuk kembali melakukan aktifitas-aktifitas rutin yang sebelumnya dilakukan. Beradaptasi dengan situasi baru dimana virus mungkin saja ada di sekitar kita. Pada orang-orang di sekitar kita atau pun pada benda-benda di sekitar kita. Seruan dan imbauan untuk mematuhi Protokol Kesehatan selalu didengungkan. Perlu menerapkan 3M, yakni Menggunakan masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak.

Namun, kenyataannya berkata lain. Masih banyak yang mengabaikannya. Masih saja banyak orang yang merasa bebas merdeka bertingkah semaunya. Tidak patuh menggunakan masker, bergerombol, dan malas mencuci tangan. Barangkali mereka jenuh, dan rasa takutnya sudah hilang sama sekali. Atau ada pula yang merasa yakin sehat dan kuat, sehingga virus korona tidak akan datang kepadanya. Atau ada pula yang tidak percaya, bahwa virus korona itu tidak ada.

Padahal kita tahu pasti, bahwa akhir-akhir ini kasus baru Covid-19 semakin menanjak dan sangat mengkhawatirkan. Hampir setiap hari ada kasus baru yang muncul. Orang terinfeksi Covid-19 yang dikenal dengan konfirmasi positif, baik yang tidak bergejala maupun yang bergejala.

Gejala yang muncul pun sangat bervariasi. Bisa gejala ringan, sedang maupun berat. Tidak selalu demam, batuk, pilek maupun sesak nafas. Tapi datang ke rumah sakit dengan gejala lainnya, seperti pusing yang berkepanjangan, keluhan lambung, diare, hipertensi, gula darah meningkat, rasa lemah, gangguan penciuman, dan lain sebagainya.

Pada pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium, rapid test, swab, saturasi oksigen, rontgen maupun CT scan mulai mengarah pada kelainan yang sering dijumpai pada pasien yang terifeksi Covid-19. Sehingga mau tidak mau, rumah sakit kemudian memperlakukan pasien tersebut dengan menerapkan protokol penanganan pasien Covid-19.

Mulai dari penggunaan APD-nya, ruangan rawat inapnya yang khusus dan tersendiri, kalau memungkinkan di ruang isolasi. Dalam kondisi seperti ini, tidak jarang pihak rumah sakit yang dikambinghitamkan. Bahkan dianggap meng-covid-kan pasien.

Banyaknya kasus yang muncul saat ini, kedatangan pasien tiba-tiba di depan mata, sering membuat petugas rumah sakit gelagapan. Apalagi kalau ruang khusus yang disiapkan rumah sakit penuh, dan mau dirujuk ke rumah sakit lain pun, juga penuh. Lalu… apa yang harus kita lakukan?

Berkaitan dengan situasi tersebut, penulis merasa terpanggil untuk menyampaikan kepada pembaca tentang kebiasaan sehari-hari, yang seringkali tidak disadari  dan berpotensi menularkan Covid-19.

Situasi-situasi tersebut antara lain.

  1. Makan Bersama Dalam Jarak Berdekatan

Makan Bersama baik dengan keluarga, kerabat maupun para sahabat memang sudah menjadi budaya kita. Sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tatacara dalam bersosialisasi. Sambil makan bisa ngobrol, bersenda gurau, dan tertawa-tawa. Ini menjadi suatu hiburan. Semakin dekat, semakin akrab rasanya. Saat makan bersama ini kita tidak mungkin terus menggunakan masker. Tahukah Anda, bahwa situasi ini berpotensi menularkan virus korona?

Ketika kita makan bersama, jarak yang dekat, dibarengi ngobrol dan tertawa-tawa, akan terjadi aliran udara yang mengandung percikan air ludah (droplet) yang halus yang kita sebut dengan aerosol yang keluar saat kita berbicara.

Aerosol ini akan menjadi berbahaya apabila yang berbicara ini adalah seorang yang membawa virus. Bisa OTG ataupun bergejala ringan seperti batuk pilek yang sering dikira flu biasa. Aerosol yang mengandung virus Covid-19 siap ditularkan kepada siapa saja yang berada di dekatnya. Kita tau jarak aman yang direkomendasikan adalah lebih dari 1,5 meter dan  waktu kita yang aman dalam jarak dekat ini, adalah kurang dari 15 menit.

Selain itu, kadangkala budaya saling cicip makanan dan minuman yang disajikan juga cukup berbahaya. Karena menggunakan alat makan bersama-sama bisa juga menjadi media transfer virus yang berbahaya ini.

Oleh karena itu, mari kita lebih waspada. Waspada ketika kita makan di warung, di restoran ataupun kedai-kedai kopi ataupun tempat lainnya. Usahakan tidak menggunakan alat makan bersama-sama dan bergantian, tidak berdekatan, kalaupun terpaksa berdekatan, jangan lebih dari 15 menit dan membatasi ngobrol saat makan bersama. Selain itu jangan lupa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum tangan menyentuh makanan dan mulut.

  1. Berada Dalam Fasilitas Umum Yang Minim Ventilasi

Ventilasi adalah aliran udara masuk dan keluar dalam suatu ruang, sehingga udara yang berada di dalam satu ruangan bisa terus tergantikan. Ventilasi menjadi hal yang perlu menjadi perhatian kita saat ini. Beberapa fasilitas umum yang sering digunakan orang banyak, tidak memiliki ventilasi yang baik. Fasilitas umum yang dimaksud di sini antara lain: gedung bioskop, aula tertutup, ballroom tempat pesta, ruang rapat, sarana transportasi umum seperti, angkutan kota/pedesaan, bus, pesawat, dan fasilitas lainnya. Fasilitas-fasilitas tersbut di atas biasanya tertutup karena menggunakan Air Conditioner (AC) sehingga pintu dan jendelanya ditutup untuk tetap menjaga suhu dan kelembaban agar terasa sejuk dan nyaman bagi orang-orang yang berada di dalamnya.

Ketika pandemi virus belum seperti saat ini, ruangan ini terasa sangat nyaman dan aman. Tetapi dalam situasi pandemi saat ini, apalagi semakin tingginya kasus baru Covid-19 yang muncul, ruangan di dalam fasilitas umum ini meskipun terasa nyaman tapi sangatlah tidak aman. Apalagi bila di dalam ruangan tersebut ada satu atau lebih orang yang membawa virus korona. Apakah dia tidak bergejala (OTG) atau bergejala.

Virus dari orang tersebut akan keluar dari mulut maupun hidungnya ketika orang tersebut berbicara, batuk, bersin dan tertawa-tawa tanpa mengenakan masker. Virus akan berada di udara sekitar orang tersebut, dan bila berlangsung  Jangan lupa, mata mulut, dan hidung adalah bagian tubuh kirta yang menjadi pintu masuknya virus korona.

Dalam waktu yang lama akan terjadi penumpukan atau akumulasi virus yang memungkinkan menular ke orang lain, saat menghirup udara untuk bernafas. Selain itu, penularan bisa juga terjadi melalui tangan yang telah memegang benda bervirus, tidak dicuci dengan benar, lalu tangan itu memegang mata, mulut dan hidung.

Oleh karena itu, selama berada di tempat umum yang tertutup, usahakan tetap menutup hidung dan mulut menggunakan masker,  jarak duduk lebih dari 1,5 meter, dan selalu cuci tangan sebelum memegang mata, mulut, dan hidung.

  1. Penggunaan Mic/Pengeras Suara Bersama dan Bergantian

Mic atau alat pengeras suara adalah benda yang sering digunakan dalam suatu acara baik itu untuk berbicara, berpidato maupun bernyayi di tempat hiburan atau acara. Kebiasaan yang sering kita lihat, ketika seseorang berbicara di mic, posisi mic cukup dekat bahkan bisa ditempel di bibir. Bisa dibayangkan, apabila pembicara tersebut terinfeksi virus korona. Apalagi saat berbicara masker yang tadinya dikenakan kemudian dibuka.

Maka mic ini akan menjadi benda berbahaya bagi orang berikutnya yang menggunakan mic ini. Karena virus berbahaya tersebut bisa ditularka kepada orang berikutnya. Oleh karena itu, disarankan ketika menggunakan mic, sebaiknya tetap memakai masker.

Demikian beberapa situasi dan kondisi yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19. Semoga bermanfaat. (*)

*) Koordinator Tim III Penanganan Covid-19, RS Bhayangkara Drs. Titu Uly Kupang

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya OPINI

To Top