Jalan Ndilek-Teber yang Rusak Belasan Tahun Siap Dibangun 2021 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jalan Ndilek-Teber yang Rusak Belasan Tahun Siap Dibangun 2021


Kabid Bina Marga Dinas PUPR Matim, Ima Raydais, saat ditemu di ruang kerjanya, Kamis (16/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jalan Ndilek-Teber yang Rusak Belasan Tahun Siap Dibangun 2021


Warga Sambut Gembira

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Kondisi jalan rusak di ruas Ndilek-Teber, kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendapat perhatian Pemerintah dan DPRD Matim untuk dikerjakan tahun 2021. Satu segmen pada ruas jalan tersebut dibangun dengan konstruksi lapen atau aspal.

“Kondisi jalan Ndilek-Teber, khususnya segmen dari Ndilek hingga Kali Wae Dingin memang sudah layak diperbaiki. Sehingga tahun 2021 kita intervensi,” jelas Kepala Dinas (Kadis) PUPR Matim, Yos Marto melalui Kabid Bina Marga, Ima Raydais, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/12) siang.

Ima menjelaskan, anggaran yang telah ditetapkan untuk intervensi jalan Ndilek-Teber sekira Rp 1,7 miliar. Bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Volume atau panjang yang diintervensi untuk satu segmen di ruas jalan tersebut mencapai 2,3Km. Selain dibangun aspal, di kali Wae Dingin pada ruas jalan yang sama akan dibangun crossway.

“Tahun 2021 kita bangun untuk satu segmen dengan volume 2,3Km. Sementara di kali Wae Dingin, tahun 2021 juga kita bangun crossway. Tapi untuk crossway ini tidak satu paket dengan pekerjaan lapen. Jadi paket masing-masing dan semuanya sistem kontraktual,” ujar Ima.

Sehingga lanjut dia, untuk crossway Wae Dingin tidak dikerjakan secara swakelola, seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya oleh Dinas PUPR di sejumlah tempat. Sebut saja di Kali Wae Musur bagian tengah, tepatnya dari Golo Mongkok-Lalang, crossway kali Pina Rangkat, Kecamatan Rana Mese. Juga crossway kali Wae Gera di Kecamatan Kota Komba, dan lainnya.

Ima menyebutkan, untuk crossway Wae Dingin, bentangannya sekira belasan meter dan lebar 6 meter. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 180 juta dari DAU. Selain crossway Wae Dingin, ada tiga bangunan crossway lainnya yang nantinya akan dibangun pemerintah tahun 2021. Sementara untuk jalan raya, jumlahnya lebih kurang 50an paket.

“Tahun 2021 ini, ada empat crossway yang kita bangun di Matim. Sementara jalan ada sekira 50an paket, termasuk satunya Ndilek-Teber. Untuk jalan ini, ada yang pembiayannya bersumber dari DAU maupun dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Ima.

BACA JUGA: Dinas PUPR Matim: Pembangunan 2 Crossway di Jalur So-Wae Care Tuntas

Menurutnya, untuk DAK ada berapa jenis, yakni DAK Afirmasi, penugasan, dan DAK reguler. Sesuai ketentuan yang ada, dana yang bersumber dari DAK, semua peruntukanya jalan HRS atau hotmix. Sehingga DAK tahun 2021,  pemerintah mengintervensi pekerjaan jalan hotmix dalam Kota Borong dan hotmix di ruas jalan Watu Cie-Deno, Kecamatan Poco Ranaka.

“DAK penugasan yang intervensi di Watu Cie-Deno. Sementara DAK reguler dan satu DAK Afirmasi, semuanya kita intervensi di wilayah Kota Borong. Terget kita, Januari 2021 sudah mulai tender perencanaan. Namun ada sekira 20an paket yang perencanaanya sudah ada. Karena itu produk tahun 2020 yang tertunda fisik akibat Covid-19,” urai Ima.

Sementara untuk tender fisik, ditargetkan Maret atau April 2021 sudah bisa dilakukan. Mengenai progres proyek jalan tahun 2020, Ima mengaku, dari 21 total paket oroyek tahun 2020, rata-rata semuanya sudah PHO. Hanya ada satu atau dua paket yang adendum karena batas akhir kontrak hingga pada 11 Desember 2020. Namun semuanya tidak akan lewat dari Desember 2020.

Warga Desa Compang Teber, Raimundus Toyo, kepada TIMEXKUPANG.com mengaku senang dengan rencana Pemkab Matim mengintervensi ruas jalan Ndilek-Teber. Pasalnya, kondisi jalannya butuh diperhatikan. Kata Raimundus, ada sekira 2,5 km meter dari arah Ndilek hingga Kampung Pinis, kondisi jalannya rusak parah. Kondisi ini telah berlangsung sekira belasan tahun.

“Kerusakan yang paling parah itu mulai dari Ndilek sampai Kampung Pinis. Lapennya dibangun sekira tahun 2005 lalu, saat masih gabung dengan kabupaten induk Manggarai. Sehingga saya menyambutnya dengan baik rencana pemerintah untuk dibangun tahun 2021. Termasuk bangun crossway di Wae Dingin. Ini kabar baik untuk kami sebagai warga,” kata Raimundus.

Dikatakanya, ruas jalan Ndilek-Teber merupakan jalur menuju sejumlah wilayah desa penghasil komoditi pertanian. Raimundus pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan DPRD Matim, karena harapan masyarakat atas kondisi jalan di jalur Ndilek-Teber terjawab dan dilaksanakan tahun 2021. Apalagi sudah lama warga menanti kue pembangunan itu.

“Selama ini kami hanya mengeluh dengan kondisi jalan. Pada titik tertentu, yakni dari Kali Wae Dingin hingga Ndilek, kami harus berhenti sekira 1-2 jam lamanya. Itu karena antri banyak kendaraan yang melintas, terjebak dalam jalan rusak ini. Sehingga bersyukur, keluhan kami terjawab di tahun 2021,” ungkap Raimundus. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top