Dua Berkas P21, Satu Berkas P19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dua Berkas P21, Satu Berkas P19


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Dua Berkas P21, Satu Berkas P19


Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Desa di Desa Tautpah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Satreskrim Polres TTU tak berhenti dalam mengungkap kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan selama lima tahun anggaran berturut-turut.

Sesuai hasil penyidikan, penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap tiga orang terduga pelaku yang mengakibatkan adanya kerugian negara dari pengelolaan keuangan di desa setempat.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari Satreskrim Polres TTU, saat ini penyidik telah merampungkan berkas perkara dari ketiga tersangka itu. Dua berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, dan satu berkas perkara lainnya dilakukan pelimpahan tahap satu (P19).

Dua tersangka yang berkas perkara dinyatakan P21 yakni Aloysius Neno Usboko selaku Kepala Desa Tautpah dan Yohanes Badj selaku Kontraktor Pelaksana Pembangunan Jalan lingkungan pada tahun anggaran 2016 lalu.

Sedangkan tersangka yang berkas perkaranya baru P19 yakni Stefanus Bolaer. Stefanus merupakan kontraktor pelaksana dalam pekerjaan embung tahun anggaran 2016 lalu.

“JPU mengeluarkan P21 untuk tersangka Yohanes Badj dan Aloysius Neno Usboko. Sedangkan Tersangka Stefanus Bolaer baru P19,” ungkap Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, saat dikonfirmasi Jumat (18/12).

Sujud menambahkan, setelah berkas untuk kedua tersangka itu dinyatakan lengkap, maka pihaknya akan segera menyerahkan tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU untuk ditindaklanjuti secara hukum.

BACA JUGA: Kades Tautpah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Sesuai rencana, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap dua pada awal Januari 2021 mendatang sehingga ketiga tersangka yang telah ditetapkan tersebut bisa disidangkan secara bersamaan.

“Kita terkendala PAM Pilkada sehingga untuk tahap dua nanti awal Januari 2021,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, Kamis (26/11) mengatakan, Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU telah menetapkan status tersangka terhadap Yohanes D. Sales Batch selaku kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalan dusun di Desa Tautpah pada Tahun Anggaran 2015 lalu.

Dikatakan, penetapan status tersangka terhadap pihak kontraktor tersebut lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara dalam pengerjaan pembangunan jalan dusun di Desa Tautpah Tahun Anggaran 2015 lalu.

“Sudah dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Selain Kepala Desa, Penyidik telah menetapkan pihak kontraktor sebagai tersangka,” ungkap Sujud.

Sujud menambahkan, dari dua tersangka yang telah ditetapkan tersebut tim penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap para pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dana desa di Desa Tautpah yang mengakibatkan adanya kerugian negara tersebut.

Untuk itu, lanjut Sujud, Tim Penyidik telah menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi tambahan terutama pihak kontraktor yang terlibat dalam pengerjaan sejumlah item kegiatan yang dibiayai melalui Dana Desa di Desa Tautpah. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top