Pulangkan 12 Pasien Tanpa Hasil Lab, Kadiskes Sikka Siap Tanggung Jawab | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pulangkan 12 Pasien Tanpa Hasil Lab, Kadiskes Sikka Siap Tanggung Jawab


Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus (Depan, tengah) saat memberi keterangan kepada wartawan terkait keputusan memulangkan 12 pasien diduga Covid-29 tanpa mengantongi hasil laboratorium, Jumat (18/12). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pulangkan 12 Pasien Tanpa Hasil Lab, Kadiskes Sikka Siap Tanggung Jawab


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Lantaran terlambat mendapatkan laporan hasil pemeriksaan swab dari Laboratorium Biomolekular RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sikka, Petrus Herlimus memulangkan 12 warga yang diduga terpapar Covid-19 ke rumah masing-masing.

Petrus yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka ini mengaku, 12 pasien tersebut diduga telah sembuh setelah mendapat perawatan medis selama 10 hingga 14 hari.

Petrus kepada wartawan di Maumere, Jumat (18/12), menyatakan bertanggung-jawab atas pemulangan 12 pasien diduga terpapar korona tersebut. Pemulangan itu lantaran keterlambatan penyampaian laporan dari Laboratorium Biomolekular RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, yang menjelaskan bahwa 12 pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 ataukah negatif.

“12 pasien yang dipulangkan itu dilengkapi dengan surat keterangan dari Satgas bahwa mereka aman dan ada pernyataan bahwa mereka menunggu hasil. Namun kita harus mengikuti pedoman bahwa di atas 10 hari, apalagi 14 hari itu dinyatakan aman. Walau terkonfirmasi positif, namun melewati 10 hari dan 14 hari, maka itu dipastikan aman,” jelas Petrus.

Pemulangan 12 pasien itu kata Petrus sudah sesuai dengan pedoman Covid-19. Menurutnya, jaminan keamanan selalu merujuk pada surat keterangan Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka yang menyatakan ke-12 pasien tersebut telah dinyatakan sembuh sesuai pedoman Covid-19.

Petrus menambahkan, hasil laboratorium sesuai pedoman semestinya 1 x 24 jam, namun karena kondisi Kabupaten Sikka tidak memenuhinya, apalagi kondisi NTT sampel swab harus antri begitu banyak di provinsi, maka harus mengikuti pedoman karantina 10 hari dan 14 hari dinyatakan sembuh.

BACA JUGA: Update Covid-19 NTT: Dalam 3 Hari, Tambah 168 Kasus Positif Covid-19 di 15 Daerah

“Hasil laboratorium yang datangnya terlambat. Harusnya 1 x 24 jam. Namun kondisi di Sikka tidak dapat seperti itu. Apalagi kondisi NTT, sampel swab harus antri begitu banyak, sehingga kita harus mengikuti pedoman Covid-19, dimana apabila dikarantina 10 hari dan 14 hari, harus dinyatakan sembuh,” jelas Petrus.

Petrus menjelaskan, langkah ini diambil pihaknya berpedoman pada Revisi 5 Kemenkes RI terkait rujukan dalam penanganan pasien Covid-19. Pedoman Revisi 5 Kemenkes RI yang dikeluarkan pada September 2020 itu terdapat perubahan yang paling signifikan terjadi pada masa karantina dan isolasi.

“Ini press realese dari WHO yang kemudian diadopsi oleh seluruh negara dan kita diturunkan dari Kementerian Kesehatan melalui Pedoman Revisi 5,” beber Petrus.

Petrus menyebutkan, sebelum turun perubahan dalam Pedoman Revisi 5, setiap pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi. Namun dalam Pedoman Revisi 5, orang tanpa gejala (OGT) walaupun dinyatakan suspect atau menunjukkan gejala Covid-19 harus dirawat di ruang isolasi.

“Memang ada perbedaan pada revisi sebelumnya dan revisi terakhir. Karena itu untuk 12 pasien yang telah dikarantina di aula BPBD Sikka telah dipulangkan sejak Selasa (15/12),” pungkas Petrus. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top