KPU Belu Siapkan Bukti Hadapi Sidang Gugatan Sahabat di MK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU Belu Siapkan Bukti Hadapi Sidang Gugatan Sahabat di MK


Juru Bicara KPU Belu, Herlince E. Asa. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

KPU Belu Siapkan Bukti Hadapi Sidang Gugatan Sahabat di MK


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu menyatakan siap menghadapi gugatan pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Belu, Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan (Paket Sahabat) di Mahkamah Konstitusi. Saat ini KPU Belu sedang menyiapkan bukti-bukti untuk menghadapi sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Pilkada Belu itu.

Juru Bicara KPU Belu, Herlince E. Asa saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (22/12) mengatakan, kendati belum menerima bukti registrasi perkara dari MK tentang pengajuan sengketa PHPU di MK, pihaknya tetap menyiapkan dokumen sebagai bukti dalam menghadapi sidang nanti. Ini untuk menjawab semua dalil tuntutan dari pemohon nomor urut 1, paslon Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan.

Menurut Herlince, sesuai pantauan KPU di website MK, sudah ada laporan di panitera terkait sengketa hasil Pilkada Belu. Paket Sahabat mendaftar di MK. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan berkas administrasi. Terdapat belasan dalil yang diajukan oleh pemohon paslon nomor urut 1.

Jika sudah tercatat di buku register nomor perkara konstitusi, maka tentunya ada pemberitahuan dan jadwalkan sidang. Sehingga dari KPU sedang siapkan bukti untuk menjawab dalil-dalil yang diajukan pemohon.

Sebagai persiapan, lanjut Herlince, pihaknya sudah berkordinasi dengan KPU Provinsi dan Pusat. Selain menyiapkan dokumen bukti-bukti, pihaknya juga sudah menyiapkan kuasa hukum untuk mendampingi KPU Belu.

BACA JUGA: Sahabat Tolak Teken Berita Acara Pleno, Pertimbangkan Gugatan ke MK

Prinsipnya, kata Herlince, KPU sudah siap menghadapi sidang sengketa hasil Pilkada Belu. Terkait pelaksanaan Pilkada sebagai penyelenggara sudah berkerja sesuai prosedur dan semua tahapan sudah berakhir menunggu saja pleno penetapan pasangan calon terpilih.

“Jika tidak ada gugatan, tentunya hari ini (22/12) sudah pleno penetapan paslon. Sesuai aturan, lima hari setelah pleno rekapitulasi di kabupaten, setelah ada rekomendasi dari MK bahwa Belu tidak termasuk dalam registrasi perkara konstitusi,” jelasnya.

Dikatakan, meski sudah selesai pleno rekapatulasi penghitungan suara tetapi ada pengaduan sengketa hasil yang sedang berproses di MK. Sehingga KPU Belu belum bisa melakukan pleno penetapan paslon terpilih. Karena itu, KPU Belu menunggu keputusan sidang MK.

Untuk diketahui, KPU Belu telah menetapkan paslon Nomor Urut 2, Agustinus Taolin-Aloysius Haleseren (Paket Sehati) sebagai pemenang dalam Pilkada Belu dengan perolehan 50.623 suara. Paslon ini unggul tipis atas paslon petahana Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan yang meraih 50.376 suara melalui pleno penetapan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten yang digelar di Hotel Maharani Atambua, Rabu (16/12) lalu.

Hanya, dalam pleno itu paket Sahabat keberatan sehingga mengajukan permohonan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Belu ke MK.

Permohonan Sahabat didaftarkan pada Kamis (17/12) malam, dengan APPP Nomor 18/PAN.MK/AP3/12/2020. Pemohon atas nama Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan. Paslon ini menunjuk kuasa hukum, yakni Novan Erwin Manafe, Helioceatano Moniz De Araujo, Adi Kristinten Bullu, dan Ferdinandus E. Tahu. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top