Komnas HAM Sebut Puzzle Kematian 6 Laskar FPI Semakin Terkuak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Komnas HAM Sebut Puzzle Kematian 6 Laskar FPI Semakin Terkuak


VERSI POLISI. Adegan rekonstruksi penembakan laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek. Empat laskar FPI disebut hendak merebut senjata api milik polisi. (FOTO: ALI KHUMAIN/ANTARA/JPC)

PERISTIWA/CRIME

Komnas HAM Sebut Puzzle Kematian 6 Laskar FPI Semakin Terkuak


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengumpulkan berbagai alat bukti dan dokumen terkait peristiwa bentrokan antara Polri dengan pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12) dini hari. Peristiwa itu menyebabkan enam anggota laskar FPI meninggal dunia.

Komnas HAM telah menerima dokumen berupa CCTV dari Jasa Marga dan foto enam jenazah dari RS Polri sebelum dilakukan autopsi. Hal ini untuk membuka informasi simpang siur mengenai tewasnya enam simpatisan FPI.

“Alhamdulillah sampai detik ini kami merasakan ada dokumen informasi, keterangan yang lebih detail lebih dekat,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat dikonfirmasi, Jumat (18/12).

Anam menyampaikan, berbagai keterangan saksi dan dokumen yang dikumpulkan untuk membuka fakta peristiwa terkait tewasnya enam laskar FPI. Dia berharap, sumber informasi yang didapat bisa menjadi menyimpulkan peristiwa sebenarnya.

“Semoga proses yang sangat baik ini, proses yang terbuka ini bisa berkontribusi signifikan terhadap pengungkapan kebenaran terangnya persitiwa. Ini juga satu tahap lagi Komnas HAM yang puzzle-puzzlenya semakin lama semakin terkuak,” cetus Anam.

BACA JUGA: Polisi dan FPI Beri Keterangan Berbeda, IPW Desak Bentuk Tim Khusus

Sebelumnya, Komnas HAM mengakui mendapatkan foto enam jenazah laskar khusus pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Pengetahuan terkait kondisi jenazah sangat penting untuk mendapat titik terang peristiwa kematian simpatisan FPI.

Foto jenazah enam simpatisan FPI itu didapatkan Komnas HAM setelah meminta keterangan dari dokter Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati. “Kami ditunjukan foto pertama kali sebelum tindakan dan itu adalah posisi paling penting, sehingga memang itu menunjukkan orisinalitas,” ujar Anam.

Anam menyampaikan, foto jenazah yang diberikan RS Polri sebelum dilakukan proses autopsi. Sehingga bisa mengetahui berapa banyak tembakan yang melukai para korban.

“Kalau tanya berapa jumlah lubangnya, di situlah kita mengetahui berapa lubang, bagaimana kondisi jenazahnya dan sebagainya. Ini semuanya kami ucapkan terima kasih karena keterbukaan teman-teman kedokteran,” pungkas Anam. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top