Penyidik Kejati NTT Sita Dua Hotel di Labuan Bajo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penyidik Kejati NTT Sita Dua Hotel di Labuan Bajo


Tim penyidik Kejati NTT saat melakukan proses penyitaan CF Komodo Hotel, di Jl. Alo Tania Lamtoro, Labuan Bajo, Kamis (17/12). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Penyidik Kejati NTT Sita Dua Hotel di Labuan Bajo


Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Aset Tanah Pemkab Mabar

LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melakukan penyitaan terhadap dua bangunan hotel yang berdiri di atas lahan dalam perkara kasus dugaan penjualan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) yang tengah berproses hukum saat ini.

Dua hotel yang beralamat di Kranga dan di Lamtoro, Jalan Alo Tania, Labuan Bajo disita penyidik Kejati NTT, hari ini, Kamis (17/12). Kedua hotel tersebut dimiliki oleh satu orang, yakni Veronika Sukur. Veronika ini juga menjadi salah seorang saksi dalam perkara yang tengah berproses ini.

Meski dua hotel ini disita penyidik, status Veronika dalam kasus ini masih sebagai saksi, dan belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual beli aset tanah milik Pemkab Mabar itu.

Sebagaimana disaksikan Timor Express, sebelum melakukan penyitaan bangunan hotel tersebut, Tim Penyidik Tipikor Kejati NTT dipimpin Roy Riyadi terlebih dahulu memeriksa tiga orang saksi. Dua diantaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Italia. Kedua WNA tersebut selama ini bersama saksi Veronika Sukur sebagai pegiat dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

Usai pemeriksaan, dan dua orang saksi WNA ini pulang, tak lama berselang, tim penyidik langsung meluncur menuju Hotel CF Komodo yang beralamat di Jalan Alo Tania Lamtoro, Labuan Bajo.

Di hotel itu, Tim Penyidik langsung memasang sebuah spanduk bertuliskan bangunan ini di sita terkait kasus dugaan korupsi aset Pemkab Mabar. Penyitaan hotel ini pun disaksikan Lurah Labuan Bajo, Syaffrudin Malik.

BACA JUGA: Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Ilyas

BACA JUGA: Kejati NTT Sita 30 Ha Tanah di Mabar, Yulianto: Selamatkan Aset Negara

Syaffrudin bahkan diminta ikut menandatangani berita acara penyitaan. Proses penyitaan ini tidak dihadiri pemilik Hotel CF Komodo atau managernya. Hanya salah satu staf yang menerima tim penyidik.

Penandatanganan berita acara penyitaan oleh Ketua RT di Hotel Cahaya Adrian Cewon Ndereng disaksikan penyidik Tipikor Kejati NTT dan staf hotel, Kamis (17/12). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

Dari Hotel CF Komodo, tim penyidik lalu bergerak menuju Hotel Cahaya Adrian di Cewon Ndereng, Desa Batu Cermin. Hotel yang juga milik saksi Veronika Sukur ini, penyidik tidak bertemu langsung dengan manager atau pemilik hotel. Hanya ada sejumlah staf hotel.

Media ini memperoleh informasi bahwa saksi Veronika Sukur tidak berada di hotelnya karena sedang sakit, dan beristirahat di kediamannya.

Sama seperti di Hotel CF Komodo, di Hotel Cahaya Adrian juga penyidik menyerahkan berita acara penyitaan untuk ditandatangani oleh sejumlah saksi sementara penyidik lainnya langsung memasang spanduk bertuliskan bangunan ini disita.

Ketua Tim Penyidik Tipikor Kejati NTT, Roy Riyadi kepada media ini mengaku penyitaan ini dilakukan setelah penyidik memeriksa salah satu saksi Veronika Sukur dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset milik Pemkab Mabar.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim membenarkan adanya pemeriksaan tambahan tiga orang saksi baru yang mana dua orang saksi yang juga WNA asal Italia. Tidak hanya itu, dia juga membenarkan adanya penyitaan terhadap dua buah hotel oleh penyidik Tipikor Kejati NTT ini.

“Penyidik memeriksa lagi tiga orang saksi, dua diantaranya WNA dan diikuti penyitaan terhadap dua bangunan hotel,” tandasnya. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top