Polisi Tak Beri Izin Keramaian Akhir Tahun, Larang Pesta Kembang Api | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Tak Beri Izin Keramaian Akhir Tahun, Larang Pesta Kembang Api


Kapolres Belu saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Turangga 2020, di halaman Mapolres Belu, Senin (21/12). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Polisi Tak Beri Izin Keramaian Akhir Tahun, Larang Pesta Kembang Api


Terjunkan 250 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 250 personel anggota Polres Belu dikerahkan untuk pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Bahkan Polisi juga tidak mengizinkan keramaian seperti konvoi, pesta-pesta, dan permainan kembang api.

“Di tengah pandemi saat ini, Polisi tidak akan mengizinkan keramaian seperti konvoi, pesta-pesta, dan permainan kembang api,” ungkap Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh saat ditemui wartawan usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Tahun 2020 di halaman Polres Belu, Senin (21/12).

Menurut Kapolres, pihaknya telah melakukan mapping kekuatan demi menjamin pengamanan bagi umat kristiani yang akan merayakan ibadah Natal sekaligus pengamanan malam tahun baru 1 Januari 2021. Mapping kerawanan yang dilakukan, terdapat sejumlah prediksi gangguan Kamtibmas yang harus diantisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, dan pesta miras.

Dikatakan, ancaman lainnya seperti aksi pengrusakan fasiiitas umum, aksi kriminalitas curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balapan liar, kemacetan dan kecelakaan lalu linatas. “Ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan juga kita antisipasi,” kata Kapolres Khairul.

Khairul menjelaskan, apel gelar pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kesiapan berupa kekuatan personel, sarana prasarana yang di dalamnya dari unsur TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Mantan Kapolres Sumba Barat ini menyebutkan, untuk pengamanan dua hajatan besar ini, pihak Polres Belu membuka posko pengamanan di sejumlah titik. Pos pengamanan Gereja Katedral Atambua dan Gereja GMIT Polikarpus.
Selain itu ada juga pos layanan terpadu di Simpang Lima yang melibatkan Dinkes Belu, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BPBD.

“Ini strategi pengamanan yang kami lakukan agar mengantisipasi gangguan Kamtibmas,” jelasnya.

Bukan hanya itu. Menurut Khairul, sejumlah personil ditempatkan untuk pos pelayanan di pintu masuk Belu diantaranya Bandara A. A. Bere Tallo, Pelabuhan Atapupu, dan PLBN Mota’ain.

Khairul mengimbau agar masyarakat hindari berkerumun dan tidak melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Sehingga semua kita tentunya tidak ingin ada klaster baru setelah pesta Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. “Semua umat Kristiani yang lagi siap untuk natalan, kita imbau agar tetap menjaga protokol kesehatan selama ibadah. Kita waspada, jangan sampai terjadi kluster Natal atau tahun baru,” tegasnya.

Khairul menambahkan, pelaksanaan Operasi Lilin 2020 akan berlangsung selama 15 hari. Terhitung 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Tentunya selalu mengedepankan langkah preemtif dan preventif secara humanis. Jika ada kerumunan pastinya kepolisian akan membubarkan,” tegasnya.

Sementara Dandim Belu, Letkol Inf Wiji Untoro, pada kesempatan itu menyatakan sangat mendukung pengamanan selama Nataru. Sehingga umat boleh menjalankan ibadah dengan baik. Karena paling penting adalah umat secara hikmat menjalankan ibadah natal.

Wiji meminta masyarakat Belu agar menghindari kegiatan kerumunan seperti pesta dan kerumunan lainnya sehingga menjaga agar Belu tetap aman, sehat, dan kondusif. Tidak ada gangguan Kamtibmas selama suasana perayaan Nataru.

Apel gelar pasukan Operasi Lilin Turangga 2020, ditandai dengan pemeriksaan pasukan dan pemasangan pita secara simbolis kepada perwakilan oleh inspektur apel.

Hadir dalam apel gelar pasukan, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro, Wakapolres Belu, Kompol Herman Besie, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, Kepala Bagian, Kasat, Kapolsek Jajaran, Kasubdenpom IX/1-3 Atambua. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top