Proyek RSUD Ruteng Telat, PPK: Kontraktor Buat Pernyataan Denda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek RSUD Ruteng Telat, PPK: Kontraktor Buat Pernyataan Denda


BELUM RAMPUNG. Tampak bagian depan gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng yang belum tuntas dikerjakan. Gambar diabadikan Senin (14/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Proyek RSUD Ruteng Telat, PPK: Kontraktor Buat Pernyataan Denda


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Paket proyek pembangunan gedung central sterile supply departement (CSSD) dan Laundry RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai hingga jelang akhir tahun anggaran belum tuntas. Bahkan proyek ini diprediksi terlambat tuntas. Sesuai kontrak, proyek gedung tiga lantai ini harusnya selesai pada 30 Desember 2020.

Terpantau media ini pada Senin (14/12) siang, progres gedung yang beralamat di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong ini bahkan belum mencapai 90 persen. Pekerja masih melakukan pemasangan keramik pada lantai dua. Untuk lantai satu dan tiga, pemasangan keramik belum dilakukan sama sekali. Sementara pada lantai satu, sebagian pekerja sibuk memasang plafon.

Sebagian pekerja lainnya sibuk melakukan pengecatan dasar pada bangunan gedung tersebut. Termasuk pemasangan instalasi listrik. Untuk pintu dan jendela, belum dipasang. Sementara kerangka plafon dari lantai satu, dua, dan tiga, sudah terpasang.

“Dalam minggu ini sudah selesai pekerjaan kasarnya. Setelah itu pekerjaan untuk finishing-nya. Karena material sudah siap semua,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gregorius L. A. Abdimun saat ditemui TIMEXKUPANG.com di Ruteng, Senin (14/12).

Abdimun menyebutkan, kontrak proyek gedung CSSD dan Laundry itu berakhir 30 Desember 2020. Namun dia pastikan, hingga pada batas akhir kontrak, pogres fisik proyek itu bisa di atas 95 persen. Abdimun mengaku, sisa pekerjaan yang terlambat itu pada item pemasangan pintu. Sehingga ada penambahan waktu dan targetnya, tuntas di pertengahan Januari 2021.

“Saya pastikan, yang lewat dari masa kontrak itu nanti hanya pekerjaan gantung pintu. Semua pintu sudah pesan dan dalam perjalanan kirim ke Ruteng dari Surabaya. Sebelum tahun baru, pintu sudah ada. Kalau material lain, termasuk jendela, sudah siap semua di lokasi saat ini,” beber Abdimun.

Terkait keterlambatan penyelesaian proyek, menurut Abdimun, kontraktor pelaksana sudah membuat pernyataaan bersedia dikenai denda sesuai kententuan kontrak.

Proyek gedung CSSD dan Laundry, kata Abdimun, menelan biaya sebesar Rp 9,9 miliar, dan kontraktor pelaksananya adalah leh PT Bellindo Timor Sejahtera.

Sementara konsultannya adalah CV. Acidatama Perkasa dengan anggaran Rp 277 juta lebih. Tahun 2020 ini, selain paket proyek gedung CSSD dan Laundry, juga ada proyek gedung rawat inap anak yang menelan anggaran sebesar Rp 10,9 miliar. Kontraktor pelaksananya PT Nusa Torana Mandiri dan pengawas dari PT Konindo Panorama dengan biaya Rp 328 juta lebih.

“Untuk bangunan gedung rawat inap anak, pekerjaanya sudah 100 persen dan sudah dilakukan PHO sejak 5 Desember 2020. Dua paket proyek yang ada, semua kontraknya dilakukan sejak Mei 2020. Khusus untuk paket CSSD dan Laundry, ada perubahan dengan penambahan pekerjaan membangun jembatan menuju ruangan operasi,” tutur Abdimun.

Dia menambahkan, untuk tahun depan rencananya ada alokasi penambahan pembangunan dua unit gedung baru. Sehingga selama ini, dengan ada pembangunan gedung baru, tentu berdampak pada mutu pelayanan RSUD Ruteng. “Ini bisa membantu dan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top