Saksi Kasus Puskesmas Bola Mengaku Diteror, Kajari Sikka: Jangan Takut! | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Saksi Kasus Puskesmas Bola Mengaku Diteror, Kajari Sikka: Jangan Takut!


KETERANGAN PERS. Kajari Sikka, Fahmi (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait teror terhadap para saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bola di kantor Kejari Sikka, Kamis (17/12). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Saksi Kasus Puskesmas Bola Mengaku Diteror, Kajari Sikka: Jangan Takut!


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Bola, Kabupaten Sikka mengaku mendapat teror mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Fahmi.

Mendapat pengakuan itu, Kajari Fahmi meminta para saksi untuk tidak perlu khawatir apalagi takut demi mengungkap persoalan ini menjadi terang benderang.

Sebagaimana diberitakan sebelum, penyidik Kejari Sikka telah menangkap dua orang terkait kasus ini, yakni kontraktor berinisial DK, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), DB.

“Kami mendapat informasi, ada banyak orang mengatasnamakan kejaksaan atau oknum jaksa yang menguhubungi sejumlah saksi. Mereka menakut-nakuti para saksi. Saya tegaskan agar para saksi tidak perlu takut atas teror tersebut. Saya tidak pernah menghubungi para saksi satupun dari 20 saksi yang telah diperiksa,” jelas Fahmi saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Maumere, Kamis (17/12).

Fahmi menyebutkan, aksi teror tersebut ternyata bukan hanya ditujukan kepada para saksi tetapi juga keluarga tersangka dengan mengatasnamakan kejaksaan dan oknum jaksa. Atas teror tersebut, para saksi dan keluarga tersangka kemudian mendatangi Kejar Sikka untuk mempertanyakan informasi tersebut.

Fahmi menyatakan, kasus pembangunan gedung Puskesmas Bola yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 540 juta itu tengah berproses di Kejari Sikka, dan belum disidangkan. Karena itu, lanjutnya, keterangan saksi sangat dibutuhkan dalam persidangan. Mirisnya, ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang menghubungi para saksi dan tersangka dengan mencatut nama kejaksaan untuk menakut-nakuti para saksi.

BACA JUGA: Kejari Sikka Ringkus Kontraktor dan PPK Puskesmas Bola

Fahmi mengatakan, para saksi dilindungi, sehingga jangan sampai ketakutan. Saksi ini merupakan aset sekaligus menjadi alat bukti dalam persidangan untuk mengungkap kasus pembangunan Puskesmas Bola tersebut.

Fahmi menyebutkan, dalam penanganan perkara dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bola tersebut, para jaksa atau penyidik kejaksaan tetap bekerja secara profesional. Mereka tidak bekerja untuk mencari-cari kesalahan siapapun. Penahanan terhadap dua orang yang kini menjadi tersangka itu karena keduanya merupakan orang yang paling bertanggung-jawab dalam pembangunan Puskesmas Bola.

“Jadi saya minta agar para saksi tidak perlu takut dengan aksi teror oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab. Jika butuh informasi, silakan datang ke kantor kejaksaan dan kami akan memberikan informmasi,” tandas Fahmi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Inteligen (Kasi Intel) Kejari Sikka, Cornelis S. Oematan. Menurutnya, teror yang diterima para saksi itu selain menakut-nakuti, juga ada yang meminta sejumah uang dengan membawa-bawa nama kejaksaan atau oknum jaksa. Hanya saja Cornelis tidak menyebutkan berapa jumlah atau nilai uang yang diminta para peneror tersebut.

“Para saksi jangan sampai tertekan. Mohon bantuan rekan-rekan media untuk menginformasikan hal ini kepada masyarakat, bahwa pihak kejaksaan tidak pernah menghubungi para saksi atau tersangka,” tegas Cornelis. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top