Deker di Jalan Provinsi Ambruk, Fredi Mui: Perbaiki Pakai Dana Pinjaman | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Deker di Jalan Provinsi Ambruk, Fredi Mui: Perbaiki Pakai Dana Pinjaman


BUS TERPEROSOK. Satu unit bus terperosok di lubang deker yang ambruk di ruas jalan Reo-Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai, Senin (7/12) lalu. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Deker di Jalan Provinsi Ambruk, Fredi Mui: Perbaiki Pakai Dana Pinjaman


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bangunan deker di ruas jalan provinsi, wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), rusak total. Akibatnya, akses transportasi jalur Reo-Dampek-Pota-hingga Pantura Kabupaten Ngada tergganggu.

Salah satunya adalah ambruknya deker yang berlokasi di Satar Teu, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Matim, Senin (7/12) lalu. Hal ini terjadi ketika wilayah itu diguyur hujan lebat, dan air menghantam keseluruhan konstruksi bangunan deker, yang sebelumnya sebagian sisi bangunan deker itu sudah rusak.

Tercatat jalur tersebut, masuk dalam lintasan strategis. Karena selain menghubungkan antar wilayah kecamatan dan desa di wilayah Pantura Matim, juga menghubungkan wilayah Pantura antar kabupaten di Pulau Flores. Bahkan jalur itu merupakan penghubung sejumlah wilayah obyek wisata, dan daerah penghasil beras dan bawang.

Agar lalu lintas di jalur itu tidak lumpuh total, warga setempat menutup lubang menganga di deker ambruk itu dengan material batang kayu. Namun tidak sedikit kendaraan, khusus mobil jenis truk yang sering terperosok. Sehingga terjadi antrean panjang. Saat hujan, tumpukan kayu pada lubang deker itu, hanyut terbawa air hujan.

“Kalau mobil jenis truk melintas di deker ini, pasti terperosok. Sehingga terjadi situasi kemacetan kendaraan di jalur ini. Kami hanya berharap, kerusakan ini secepatnya diperbaiki,” kata Yos Ramba dan Aris Putra, warga setempat kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Sabtu (19/12) siang.

Menurut dia, usia bangunan deker yang ambruk itu sudah puluhan tahun. Akibatnya bangunan tersebut sudah tidak tahan hantaman air hujan yang mengalir. Apalagi jalur itu, setiap hari sangat ramai dengan lalu lintas kendaraan.

“Pada November 2020 lalu, sebagian sisi deker ini ambrol. Itu juga saat hujan. Sekarang, seluruhnya ambruk. Supaya kendaraan masih bisa melintas, kita tutup lubang deker itu dengan kayu. Tapi kalau terjadi banjir, tumpukan kayu pada deker ini seluruhnya hanyut terbawa air hujan,” bilang warga.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Nasdem, Fredi Mui yang dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (19/12) malam mengatakan, deker rusak itu akan dibangun tahun 2021. Dimana masuk dalam satu paket pekerjaan jalan yang rusak di jalur Pantura tersebut. Ruas jalan untuk wilayah Pantura Matim, ada dua segmen yang diintervensi tahun 2021.

“Tahun depan deker itu akan diperbaiki dan dibangun deker yang baru. Satu paket dengan pemeliharaan jalan di jalur Reo-Dampek-Pota, dengan panjang 9,45Km. Nilai anggaran sekira Rp 18 miliar lebih. Pakai anggaran pinjaman daerah PT. SMI,” kata Fredi.

Pada jalur yang sama juga, lanjut Fredi, tepatnya segmen Pota-Waeklambu, tahun 2021 akan dilaksanakan pemeliharaan jalan sepanjang 8,6Km. Biayanya sebesar Rp 16 miliar lebih, juga merupakan dana pinjaman daerah dar PT. SMI. Selain wilayah Pantura, jalan sepanjang 2,133Km di ruas Bealaing-Mukun-Mbazang, Matim juga akan dibangun dengan dana senilai Rp 4 miliar lebih.

Sementara di Kabupaten Manggarai, Pemprov NTT telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22 miliar lebih untuk memperbaiki ruas jalan provinsi Cumbi-Golo Cala-Iteng, dengan volume 11,6Km. Sementara di Manggarai Barat (Mabar), ada alokasi dana untuk pemeliharaan jalan Hita-Sp.Tiga-Kedindi sepanjan 8,4Km. Alokasi biayanya sebesar Rp 16 miliar lebih.

Masih di Mabar, tambah Fredi, dilaksanakan pemeliharaan jalan di jalur Sp. Noa-Golowelu dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,8 miliar. Semua paket proyek untuk ruas jalan provinsi di Manggarai Raya bersumber dari pinjaman daerah pada PT. SMI. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top