Camat Diberi Pemahaman Tentang PAUD, Ini Kata Bunda PAUD Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Camat Diberi Pemahaman Tentang PAUD, Ini Kata Bunda PAUD Matim


Para peserta serius mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dalam pengelolan PAUD di Matim, Senin (21/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Camat Diberi Pemahaman Tentang PAUD, Ini Kata Bunda PAUD Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 40 orang peserta, termasuk para camat di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), diberi pemahaman yang sama tentang program dan pelaksanan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini dilakukan bersamaan dengan pengukuhan Bunda PAUD tingkat kecamatan.

Kegiatannya berlangsung tiga hari sejak, Minggu (20/12) hingga Selasa (22/12), bertempat di aula Koperasi Kredit (Kopdit) AMT, Kelurahana Satar Peot, Kecamatan Borong. Sejumlah pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Bunda PAUD Matim, Theresia Wisang-Agas, pejabat dari Dinas PPO Matim, dan materi umum PAUD dari Wahana Visi Indonesia (WVI). Selasa Sementara kegiatan hari ini (22/12) adalah pelantikan Bunda PAUD Kecamatan.

“Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas agar para peserta memiliki pemahaman yang sama tentang program dan pelaksanaan PAUD,” jelas Bunda PAUD Kabupaten Matim, Theresia Wisang-Agas, kepada TIMEXKUPANG.com, di Borong, kemarin siang (21/12).

Menurut Theresia, tujuan lain dari kegiatan itu, terkait kebijakan dari setiap pembina PAUD Kecamatan di setiap kecamatan di Matim, dengan mengaktifkan dan menghidupkan pendidikan PAUD di Kecamatan dan desa/kelurahan. Juga untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dari para pengambil kebijakan dan pengelola PAUD.

“Tujuan dari kegiatan ini agar para peserta dapat mengelola PAUD sesuai dengan apa yang diharapkan. Saat ini di Matim ada lembaga PAUD yang telah berjalan baik sesuai kualifikasi, dan juga ada yang belum,” kata Theresia.

Begitu juga dengan pendidik, pengajar, dan pengelola, lanjut Theresia, meskipun belum semuanya baik, namun setidaknya setiap desa sudah memiliki satu PAUD yang mengikuti kualifikasi dan telah terdaftar di daftar pokok pendidikan (Dapodik).

“Kami harapkan minimal satu desa memiliki satu PAUD. Saat ini sebenarnya masih sangat kurang anak usia PAUD yang orang tuanya belum menyekolahkan di PAUD,” beber Theresia.

BACA JUGA: Istri Bupati Matim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD, Bunda Julie Beri 2 PR

Sehingga, sambung Theresia, ke depan pihaknya akan menyusun program kerja untuk kegiatan PAUD. Salah satunya, melakukan sosialiasi secara terus-menerus turun ke desa-desa, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya PAUD melalui kegiatan Dasawisma.

“PAUD itu harus terintegrasi dengan yang lain. Terintegrasi bukan hanya pendidikan, tetapi juga dengan semua stakeholder terkait. Jika diberikan pelayanan yang baik kepada anak PAUD, maka menghasilkan anak yang berkarakter positif, seperti cerdas, berbudi luhur, berhasil, dan nanti dikemudian hari anak menjadi berguna,” ujarnya.

Masih menurut Theresia, dalam kegiatan itu, pihaknya menggandeng Dinas PPO Matim juga WVI untuk bersama mendukung pengembangan sumber daya di Matim. Apalagi sumber daya yang dimiliki WVI sangat bagus untuk memberikan pemahaman kepada peserta.

“Jadi dari pembinaan pendidikan dan tumbuh kembang anak di PAUD itu, diharapkan ada kecerdasan yang terdiri paling kurang tiga macam kecerdasan, yakni kecerdasan IQ, EQ, dan kecerdasan SQ. Dan ini bukan hanya dimiliki anak tapi dimiliki oleh semua orang,” jelas istri dari Bupati Matim, Agas Andreas ini.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan PNF Dinas PPO Matim, Herman Agas, kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, dari 40 peserta yang ikut kegiatan tersebut, ada 9 orang berkedudukan sebagai camat. Hadir juga Bunda Kecamatan, Pokja Bunda PAUD Kabupaten, utusan Dinas PPO, juga utusan dua penglola dan tutor PAUD. Kegiatanya atas kerja sama Dinas PPO, Bunda PAUD Matim, dan WVI.

“Camat ini pendamping Bunda PAUD. Khusus untuk pengukuhan Bunda PAUD kecamatan, Camat Borong dan Rana Mese, dilantik menjadi Bunda PAUD dan pendamping. Karena keduanya camat perempuan. Selanjutnya, Bunda PAUD kecamatan bertugas melantik Bunda PAUD Desa/Kelurahan,” jelas Herman.

Menurutnya, PAUD itu merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun. Dimana dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk kabupaten Matim, lembaga PAUD itu menyebar hampir di setiap desa/kelurahan. Hingga sekarang jumlahnya ada 400-an lembaga PAUD.

“Dari jumlah itu hanya 184 lembaga PAUD yang mengantongi izin operasional. Lainya sementara proses. Dari 184 PAUD itu juga, ada 139 yang lolos sinkron Dapodik. Lainya masih dalam proses. Ada yang tanya apa beda PAUD dan TK? Tentu di dalam PAUD itu ada TK, tempat penitipan anak, dan kelompok bermain,” urai Herman. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top