Singapura Mulai Longgarkan Aturan Karantina dan Kerumunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Singapura Mulai Longgarkan Aturan Karantina dan Kerumunan


ILUSTRASI. Pengunjung memasuki wilayah singapura melalui bandara setempat. (FOTO: JawaPos.com)

NASIONAL

Singapura Mulai Longgarkan Aturan Karantina dan Kerumunan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Singapura mungkin menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang akan menggunakan vaksin penangkal virus korona. Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyatakan, vaksin tersebut akan diberikan secara gratis dan diprioritaskan bagi kaum paling rentan.

Senin lalu (14/12), Lee mengumumkan bahwa pihaknya bakal menerima gelombang pertama vaksin ciptaan Pfizer-BioNTech sebelum akhir tahun. Vaksin itu lolos uji coba paling cepat jika dibandingkan dengan lainnya.
’’Vaksin lainnya juga tiba beberapa bulan mendatang. Saya prediksi ada vaksin yang cukup untuk 5,7 warga dan residen tetap Singapura pada kuartal ketiga 2021,’’ papar Lee menurut South China Morning Post.

Lee mengatakan, vaksin gelombang pertama itu ditujukan kepada kaum paling rentan. Yakni, pekerja medis, lansia, dan pasien penyakit kronis. Namun, lanjut Lee, pada akhirnya semua orang dewasa di Singapura bakal mendapat vaksin tanpa pungutan biaya. Meski demikian, dia menegaskan bahwa pemerintah tak akan memaksa warganya menerima vaksin.

Lee juga berjanji melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya vaksin tersebut. Bahkan, Lee menyatakan siap menjadi kelinci percobaan. ’’Saya akan menjadi penerima pertama vaksin untuk menunjukkan kepada kalian bahwa vaksin ini aman bagi kaum lansia seperti saya,’’ ujar pria 68 tahun itu.

Berbarengan dengan kedatangan vaksin, otoritas Singapura juga melonggarkan aturan karantina. Mereka mengizinkan massa berkumpul hingga delapan orang. Kapasitas maksimal di tempat umum seperti pusat perbelanjaan pun ditingkatkan.

Hingga saat ini, baru tiga negara yang sudah membagikan vaksin. Inggris menyuntikkan vaksin pertama kepada Margaret Keenan pekan lalu. Pekan ini AS dan Kanada juga mulai menyuntikkan vaksin ke petugas medis atau staf panti jompo.

Namun, sama seperti negara lainnya, mereka memperkirakan butuh waktu beberapa bulan untuk menyediakan vaksin bagi semua orang. Sebab, penyimpanan vaksin cukup rumit. Vaksin Pfizer-BioNTech, misalnya, harus disimpan di suhu minus 70 derajat Celsius. Satu pasien harus menerima dua dosis vaksin dengan jarak minimal tiga minggu. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top